Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Kalau boleh saya berpendapat. Saya kurang setuju dengan statemen "ilmu dunia 
(Biologi, Kimia, dll) yg notabene disebut sebagai ilmu bisikan syaithan".

Ilmu-ilmu umum yang dipelajari di sekolah seperti biologi, kimia, fisika, 
komputer, kedokteran, astronomi dll, bukankah itu menunjukkan kebenaran 
Al-Quran dan kebesaran ALLAH. Asal mengharap ridha ALLAH dan penggunaannya 
untuk kemaslahatan umat manusia. Dan saya yakin ilmu-ilmu tersebut sudah 
dicantumkan di Al-Quran, seperti penciptaan langit bumi, gunung, unta, manusia 
dll. Dan kalau dihayati benar-benar akan sangat terasa bahwa kita tidak ada 
apa-apanya. Untuk komputer saja ada bermacam-macam bidangnya, dari motherboard, 
processor, VGA, monitor dll dengan teknologi yang aneh-aneh. Untuk motherboard 
saja ada berbagai macam ahli, seperti chipset, transistor, heat sink, kipas. 
Untuk kipas sendiri ada ilmu tersendiri dari kecepatan putar, bahan-bahannya, 
umur kipas tersebut. Untuk chipset sendiri ada ahli-ahli IC, pemrogram chipset 
tersebut, dll. Itu baru satu, gimana dengan ilmu biologi, kedokteran, 
kedokteran penyakit dalam, kedokteran jantung, astronomi dll. Semua mempunyai 
cabang-cabang sampai yang detail. Dan itu semua adalah sedikit pemberian ALLAH. 
Memang ilmu ALLAH tidak akan habis walau seluruh pohon jadi pena dan seluruh 
lautan jadi tinta. Kalau gak ada ilmu Biologi, gimana kita bisa menikmati 
makanan yang enak dan sehat-sehat beraneka macam. Kalau gak ada ilmu biologi 
mungkin kita malah makan racun.

Bukankah Ilmuwan Islam merupakan ilmuwan-ilmuwan handal yang bahkan menguasai 
beberapa bidang sekaligus, semacam Ibnu Sina dengan kedokterannya, Al-Khwarizmi 
dengan karya luar biasa : pengetahuan asli (fikih, filsafat skolastik, tata 
bahasa, seni puisi, sejarah) dan pengetahuan asing (filsafat, logika, 
kedokteran, aritmetika, geometri, astronomi, musik, mekanika, alkimia). Abd-Al 
Malik Ibn Quraib Al-Asmai ahli botani, zoologi dan penjagaan hewan, karya 
bukunya termasuk anatomi manusia.

Kalau kita bertujuan untuk dunia maka akan dapat dunia saja tapi kalau 
tujuannya akhirat maka akan mendapatkan dunia dan akhirat; contoh : kalau kita 
puasa ikhlas mengharap ridha ALLAH, maka akan dapat pahala akhirat, dan dengan 
sendirinya dapat pahala dunia juga yaitu badan jadi sehat. Tapi kalau puasanya 
dengan niat untuk irit, untuk sehat, diet dan sebagainya, bukankah akan dapat 
pahala dunianya, tapi akhiratnya kan tidak dapat. Bukankah ibadah yang kita 
lakukan selalu ada efek samping yang baik untuk kehidupan kita di dunia. 
Sholat, peredaran darah jadi lancar; wudhu, untuk menyeimbangkan suhu badan; 
infak, saling tolong menolong membuat disukai banyak orang; dll, dll. Kalau 
yang diharapkan itu maka memang akan didapat, tapi akhiratnya tidak dapat. Tapi 
kalau ikhlas mengharapkan akhirat maka akan dapat dunia akhirat bukan.

Bagi saya tidak masalah selama itu bisa meningkatkan iman kita. Bukankah orang 
yang beriman dan berilmu akan dinaikkan derajatnya.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of aan8_maryam
Sent: Monday, January 30, 2006 2:37 PM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] akhwat yang menuntut ilmu dunia (kuliah)

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebelumnya afwan.
Saya seorang mahasiswi jurusan pendidikan ilmu komputer. Sejak kecil ana memang 
ingin berprofesi menjadi seorang guru. Karena dengan profesi tersebut, ana 
masih memiliki banyak waktu luang untuk men-tarbiyatul aulad kelak. amiin. 
Latar belakang yang lain ialah ana memang memiliki cita-cita ingin mempunyai 
sebuah madrasah pendidikan Islami yang saya kelola sendiri, dan yang paling 
saya utamakan ialah menyempurnakan birrul walidain ana sesuai dengan 
rencana-rencana yang telah ana rancang dan berupaya untuk diwujudkan. Memang, 
mulanya orang tua tidak menyetujui langkah ana ini. Mengingat rentang waktu (4 
th) yang bakal saya jalani dan karena dulu, ana kuliah D2 PGSD (th 2004), yg 
sekarang dicutikan, juga karena saya bungsu perempuan pula. Tapi, dengan serta 
merta mereka merestui ana. Tapi, sekarang justru ana yang bingung. Perlu 
diketahui bahwa, saya baru-baru ini mengikuti taklim Assunnah bimbingannya Abu 
Sa'id di Jelekong, Giriharja, Baleendah Bandung. Ana mendapat keterangan bahwa 
seorang akhwat memang harus/lebih baik tinggal di rumah sebagai istananya (ini 
ana ketahui sejak SMA) tetapi apakah memang akhwat itu tidak boleh memepelajari 
ilmu dunia (Biologi, Kimia, dll) yg notabene disebut sebagai ilmu bisikan 
syaithan. Dan mayoritas, anak-anak dari Ummu-Ummu di Ta'lim yg ana ikuti, 
mempesantrenkan mereka, untuk menghindari bahayanya ilmu dunia tsb.
Lalu ana ingin bertanya, dengan kapasitas ana yang sudah terlanjur (memasuki 
semester II) dan dengan cita-cita yang saya usung tadi, masih bolehkah ana 
melanjutkan studi ana? dengan menyertakan bahwa ana di kelas antara ikhwan dan 
akhwat duduknya terpisah, walau memang kemungkinan besar ikhtilat dapat terjadi 
saja. Ana merasa serba salah Ustadz/ah. Di sisi lain ana ingin sekali 
mewujudkan cita-cita ana, tapi di sisi lain...... resah sekali hati ana 
sekarang.
Ana ingin seperti yg lain. Tapi ya, ana akui kuliah ana seperti menyibukkan ana 
dari tolabul'ilmi ilmu agama ALLAH. ana hanya meengikuti ta'lim takhossus hari 
sabtu dan Nashihaati Lin-Nisaa hari Ahad. Karena ana kuliah dari Senin-Jumat. 
Afwan kalau saya memberanikan diri mengajukan kemungkinan ini, Diperbolehkan 
tidak bila ana tetap mengikuti kuliah dan secara tidak rutin saya mengikuti 
kajian ta'lim?. Jazakumullohu khairan katsiraan.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-------------------------------------------------------------------------
HADIRILAH .. SILATURAHMI ULAMA DAN UMMAT KE II BERSAMA MURID-MURID SENIOR 
ULAMA AHLI HADITS ABAD INI SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI, MASJID 
ISTIQLAL, AHAD 20 MUHARRAM 1427H/19 FEBRUARI 2006M JAM 08.00 – 12.00 
website anda.http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id website audio
http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] 
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke