Wa'alaikum salam warokhmatulloohi wabarokaatuh.
  
  ana hanya ingin menambahkan..
  ana pernah membaca di artikel di situs http://www.almanhaj.or.id 
tentang masalah bid'ah.
  
  ana sedikit menyimpulkan bahwa mengenai permasalahan bid'ah 
tidaknya suatu teknologi dilihat dari beberapa sisi.
  
  Di artikel itu ada kalimat :
  1.  Seandainya suatu alat tersebut sudah ada pada masa Rosulullah  
Shalallahu 'Alaihi was Salam, maka Rosulullah Shalallahu 'Alaihi 
was  Salam pasti menganjurkannya. 
  
  Misalnya pengeras suara, seandainya sudah ada maka Rosulullah  
Shalallahu 'Alaihi was Salam pasti akan menggunakannya, karena 
seperti  di sifatkan bahwa bilal dipilih karena suaranya yang merdu 
dan keras.
  
  Tapi ada beberapa hal yang memang ditekankan untuk dilakukan 
untuk  menggunakan apa yang Rosulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam 
contohkan.  Rosulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam memberi contoh 
berzikir dengan  tangannya, padahal sudah ada alat penghitung pada 
masa Rosulullah  Shalallahu 'Alaihi was Salam, tapi Rosulullah 
Shalallahu 'Alaihi was  Salam tidak menggunakannya.
  
  2. Ada hal - hal yang mana para ulama lebih mengetahuinya, 
misalnya  seperti bagaimana Abu Bakar radhiallahu'anu saat 
memerintahkan  mengumpulkan al-Quran menjadi satu mushaf lebih 
mengetahui hukumnya  bahwa itu bukan bid'ah dibandingkan Umar 
radhiallahu'anu, padahal  awalnya Umar radhiallahu'anu menyangka itu 
suatu bid'ah. Jadi para  ulama tidak serta merta menyatakan itu 
bid'ah atau tidak suatu alat  yang digunakan kecuali dengan ilmu 
pengetahuannya mereka sudah  menelitinya. Dengan satu syarat, kita 
bukan karena taqlid buta  mengikutinya, tapi karena dalil - dalil 
shohih yang para ulama  paparkan. 
  
  3. Dan ada hal - hal yang para ulama mendiamkan untuk tidak  
membahasnya, seperti apakah bid'ah menggunakan kendaraan ke masjid  
walaupun Rosulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam pergi ke masjid 
dengan  jalan kaki dan memberitahukan keutamaannya. Artinya, jika 
kita masih  sanggup berjalan kaki, maka itu lebih utama bagi kita di 
bandingkan  kita menggunakan motor atau mobil.
  
  Atau hal - hal lain, yang mana bila itu dibahas malah akan 
memberatkan  kita kaum muslimin untuk melaksanakannya. Dan kita 
menghormati mereka  karena diam mereka.
  
  Inilah yang membedakan kita (salafy) dengan golongan lain, karena 
kita  menghormati para ulama atas ilmu mereka, tanpa kita mengkultuskannya.
  
  Wallahu'alam.
  

hilmy hilmy <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:          Wa'alaikum salam warokhmatulloohi wabarokaatuh.
  Ana coba membantu insya Allah menjadi jelas.
  
  Akhi, dalam tulisannya syaikh muhammad Sholeh Al-Utsaimin 
Rahimahullooh mengatakan :
  
"Disebutkan dalam kaedah: Sarana dihukumi menurut tujuannya. Maka  
sarana untuk melaksanakan perintah, hukumnya diperintahkan; sarana  
untuk perbuatan yang tidak diperintahkan, hukumnya tidak 
diperintahkan;  sedang sarana untuk perbuatan haram, hukumnya adalah 
haram. Untuk itu,  suatu kebaikan jika dijadikan sarana untuk 
kejahatan, akan berubah  hukumnya menjadi hal yang buruk dan jahat."
  
