Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mohon jika ada yang mengetahui lembaga pendidikan pesantren atau madrasah setingkat ibtidaiyah di *daerah Surabaya* utamanya *dekat daerah Ketintang*, insyaAllah anak bungsu kami perempuan sudah memasuki usia sekolah dasar tahun ajaran baru ini. Jazakumullahu khoiron katsiro.- Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.-
On 4/2/06, Badaruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Alaikum salam warahmatullahi wabarakatu, > > Setahu saya sudah ada usaha kearah sini untuk daerah malang, karena ada > teman istri saya yang bekerja di salah satu lembaga tersebut, maaf saya > lupa namanya, insyaAllah akan saya kabari lagi sejauh mana lembaga > berdiri dalam dunia pendidikan.. > > Salam > Badar > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of salehuddin alpraja > Sent: 02 April 2006 3:01 > To: [email protected] > Subject: Re: [assunnah] Antara Pesantren dan Homeschoolin > > Assalamu Alaikum Warohmatullahi > Sangat menarik sekali. Mau tanya di Malang apa sudah > ada yang merealisasikan gagasan ini. Saya sangat > menantikan ada kabar baru dari Malang, karena > sampai saat ini saya binggung dimana saya akan > mondokan anak-anak saya sepulang dari Australia. Ada > alternatif di pare atau di Jateng. > > Mudahan ada salafiyun Malang yg merenspons, saya siap > dikontak kalau ada program mungkin kita bisa kerja > sama merewujudkan ide bagus ini. > > Abu Sajid > Canberra > > > --- Fatkhurahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Assalaamu Alaikum Warohmatullahi wabarokatuhu. > > Ana mau berbagi pengalaman. > > 2 tahun yang lalu kami memindahkan sekolah anak kami > > dari umum ke pesantren yang cukup jauh, > > Sesungguhnya program pendidikan dan > > penyelenggaraanya sangatlah bagus, > > Namun ada beberapa kendala di pihak kami, contohnya > > : anak kami masih kecil sulit mengurus kebersihan > > dirinya sendiri, pakaian, kemudian ibunya selalu > > kangen kepada anak termasuk saya sendiri. > > Akhirnya karena beberapa kendala tersebut kami > > putuskan untuk buat homescholling semi pesantren. > > > > Caranya adalah : > > - dengan beberapa ikhwan sepakat untuk memulai > > program ini dengan komitmen bersama (program tahfidz > > dan diniyah) > > - Menyediakan tempat di sekitar lingkungan kita > > sendiri (boleh di rumah) untuk proses kegiatan > > belajar mengajar > > - ditunjuk penanggung jawab : UMUM dan DINIYAH > > - Santri mondok dari senin sampai jum'at, sabtu > > minggu libur bersama orang tua > > > > Untuk Pelajaran UMUM : (Insya alloh tidak perlu > > khawatir untuk masalah IJAZAH) > > - Menyelenggarakan sendiri program paket A atau B > > atau C atau bergabung dengan yang sudah ada. > > - waktu belajar fleksibel > > - Kalau sudah kelas 6 didaftarkan untuk mengikuti > > ujian > > - Ijazah setara dengan SD atau SMP atau SMA dan > > dapat melanjutklan ke perguruan tinggi bagi yang > > berminat. > > (Ditetapkan berdasarkan UU Diknas no 23) > > - Program ini dapat dilaksanakan 1 grup 20 orang dan > > mendapatkan dana dari pemerintah. > > > > Yayasan Asysyifa Al-Islamiyah Karawang > > > > Fatkhurohman > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: "lulu aliudin" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[email protected]> > > Sent: Thursday, March 30, 2006 7:54 AM > > Subject: [assunnah] Antara Pesantren dan > > Homeschooling: Minta saran > > > > > Assalamualaikum Warohmatullohi wa barokatuh. > > > Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan > > begitu banyak ni'mat. > > > Sholawat dan Salam semoga terlimpahkan kepada Nabi > > kita Muhammad > > > Shollallohu 'alaihi wa sallam. > > > > > > Salah satu fenomena yang menggembirakan kita > > -salafiyyin- adalah semakin > > > banyaknya sekolah-sekolah Islam yang memberikan > > pendidikan Islam menurut > > > pemahaman Salafusholih. Diantara kita ada yang > > mendidik anaknya di sekolah > > > tersebut. Bahkan rela berpisah dari anaknya sedari > > usia 7 tahun dengan > > > menitipkan ke pondok pesantren untuk mendapatkan > > pendidikan yang dapat > > > meraih kesuksesan dunia dan akhirat. > > > Alhamdulillah ini adalah bukti betapa cemburunya > > para orangtua kepada > > > anak-anaknya. Mudah-mudahan kita juga memiliki > > kecemburuan seperti itu > > > sebagai pengamalan ayat