Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Seorang aktivis haroki dalam sebuah email menulis dengan mengutip beberapa hadits dan atsar sebagai bagian pembenaran/ hujjah mereka untuk melakukan unjuk rasa sebagaimana kutipan di bawah ini.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah: 1. Bagaimanakah derajat hadits dan atsar dibawakan oleh aktivis haroki tersebut? 2. Bagaimanakah syarah atas hadits-hadits tersebut? Mohon penjelasan/ bantahan dari ikhwan sekalian, yang barang kali pernah membaca, mendengar kajian, memiliki pengetahuan dan malah sudah mendakwahkan hal ini. Jazzakallahu Khairan Wasssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Abu Ibrahim L.1974 --------------------------------------- Mashirah (unjuk rasa): Menyampaikan aspirasi, tuntutan, bantahan terhadap opini yang menyimpang atau kebijakan dzalim yang dijalankan penguasa. Metode ini tidak disertai dengan pengrusakan dan penghancuran fasilitas umum/pribadi. Ini bagian dari aktifitas da'wah dan koreksi (muhasabah) terhadap penguasa. Rasulullah saw pernah melakukan Mashirah saat di Makkah. Beliau membentuk dua shaf barisan, satu dipimpin oleh Umar bin Khaththab dan yang lain dipimpin oleh Hamzah ibn Abdul Muthalib, berjalan mengelilingi Ka'bah disertai dengan takbir. Tetapi Beliau tidak menjadikan hal ini sebagai thariqah tetapi hanya uslub saja. Pemimpin para Syuhada adalah Hamzah, dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa yang dzalim kemudian (ia) menasehatinya, lalu penguasa tadi membunuhnya (HR Hakim). Seutama-utamanya jihad adalah ucapan/menyampaikan (kata-kata) yang haq di hadapan penguasa yang zalim (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan Nasa'i). Kelak akan ada para penguasa, lalu kalian melakukan amar ma'ruf nahi mungkar. Siapa saja yang melakukan amar ma'ruf maka dia telah bebas (dari pertanggungjawaban di hadapan Allah swt). Siapa saja yang melakukan nahi mungkar maka dia selamat. Akan tetapi, siapa saja yang ridha dan mengikutinya (maka dia tidak akan bebas dan tidak selamat) (HR Muslim). Salah satu kasus kritikan yang dilakukan secara terang-terangan ketika seorang nenek secara terbuka menentang kebijakan Khalifah Umar bin Khaththab dalam hal mahar bagi para wanita. Sang nenek dengan lantang menyatakan: "Hukum macam apa yang engkau kehendaki, wahai Umar?" Umar menanggapi: "Memangnya mengapa?" Kemudian sang nenek membacakan firman Allah swt: Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? (An-Nisa' 20). Lantas Umar berkata: "Ucapan wanita itu benar, Umar yang salah!" Ketaqwaan Umar mengalahkan egonya sebagai penguasa, Umar lebih takut adzab Allah swt daripada rasa malu dikritik oleh rakyatnya. Maraji': 1. 36 soal jawab tentang ekonomi, politik dan dakwah Islam, Abu Fuad, Pustaka Thariqul Izzah, cet. I 2. Dakwah Islam, Ahmad Mahmud, Pustaka Thariqul Izzah, cet. I 3. Bencana lisan, Sa'id Ibnu Ali Al-Qahthani, Penerbit Islam Tadabbur, cet. I 4. Meraih nikmatnya iman, Abdullah Nasih 'Ulwan, Pustaka Mantiq, cet. IV 5. Al-Wa'ie, edisi 54 _________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
