dwi s wrote:
> Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..
> 
> Antum sekalian ana mau tanya tentang batasan waktu shalat isya'. 
>sampai pukul berapa kalo di negara kita....
> mohon pencerahan bagi antum yang tahu berikut dalilnya..
> Zajakumullah khoiron katsiro..
> Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Waalaikumsalam Warohmatullah wabarokatuh..

MANAKAH WAKTU YANG PALING AFDHAL UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Sumber http://www.almanhaj.or.id

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : "Manakah waktu yang 
paling afdhal untuk melaksanakan shalat ? Apakah shalat diawal waktu itu 
lebih afdhal ?

Jawaban.
Melaksanakan shalat sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh syar'i 
adalah lebih sempurna oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya : ' 
Amalan apakah yang paling dicintai Allah ? Beliau menjawab : Shalat 
tepat pada waktunya' [1]

  Beliau tidak menjawab (shalat pada awal waktu) dikarenakan shalat lima 
waktu ada sunnah untuk didahulukan pelaksanaannya dan ada yang sunnah 
untuk diakhirkan. Misalnya shalat isya', sunnah untuk mengakhirkan 
pelaksanaannya sampai sepertiga malam, maka apabila seorang wanita 
bertanya mana yang lebih afdhal bagi saya, saya shalat isya' ketika 
adzan isya' atau mengakhirkan shalat isya' sepertiga malam ? Jawabannya 
: Yang lebih afdhal kalau dia mengakhirkan shalat isya' sampai sepertiga 
malam, karena pada suatu malam Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
mengakhirkan shalat isya' sehingga para shahabat berkata : 'Wahai 
Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tidur, lalu beliau keluar 
dan shalat bersama mereka kemudian bersabda : Sesungguhnya inilah waktu 
yang paling tepat (untuk shalat isya') kalaulah tidak memberatkan 
umatku'. [2]

  Demikian pula dianjurkan bagi para laki-laki muslimin yaitu laki-laki 
yang mengalami kesulitan di saat bepergian mereka berkata : Kami 
akhirkan shalat atau kami dahulukan ? Kita jawab : Yang lebih afdhal 
hendaknya mereka mengakhirkan.

  Demikian pula kalau sekelompok orang mengadakan piknik dan waktu isya' 
telah tiba, maka yang lebih afdhal melaksanakan shalat isya' pada 
waktunya atau mengakhrikannya ? Kita menjawab : 'Yang paling afdhal 
hendaklah mereka mengakhirkan shalat isya' kecuali kalau mengakhirkannya 
mendapat kesulitan, maka shalat subuh, dhuhur, ashar, maghrib, hendaknya 
dikerjakan pada waktunya kecuali ada sebab-sebab tertentu.

  Adapun shalat fardhu selain shalat isya' dilaksanakan pada waktunya 
lebih utama kecuali ada sebab-sebab tertentu untuk mengakhirkannya. 
Adapun sebab-sebab tertentu antara lain.

  Apabila cuaca terlalu panas maka yang paling afdhal mengakhirkan 
shalat dhuhur pada saat cuaca dingin, yaitu mendekati waktu shalat 
ashar, maka apabila cuaca terasa panas yang afdhal shalat pada cuaca 
dingin, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : 
'Apabila cuaca sangat panas maka carilah waktu yang dingin untuk shalat, 
karena hawa panas itu berasal dari hembusan neraka jahannam' [3]

  Adapun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat safar, Bilal 
berdiri untuk adzan maka Rasulullah bersabda : 'Carilah waktu dingin 
[4]. Kemudian Bilal berdiri lagi untuk adzan, Rasulullah mengizinkannya.

  Seorang yang mendapatkan shalat berjama'ah diakhir waktu sedangkan 
diawal waktu tidak ada jama'ah, maka mengakhirkan shalat lebih afdhal, 
seperti seseorang yang telah tiba waktu shalat sedangkan ia berada di 
daratan, ia mengetahui akan sampai ke satu desa dan mendapatkan shalat 
berjama'ah di akhir waktu, maka manakah yang lebih afdhal ia mendirikan 
shalat ketika waktu shalat tiba atau mengakhirkannya sehingga ia shalat 
secara berjama'ah ?

  Kita katakan :'Sesungguhnya yang lebih afdhal mengakhirkan shalat 
sehingga mendapatkan shalat secara berjama'ah, yang kami maksudkan 
mengakhirkan di sini demi hanya untuk mendapatkan shalat berjama'ah.

  [Disalin dari buku Majmu' Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa 
Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Bab Ibadah, 
hal. 333-335 Pustaka Arafah]

  _________
  Foote Note.

  [1] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqit, bab, Fadhul Shalat 
Liwaktiha, dan Muslim. Kitabul Al-Iman, bab Launul Iman billahi Ta'ala 
afdahl Al-Amal.
  [2] Hadits Riwayat Muslim. Kitabul Masyajidi, bab Waktul isya' wa 
takhiruka.
  [3] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqiti Shalat, bab Al-Ibrad bi 
dhuhri fi siddatil harri, dan Muslim, Kitabul Masajid, bab Istihbab 
Al-Ibrad di dhuhuri.
  [4] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqiti Shalat, bab Al-Ibrad bi 
dhuhuri fi safar, dan Muslim. Kitabul Masajidi, bab Istihbab Al-Ibrad bi 
dhuhuri fi siddatil harri

Sumber :
http//almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=391&bagian=0






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke