Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Salafiyyin fiddin semoga Allah subhana wata'ala selalu melindungi antum semua, 
amin.

Sudah jelas buat ana bahwa kita diwajibkan berlepas diri dari orang atau kaum 
yang berbuat atau selalu berbuat bid'ah.

Ana pribadi berusaha semampu mungkin menasihati mereka terhadap perbuatan 
bid'ahnya itu pada hampir setiap amalan ibadah yang mereka selenggarakan.  
Memang, ana rasakan sangat amat berat menyampaikan risalah yang haq itu.  Ana 
tahu, usaha ana ini tak ada se-ujung kukunya bila dibandingkan usaha perjuangan 
para Salafush-sholeh semoga Allah jalla jalaluhu memasukkan mereka semua di 
dalam syurga yang tertinggi bersama para Nabi Allah.

Ana sangat berhati-hati dan berusaha menghindarkan perdebatan yang tidak sehat 
yang akan menimbulkan permusuhan.  Ana selalu menghindari tindakan yang mana 
ana tahu arahnya akan menjadi debat kusir yang berkepanjangan. Hal ini harus 
memerlukan taktik-2 dan harus pintar-2 mencari sela-2 situasi dan kondisi yang 
tepat (Alhmadulillah, disamping ilmu yang selama ini ana pelajari) sehingga 
bisa masuk ke akal mereka di waktu kepala dan hati mereka dingin.

Memang, sampai sekarang, ana benar-2 tahu dan rasakan secara lahiriahnya bahwa 
hampir semua dari mereka membiarkan nasihat ana masuk di telinga kanan dan 
dikeluarkan di telinga kirinya.

Dan memang sejuta alasan dan pembelaan dilontarkan dengan tujuan 
men-justifikasi diri terhadap segala perbuatan itu.
Sampai-2 lontarannya kepada ana: "Kamu dulu juga ikutan melaksanakan amalan 
yang kamu bid'ahkan ini! dan seterusnya". Tidak pernah ana hiraukan semua 
ejekan itu.

Terus terang, lontaran itu memang benar. Ana dulu juga banyak mengamalkan 
perbuatan-2 bid'ah, malah paling rajin.

Alhamdulillah berkat pertolonganNya azza wajall ana sekarang berada pada 
jalannya para Salaf insya-Allah, dan semoga Allah mengaruniakan kekuatan agar 
ana selalu ber-Istiqomah pada jalan ini.

Bila mereka melaksanakan amalan bid'ah itu, contohnya: Tahlilan, Yasinan 
ataupun Maulid Nabi dst, sudah tentu mereka menghidangkan makanan yang 
dinikmati bila acara telah usai.

Beberapakali ana berada di masjid sedang mereka melaksanakan acara itu. Ana 
mengingkarinya dengan keluar dari ruangan tempat acara itu, duduk di ruangan 
lain sambil membaca literature Islam, atau kalau sempat ana ajak ngobrol 
beberapa dari mereka yang tidak begitu antusias akan acara itu, sudah tentu ana 
berusaha menasihati mereka tentang acara yang sedang digelar itu, agar mengerti 
dan mengetahui ajaran Islam (amalan-2) yang sahih dari Rasulullah 
salallahu'alayhi wasallam.

Begitu acara (bid'ah) itu selesai, sebagian mereka mengajak ana untuk menikmati 
bersama hidangan yang sengaja mereka buat.
Wallahu musta'an, ya ikhwah, Sungguh ana tidak tahu, apakah ada dalil yang 
sahih dari Rasulullah salallahu'alayhi wasallam?
Ana sampai sekarang hanya menggunakan logika saja, menolak ajakan mereka itu. 
Ana haramkan diri dan keluarga ana memakan hidangan dari acara bid'ah itu.

Logikanya, melaksanakan atau ber-inisiatif, berpartisipasi ataupun hanya 
mengekor dengan berpura-pura dalam acara bid'ah saja haram hukumnya, maka 
memakan hidangannyapun haram.

Permintaan ana pada antum semua, adakah antum tahu dalil sahih yang bisa 
menguatkan pendirian ana ini? Tolong bantu ana?

Sukron sebelumnya...

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
ahmad ibnu alkherid, new york


---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2ยข/min or less.




--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke