Wa'alaikumus salam Wr Wb Sbelumnya Af1, ikut nimbrung dikit
Kl mnrt saya pribadi mungkin kurangnya komunikasi antara anda dg istri. Jika ad waktu luang berdua, Coba dibicarakan, didiskusikan secara baik2. Bahwa anda juga sayang sama istri, ibu dan keluarganya. Bagaimanapun mrk jg keluarga anda. Kl bisa jgn emosi ato marah2 itu menunjuk kan bahwa anda sendiri kurang bisa menahan hawa nafsu. Saya yakin istri anda jg sedih melihat sikap anda yg kurang sopan sama ibunya ( Af1 kl saya terll terbuka ). Sangat susah berdakwah apalagi sama non muslim yg mrk anggap mungkin kita jg musuh mrk. Tunjukkan pada mereka bahwa islam itu indah, damai, rukun. Dg melihat keseharian anda mungkin mrk secara pelan2 akan mau menerima islam. Setelah mrk tertarik baru pelan2 tentunya kita mengajak. Dg Istri anda yg lagi down setelah melihat sikap anda pada ibunya yg kurang sopan, jadinya dia malah melawan Anda dan bilang kepada Anda "jangan kuatir tentang saya....nanti di akhirat saya tidak akan menuntut kamu dan semuanya adalah tanggung jawab saya.." Yg harus dilakukan ambil hati mereka. Brusaha mengalah, tp tetap jg brusaha membujuk agar mereka bisa mererima islam dg pelan2. Smoga bisa jadi masukan, mohon maaf jika kurang berkenan. Af1 wa Syukron --- Abu Salahuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu alaikum warahmatullahi > > Ikhwan dan akhwan sekalian yang saya hormati. Semoga > selalu dalam hidayah > Allah Subbahana wataala. Saya mohon bantuan untuk > diberikannya saran kepada > saya terhadap masalah saya yang saya hadapi sekarang > ini. > > Empat tahun lalu saya telah menikahi seorang > nonmuslim, yang alhamdulillah > telah menjadi muslim. Karena kasih sayangnya istri > saya terhadap *ibunya > yang nonmuslim, *dia ingin saya bersama keluarga > untuk tinggal bersama > ibunya dengan alasan untuk merawatnya. Sampai > sekarang keiinginannya telah > saya penuhi dan insyaAllah saya berharap suatu saat > ibunya bisa masuk Islam > juga. Perlu diketahui, setelah 2 tahun menikah > Alhamdulillah istri saya > mulai untuk memakai jilbab dan kami berdua berusaha > untuk mendalami Islam > lebih dalam lagi sesuai sunnah Rasul Saullahu alai > wassalam. Dan > Alhamdulillah hidup kami penuh dengan kebahagian > selama tinggal di negara > yang mayoritas nonmuslim ini. > Yang menjadi kendala kami adalah ibunya mulai > membenci dan marah kepada saya > karena dia bilang saya terlalu mengkontrol istri dan > anak saya untuk menjadi > fanatik. Ibunya melarang keras dan selalu bilang ke > istri saya kalau dia > tidak suka istri saya pakai jilbab. Sampai-sampai > dia menyuruh saya pisah > dengan istri dan anak saya. Karena istri saya sayang > sekali kepada ibunya, > dengan terpaksa dia menuruti kehendaknya. Melihat > keadaan itu, saya menjadi > sangat marah kepada ibunya dan memutuskan untuk > pindah rumah bersama > keluarga saya.. saya sempat naik pitam dan membentak > ibunya, tetapi dia > selalu mengancam istri saya kalau pindah rumah dia > akan bunuh diri. Yang > akhirnya istri saya memohon kepada saya untuk > mengampuni ibunya dan untuk > tidak pindah rumah. > Terpaksa lagi saya turuti keinginannya...tetapi > sampai sekarang ini saya > jadi membenci ibunya dan jadi kurang menghormati > ibunya karena istri saya > tidak pakai jilbab dan mulai tidak mau belajar Islam > lagi. Setiap saya paksa > dia belajar tentang Islam. Istri saya malah melawan > saya dan bilang kepada > saya jangan kuatir tentang saya....nanti diakhirat > saya tidak akan menuntut > kamu dan semuanya adalah tanggung jawab saya. > Astafirullah all adzim, saya > menjadi sedih dan waktu itu saya berkeinginan untuk > menceraikan istri saya. > Tetapi teman saya ( muslim ) selalu menasehatkan > saya untuk tetap bersabar, > jangan bercerai dan mengalah demi keluarga untuk > sementara. Disamping itu > saya memulai untuk boikot segala undangan atau > pertemuan dengan pihak > keluarga ibunya yang non muslim itu. > Perlu diketahui, untuk sementara ini saya tidak > bisa pindah dari negara ini > dikarenakan saya mempunyai suatu usaha perdagangan > disini. > > Yang jadi pertanyaan saya adalah > 1. Apakah sikap saya terhadap ibunya ( nonmuslim ) > salah ? > 2. Bagaimanakah sikap saya terhadap istri saya ? > > Saya mohon maaf kalau emailnya terlalu panjang. > Semoga Allah Subbahana > Wataala membalas segala kebaikan dan memberikan > pahala yang berlimpah kepada > ikhwan dan akhwan sekalian yang terus berusaha untuk > menyebarkan kebenaran > tentang Islam. > > Jazak Allahu Khairan > Wassalamu alaikum warahmatullahi > > Abu Salahuddin > ( 3 Ramadhaan 1395 A.H.) > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