al Qur-an "jagalah diri > > dan keluargamu dari api > > > neraka." > > > > > > Walaupun demikian hal ini bukanlah sesuatu yang > > disepakati bersama, dalam > > > arti ada yang pro dan kontra. Yang pro mengatakan > > inilah solusi tepat > > > untuk mendidik anak kita secara Islami. Yang > > kontra merasa tidak tega > > > menitipkan anaknya yang sedemikian masih kecilnya > > dan jauh dari > > > orangtuannya, walaupun yang kontra ini memahami > > alasan yang dibawakan oleh > > > yang pro. Yang pro juga mengatakan di kota kita > > belum ada Lembaga > > > pendidikan Islam bermanhaj ahlussunnah wal > > jama'ah. Sehingga, mereka > > > beralasan, kami lebih tidak tega lagi jika anak > > kami belajar di sekolah > > > umum. Di lain pihak, pihak yang kontra bukanlah > > semata-mata tidak setuju > > > terhadap konsep pesantren bagi anak-anak tapi juga > > melihat kenyataan bahwa > > > biaya pendidikan pondok pesantren juga tidak > > sedikit. Dari obrolan > > > beberapa ustadz salafy pun ada diantara mereka > > yang tidak setuju > > > memondokkan anak-anak usia 6 atau tujuh tahun di > > pesantren > > > > > > Maka hal ini menjadi sesuatu yang dilematis bagi > > saya pribadi. Bayangkan > > > saja jika kita mulai menitipkan anak sedari usia 6 > > atau 7 tahun dan mulai > > > usia tersebut sang anak jauh dari orang tuanya. > > Itu artinya kita hanya > > > "mengecap" kebersamaan dengan anak kita selama > > enam atau tujuh tahun. > > > Wallohu a'lam. > > > > > > Dari fenomena itu maka di Cilegon -sebuah kota > > yang belum memiliki lembaga > > > pendidikan ahlussunnah wal jama'ah-sedang beredar > > wacana homeschooling > > > untuk anak-anak salafiyyin. Wacana ini timbul > > untuk menganbil jalan tengah > > > antara yang pro dan kontra. > > > > > > Ada baiknya saya jelaskan wacana homeschool ini > > kepada antum semua dan ana > > > dengan memohon pertolongan Alloh meminta saran & > > masukan dari antum. Kami > > > memiliki rencana untuk tidak menitipkan anak-anak > > kami ke > > > pesantren-pesantren yang jaraknya ratusan bahkan > > ribuan kilometer dari > > > Cilegon dan tidak juga menyekolahkan anak kami ke > > sekolah sekolah umum. > > > Sebagai gantinya kami akan mendidik sendiri > > anak-anak kami di rumah kami, > > > minimal sampai usia 12 tahun. Ibunyalah yang akan > > memberikan pendidikan > > > dasar tersebut. Dalam rentang waktu tersebut kami > > akan memberikan > > > pendidikan dasar sebagaimana layaknya anak-anak > > Siswa SD kepada anak anak > > > kami. Kami akan membekali mereka dengan > > pelajaran-pelajaran dasar Dinul > > > Islam selain juga pelajaran umum sesuai kurikulum > > DIKNAS. Jika ada mata > > > pelajaran yang tidak dikuasai oleh kami, misalnya > > matematika, maka kami > > > akan memanggil guru privat untuk mereka. Wacana > > ini sebetulnya bukan > > > merupakan suatu hal yang baru karena di beberapa > > negara ada, bahkan tidak > > > sedikit yang mendidik anaknya seperti itu. > > Demikian sekilas wacana > > > tersebut. > > > > > > Namun tentu saja kami juga tahu diri tentang > > keterbatasan kami baik dari > > > segi ilmu ataupun wawasan yang berkenaan dengan > > sistem pendidikan di > > > Indonesia. Dengan memohon pertolongan Alloh ada > > hal - hal yang ingin ana > > > tanyakan: > > > 1. Jika anak kami ingin mendapatkan ijazah SD > > formal apakah kita bisa > > > mengikuti program ujian persamaan, yang kalau > > tidak salah namanya Paket A, > > > B dan C? (Walhamdulillah, kami tidak butuh ijazah > > dalam mendidik anak-anak > > > kami namun ijazah ini kami anggap sebagai satu > > sarana untuk melanjutkan > > > pendidikan di pesantren yang membutuhkan ijazah > > sebagai persyaratan > > > masuknya. Kami berencana setelah memasuki usia > > remaja barulah kami > > > menitipkan anak kami ke pondok pesantren) > > > 2. Adakah sanksi dari pemerintah jika kita tidak > > menyekolahkan anak kita > > > ke SD mengingat adanya program wajib belajar 9 > > tahun? > > > 3. Bagaimana pendapat antum tentang wacana > > Homeschooling ini? > > > > > > Demikian curahan hati saya yang panjang lebar ini. > > Atas perhatiannya saya > > > ucapkan Jazakumullohu Khoiron. > > > > > > Seorang bapak dari Maryam, Fathimah, Khodijah, dan > > Abdurrohman. > > > > > > Abu Maryam Lulu Aliudin ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