  Akhi sudah mendapat penjelasan sebagaimana yang akhi tulis pada 
wala email. adapun contoh yang akhi bawa
  ....
  > bagaimana dengan
  > tasbih dan bedug yang dikatakan bid'ah namun dia
  > kegunaannya untuk alat mendukung ibadah, bukan
  > ibadahnya, sama dengan komputer, email dll,
  
  Agar lebih mengarah dan tidak menimbulkan syubhat yang lain ana 
batasi saja dulu yang ana "Cut dan Paste"
  
  1. Tasbih.
  Hubungannya dengan dzikir. Dalam artian melakukan kegiatan ibadah  
dzikir. di sana jelas dalilnya tentang dzikir. Dan dicontohkan oleh  
salafus shalih. bahwa rosul menghitung dengan ruas jari tangan 
kanan  (Hadist Riwayat Abu daud dan Imam At-tirmidzi). Kalau dengan 
Tasbih!  ya, termasuk perbuatan meng-Ada-ada. Demikian juga dengan 
Komputer.  apabila akhi gunakan untuk menghitung dzikir niscaya akan 
dihukumi  sama. yakni meng-ada-ada (Bid'ah).
  
  Adapun komputer yang dibolehkan dalam rangka mendukung adalah 
mungkin  karena kita pelupa maka dengan word dan arabic fontnya kita 
mencatat  kalimat dzikirnya dan mencatat sumber haditsnya sehingga 
kita tahu  bahwa dzikir ini shahih dikeluarkan oleh perawi fulan 
dari fulan dan  fulan.
  
  Demikian pula dengan tasbih, seandainya pun dibolehkan (khawatir  
tasyabuh dengan agama lain. Karena tasbih adalah lambang ibadah 
agama  budha) maka tasbih yang dengan bulatan-bulatannya kita 
gunakan untuk  menjaga kesehatan kita (mis: untuk 
pemijatan/refleksi) yang dengannya  tercapailah sarana untuk menjaga 
kesehatan kita yang kita gunakan untuk  ibadah.
  
  2. Adapun bedug. idem dito. alias kalau adzan dengan pengeras 
suara  saja sudah sampai untuk memberi tahukan waktu sholat. kenapa 
lagi harus  dengan bedug. (yang harus diakui suaranya memang lebih 
keras dari suara  orang berteriak.)
  
  Begitu juga dengan motor. kalau saja motor kita gunakan untuk  
muter-muter kampung memberitahukan waktu sholat, niscaya dihukumi 
yang  sama dengan bedug. Sementara dengan bedug (belum lagi 
tasyabuhnya  dengan agama lain. yang menggunakan pemberitahuan 
sakralnya dengan  bunyi-bunyian.
  
  Allohu'alam bisshowab.
  Ana mohon maaf kalau ada kata yang tidak berkenan sesungguhnya 
memang datang dari kebodohan ana menulis.
  padahal yang ana maksud adalah untuk memberikan gambaran yang 
lebih mendasar (membumi).
  
  Semoga Allah mengaruniakan kefahaman pada Dien ini kepada Kita.
  
  Wassalamu'alaikum warokhmatulloohi wabarokaatuh.
  
  Abu Hilmy.
  
  
  
  --- Bambang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
  > Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.,
  >
  > Afwan ane cuma menanyakan seputar bid'ah yang sudah
  > pernah ditanyakan saudara2ku yg lain, namun ada yg
  > masih belum jelas.
  > Jika Bid'ah itu yg berhubungan dengan ibadah saja
  > tidak untuk tekhnologi dlsbnya, bagaimana dengan
  > tasbih dan bedug yang dikatakan bid'ah namun dia
  > kegunaannya untuk alat mendukung ibadah, bukan
  > ibadahnya, sama dengan komputer, email dll, termasuk
  > motor yang kita pakai untuk kita gunakan menuju
  > masjid. apakah tidak disebut dgn bid'ah..?
  > Maaf ane ingin penjelasan lagi agar bisa lebih
  > faham.
  >
  > Wassalam,
  > Abu Dafa
  
  





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------
HADIRILAH.. SILATURAHMI ULAMA DAN UMMAT KE II BERSAMA MURID-MURID SENIOR
ULAMA AHLI HADITS ABAD INI SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI, MASJID
ISTIQLAL, AHAD 20 MUHARRAM 1427H/19 FEBRUARI 2006M JAM 08.00 – 12.00
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke