|
wa'alaikumussalaam warahmatullah
wabarakaatuh,
1. kitab sirah terjemahan
sebatas yang ana tahu, ada terjemahan Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam ar-Rahiqul Makhtum syaikh Shafiyyur Rahman al-Mubarakfury Nurul Yaqin jg pernah lihat kayaknya.. yg lainnya, waAllahu a'lam mungkin ikhwan lain lebih uptodate 2. terjemahan bidayah wan
nihayah
sebenarnya yang diterjemahkan ust. abu ihsan bukan dari bidayah nihayah nya sendiri tapi memang kitab yang ringkasan dan tahqiq nya, sebagaimana ada disebutkan di kata pengantarnya. dari sebuah disertasi sorang thalib di universitas islam madinah, kalo tidak salah... dan peringkas memang mengambil bagian khulafaur rasyidin saja, mulai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali (radliyallahu anhum) dan sedikit tentang dan al-Hasan bin Ali,
karena ibnu katsir berpendapat bahwa masa 6 bulan al-Hasan masih termasuk khilafah diatas manhaj nubuwwah, sebagaimana dalil-dalil yang beliau kemukakan didalamnya. (waAllahu a'lamu bis shawab) ttg kitab sejarah shahabat sepertinya juga
sudah ada yang lainnya,
tapi ana sendiri belum pernah baca dan belum tahu komentar orang2 yang sudah baca (ie. ustadz, ikhwan yg lain, etc) mungkin sekalian tanya, barangkali ikhwan ada yg tahu ttg kitab Rijal Haular Rasul karya Kholid M Kholid, gimanakah komentar para ulama tentangnya kl ada, atau ustadz, atau yang lain yang pernah baca ? bukunya diterbitkan seingat ana cv diponegoro, 60 shahabat nabi kira-kira seperti itu judulnya. 3. panggilan dengan kunyah,
nama panggilan yang memakai abu atau ummu disebut "kunyah" (baca : kun-yah), sebenarnya berbeda dengan gelar, sebab gelar ada istilahnya lain yaitu "laqob"... kunyah sendiri mungkin memang dlm budaya bangsa kita kurang populer, walau sebenarnya secara tidak sadar juga mungkin sering dipakai untuk maksud lebih menghormati... (khususnya orang jawa, yang ana tahu) memakai nama kunyah termasuk hal yang
masyru' sebagaimana terdapat beberapa hadits tentangnya...
beberapa hal tentang nama kunyah, - kunyah umumnya dengan nama anak yang pertama - kunyah tidak selalu harus sudah punya
anak, atau sudah menikah,
contohnya Nabi shallallahu alaihi wa wasallam pernah memanggil anak kecil dengan nama Abu Umeir. contohnya Ummu Abdillah Aisyah radliyallahu anha, Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Abu Abdillah Muhammad bin Isma'il al-Bukhori, Abul Abbas Ahmad bin Taimiyah al-Harrani, dst.. dari Anas bin Malik radliyallahu anhu :
"Adalah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam itu orang yang paling baik
akhlaknya, aku mempunyai saudara laki-laki yang telah disapih, bernama Abu
Umair. Biasanya apabila Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam datang lalu
melihatnya, maka beliau mengatakan : "Wahai Abu Umair! Apa yang dilakukan si
Nugheir (nama burung kecil) ?" Dia biasa bermain-main dengan burung kecil itu."
[HR. Muslim no. 2150]
dalam silsilah ahadits shahihah, syaikh
al-albani :
hadits Nabi shallalahu alaihi wa sallam yang memberi kunyah istrinya aisyah radliyallahu anha dengan nama keponakannya, Abdullah bin Zubair : "berkunyahlah dengan anakmu, Abdullah yakni (Abdullah) ibnu Zubair, kamu adalah Ummu Abdillah." [Silsilah Ahadits as-Shohihah no 132] - kunyah kadang dengan nama bukan manusia,
bahkan benda
contohnya Abu Hurairah bapaknya kucing betina kecil (?), Abu Turob (bapak tanah) kunyah dari Ali bin Abi Thalib, - kadang orang lebih dikenal dengan
kunyahnya, sehingga cukup bagi dia identitas itu
seperti Abu Bakar as-Shiddiq (Abdullah bin Abi Quhafah), atau Abu Hurairah (kata syaikh utsaimin, menurut pendapat terkuat nama beliau adalah Abdurrahman bin Shokhr, sebab ada perbedaan pendapat ttg nama asli beliau) yang kadang malah sering diantara kita
tidak/belum tahu nama aslinya karena kalah pupuler dibanding
kunyahnya.
- tapi kadang kunyah bisa jadi untuk
menyembunyikan identitas, celakanya kalo dalam meriwayatkan hadits bisa jadi
mudallits,
dan termasuk nasihat para ulama pd zaman ini diantaranya jangan diterima dari orang-orang yang menyembunyikan identitas, mengingat dunia internet telah penuh dengan fitnah, dan kemungkinan pemalsuan yang lebih besar... atau memakai nama untuk maksud-maksud yang
lain... seperti tatkala shobigh bin asl yang dihadapkan kepada umar bin
khottob,
waktu ditanya namanya jawabnya saya hamba
allah (abdullah) sobigh, umar pun segera menukas : saya (juga) hamba Allah,
Umar.
PS. termasuk cukup berkaitan dengan hal
ini, dan nampaknya bermanfaat disampaikan jg ...
ust agus hasan bashori, dlm salah satu kajian beliau menasihatkan
supaya menyebutkan nama yang jelas,
tidak usah semacam ada menyembunyikan
diri... tatkala beliau bawakan kajian tentang adab-adab,
diantaranya abdullah bin umar pernah
menasihati seorang maula dari bani tamim,
supaya kalo ditanyai menjawab dengan
jawaban yang jelas, yang tidak menimbulkan ambigu ...
waAllahu a'lamu bis shawab.
mohon dikoreksi kl ada yang kurang
...
akhukum fillah.
toni s alghurahy, (toni suharianto bin mashuri bin kurmen
bin ahmad jalal, asal dari gurah kediri)
-------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS
|
- Re: [assunnah] Kitab Sirah hata san
- Re: [assunnah] Kitab Sirah Imad Syahin
- Re: [assunnah] Kitab Sirah alghurahy
- [assunnah] Kajian di Kediri & Pare Teguh Prihattanto
- Re: [assunnah] Kajian di Kediri & Pare alghurahy
- Balasan: [assunnah] Kajian di Kediri & ... ruudv AVL
- Re: [assunnah] Kitab Sirah Ahmad Sibil
- Re: [assunnah] Kitab Sirah Chandraleka
