betul sekali apa yang dikatakan akhi dion tentang pola-pola kegiatan LDK -apalagi karena kita sekampus.. sefakultas lagi, jadi yang dialami mungkin mirip...
pengalaman ana dulu pas masuk UI dan melihat juga pola di fakultas lain yang serupa. pertama2 biasanya kita langsung dibagi kedalam kelompok2 mentoring atau di fakultas lain ada yang dinamakan KSI (kelompok studi islam), terus yang khas suka ada kegiatan semacam dauroh yang sampai nginep2 di luar kota... yang kasih materi mentoring yang kakak kelas yang sebagian besar sih kurang sekali ilmunya. di tingkat selanjutnya biasanya kelompok2 ini kembali dipisah, yang sudah ikut liqo lama tidak diikutkan lagi (dulu mereka digabung dengan yang masih baru untuk menyemangati).... setau ana jenjangnya lain antara mentoring dan liqo. dan liqo itu tahap yang lebih advanced lagi menurut mereka... padahal menurut pengalaman ana keduanya ya sama saja. sama sama ga ada ilmunya... yang beda di liqo sudah mulai ditekankan keterikatan pada jama'ah.. di setiap kelas (angkatan) biasanya ada tim da'wah fardhiyah.. setiap anggota tim ini punya tugas untuk membina/mendekati teman2 yang belum "paham". dulupun ana sempat dimasukan ke tim ini, tapi setelah ana terang-terang bilang ana tidak semanhaj dengan mereka, ya tentu saja setelah itu langsung di black list dan ga pernah diikutsertakan dalam kegiatan mereka... alhamdulillah jujur harus kita akui... strategi mereka cukup rapi dan terorganisir, bahkan kalo di UI setiap ketua senat, ketua BEM, ketua rohis fakultas, sudah jauh2 hari dirancang siapa saja orangnya agar jangan ke tangan orang lain... termasuk juga ikhwan/akhwat yang ngaji salaf. ini kenyataan loh.. tapi strategi dan cara yang baik saja tentu tidak cukup, yang lebih penting justru dilupakan... ilmu yang benar sangat kurang sekali, bahkan bid'ah semakin dibudayakan. bahkan 75% lebih kegiatan mereka adalah bid'ah... merayakan perayaan islam yang tidak pernah rasulullah contohkan, mabit dengan sholat tahajud berjamaah dengan acara nangis bersama, demonstrasi, nasyid, kebiasaaan salam2an setelah sholat, kebiasaan mengucapkan selamat ulang tahun... dan banyak lagi... sementara kajian ilmiyah sedikit sekali dibahas, sedikit sekali di bahas soal hadits, tafsir, fiqih, dll..., sementara liqo sendiri (yang sepertinya segala-galanya buat mereka) yang dibahas sama sekali tidak mengedepankan keilmiyahan.. Saran ana kepada ukhti leony, mungkin ukur kemampuan diri dan keilmuan kita.. kita termasuk orang yang bisa mewarnai atau terwarnai... kalo kita masih bisa terpengaruh... sebaikanya segera mengundurkan diri dari lingkungan mereka... dulu ada teman akhwat ana yang sudah ikut kajian salaf tapi dia tetep keukeuh ikut di IM juga... lama2 toh dia terbawa dengan mereka juga, bahkan akhirnya dijadi ketua keputrian... dan sulit juga menurut ana sih untuk menjalani keduanya (apalagi buat akhwat, sendirian lagi)... bagaimana bisa.. di satu pihak mengajarkan sunnah, di lain pihak membudayakan bid'ah.. bagaimana bisa menyatukannya??... dulu ana juga langsung mutusin keluar saja karena memang merasa tidak nyaman saja dan ga ada manfaatnya... toh da'wah ga berhenti dengan kita keluar dari mereka.., alhamdulillah beberapa temen (walau ga banyak) akhirnya bisa dida'wahi dan ikut kajian salaf.. alhamdulillah.... dan satu hal yang mesti ukhti pegang erat dalam hati. Jangan pernah takut sendiri, jangan pernah takut jadi orang yang paling beda, jangan pernah takut jadi orang yang paling aneh, JUMLAH BUKAN UKURAN KEBENARAN, tetaplah Istiqomah dan cari teman yang semanhaj yang bisa diajak bertukar pikiran... kalo ilmu ukhti belum terlalu banyak, lebih baik hindari banyak berdebat untuk teman2 dari kalangan IM... ingat!!! mereka terdidik bisa berargumentasi dan berdebat dengan baik, kalo kita belum kuat niscaya justru kita yang terpengaruh... dulupun ana sendirian di antara sekian banyak mahasiswa di salemba, tapi modal ana waktu hanya dengan keyakinan yang sangat kuat bahwa manhaj salaf adalah manhaj yang haq, sehingga alhamdulillah masih bisa kuat bertahan dengan prinsip. Kalo kita yakin kita bisa mewarnai ya mungkin boleh saja sih, tapi jika sendiri.. apakah mungkin??.. ana pikir terlalu riskan ya... (kenyataan yang ana lihat seperti itu soalnya, terutama buat akhwat) Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan keistiqomahan pada ukhti... murdiyono murdiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ini pertanyaan menarik dari saudari kita yang baru masuk kampus. afwan ana ketinggalan info neh soal ada email yang nanya masalah ginian. ana kebetulan sudah lumayan lama berada di kampus yang cukup giat kegiatan 'da'wah'nya setau ana (ana kuliah di UI) markas besar IM dan inkubator yang bagus untuk menumbuhkan gerakan da'wah yang merupakan kaderisasi2 dari partai beraliansi 'Islam' PKS yang ngakunya berngaran dan berkiblat ke IM di mesir. cara yang biasa dilakukan mereka ini biasanya diantaranya, 1. (Khususnya di UI) biasanya di awali dengan OSPEK ala Rohis dengan mentoring kecil sebagai perkenalan, tentunya dengan kaka' kelas/kaka' angkatannya. 2. Acara rutin awal semester yang jalan2 rutin tiap awal kampus ataw bahasa kerennya safar ke puncak dan sejenisnya, yang merupakan acara yang memang buat MABA sebagai awal perekrutan mahasiswa oleh LDF (Lembaga da'wah Fakultas) secara simultan, dengan menu2 Outbond maupun Muhasabah jamaah. 3. Diadakannya acara2 rutin seperti kegiatan2 harian buat2 buletin, acara2 Rohis, dsb. 4. mentoring mingguan yang diadakan secara syiriyah dan terkoordinasi terutama oleh LDF2 kampus. 5. Sering diajaknya MABA dalam acara2 rutin fakultas hingga acara rutin kampus. dll. biasanya sie ini yang umumnya terlihat sebagai perekrutan di fakultas, tentunya jika masuk didalamnya anti akan menemui kegiatan2 yang jika di nalar isinya cuma kangkung, bayem dan tempe (afwan, maksudnya kajian2 tak berisi) lha yang ngisi amatiran2 kelas teri semua. ada murobi diatas pementor, kalo anti dah lama mungkin akan di da'wahi langsung oleh sang murobi kacangan2 kampus itu. jazakillah khoir Leonny Pramitasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh Ana baru mulai mengenal manhaj salaf serta mengikuti pengajian salaf. Ana ingin bertanya apa saja cara dakwah yg biasa dilakukan di lembaga2 dakwah (di kampus atau sekolah) yang tidak sesuai dengan syariat? Lalu apakah yang seharusnya ana lakukan (bagaimana bersikap) di lembaga dakwah yang ada di kampus ana... Akhir2 ini ana juga mulai aktif di lembaga tersebut. Mohon bantuan jawaban... Jazakillah.. Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh --------------- Yahoo! Photos NEW, now offering a quality print service from just 8p a photo. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
