Iwan Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhwa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu
Ya ikhwan fillah ana pernah diskusi dengan teman ana mengenai hadits :mengenai ucapan "perbedaan diantara umatku adalah rahmat" adalah bukan hadis, berikut saya nukilkan tulisan Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Silsilah Al Ahadits Adl Dla'ifah mengenai hadits tersebut:
"Perbedaan diantara umatku adalah rahmat"
Ana sudah menjelaskan kepada teman ana bahwa hadits ini dhoif (mohon dikoreksi jika ana salah), dan ana juga menjelaskan bahwa Imam Malik pernah berkata "Demi Allah diantara dua pendapat yang benar hanya satu" (ana temukan dalam kitab "Sifat shalat Nabi shalallahualaihi wasalam" pada catatan kaki).
"Hadits ini tidak ada asalnya. para muhaddits sudah berusaha keras untuk mendapatkan sanad hadits ini tetapi mereka tidak mendapatkannya. Sampai beliau berkata, "Al Munawi menukil tidak dikenal oleh para muhaddits (ahli hadits) dan saya belum mendapatkannya baik dalm sanad shohih, dloif, atau maudlu'."
makna hadits ini pun diingkari oleh para ulama. Al-Allamah Ibnu Hazm berkata dalam kitbnya Al ihkam fi Ushulil Ahkam juz V hal 64 setelah beliau mengisyaratkan bahwasanya ucapan itu bukan hadits, "Ini adalah ucapan yang paling rusak. karena kalau perselisihan itu rahmat, tentu kesepakatan itu sesuatu yang dibenci dan tidak ada seorang muslim pun yang mengatakan demikian. Yang ada hanya kesepakatan atau perselisihan , rahmat atau dibenci" di tempat lain beliau mengtakan, "Batil atau Dusta"
disebabkan hadits (yang tdk ada asalnya) ini dan yang lainnya, kebanyakan kaum muslimin setelah imam yang empat terus menerus sampai hari ini bertentangan dalam banyak masalah aqidah maupun muamlah, padahal Allah Ta'ala berfirman :
"Kalau sekira Al Qur'an bukan dari Allah niscaya mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya (An Nisaa' : 82)
dan kita semua tahu bahwa syariat ini juga datangnya dari Allah Ta'ala tidak mungkin saling kontradiksi.
seandainya mereka menganggap bahwa pertentangan itu buruk, --sebagaimana ucapan ibnu Mas'ud yang diriwayatkan Abu dawud no 1960 dengan sanad yang shohih dan selainya radliallahu anhum ajma'in dan begitu juga banyak terdapat dalam Al-Quran dan Hadits-hadits yang shohih yang menunjukkan betapa buruknya pertentangan itu-- tentu kita harus bersegera untuk mencapai sepakat. dan setelah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kebenaran dan tidak didapatkan kepastian pendapat mana yang benar dalam perkara yang diperselisihkan. setelah itu baru bertoleransi sebagian terhadap yang lainnya dalam hal-hal yang masih diperselisihkan --sebagaimana yang banyak dipraktekkan oleh para ulama ahlus sunnah dari sejak para sahabat hingga sekarang--
Dan kepada semua kaum muslimin sebaiknya kita nasehatkan bahwa seorang muslim yang mengaku cinta kepada Nabi Muhammad shallallahu alahi wa sallam, tentunya tidak akan berduta atas nama Nabi Muhammad shallallahu alahi wa sallam. Apalagi beliau telah bersabda :
"Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hendaklah ia menempatkan tempat duduknya dari api neraka" (hadits mutawatir, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan lainnya)
oleh karena itu jika ada suatu perkataan, maka harus kita teliti dahulu apakah hadits atau bukan? jika hadits apakah sanadnya shohih atau dloif? kalau hadits tersebut shohih baru boleh kita jadikan pegangan dan diamalkan kemudian kita sampaikan. Jangan sampai kita menyampaikan sebuah hadits yang kita sendiri belum tahu hadits tersebut shohih atau tidak agar tidak terkena ancaman dalam hadits di atas.
ana juga tidak tahu perkataan ini. tapi walaupun hadits ini shohih tetap saja perkataan "perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah rahmat" tidak diterima karena perkataan ini bukanlah hadits walaupun hadits ma'udlu (palsu) sekalipun.
Teman ana baru mengetahui apa hadits shohih dan apa hadits dhoif karena masih sedikit awam dan agak filosof sehingga masih belum bisa menerima dengan alasan bahwa ada riwayat yang teman ana tidak tahu riwayat siapa dan ana juga baru dengar yaitu :
"Ada dua sahabat sedang melakukan perjalanan, pada saat perjalanan tiba waktu shalat namun tidak menemukan air kemudian tayamum lalu shalat, setelah itu mereka melakukan perjalanan kembali dan di tengah perjalanan tersebut mereka menemukan air, disinilah terjadi debat diantara dua sahbat dimana yang satu harus melakukan shalat kembali karena menemukan air yang satu lagi tidak perlu mengganti shalat karena sudah shalat. Kemudian mereka mengadu kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam dan Rasulullah pun menjawab bahwa kedua-duanya adalah benar."
Mungkin diantara antum ada yang mengetahuinya?
Mohon pencerahannya!
dan juga para sahabat berbeda pendapat sebagai suatu keterpaksaan, tetapi mereka mengingkari perselisihan dan menghindarinya ketika mereka mendapatkan jalan keluarnya. sedangkan kebnyakan kaum muslimin sekarang tidak sepakat dan tidak berusaha untuk sepakat. padahal besar kemungkinan kata sepakat itu bisa dicapai dalam sebagian besar permasalahan yang ada. akan tetapi mereka tetap membiarkan perbedaan pendapat tersebut dengan beralsan dengan sebuah hadits yang tidak ada asalnya
dan perselisihan yang terjadi pada para sahabat merupakan sebuah hal keterpaksaan --antum bisa ketahui dari hadits yang antum tanyakan-- sehingga mereka tidak celaan tidak dapat ditimpakan kepada mereka --para sahabat-- sedangkan kaum muslimin sekarang tetap berpegang dengan pendapatnya atau jamaahnya walaupuntelah jelas dari Al-Quran dan Assunnah shohih bahwa pendapat tersebut salah, atau setelah datang nash kepadanya dan setelah tegak hujjah atasnya. kemudian setelah itu ia tetap bergantung kepada fulan dan fulan, taklid, sengaja berselisih, mengajak keopada fanatisme kelompok, bermaksud memecah belah, berupaya dalam pengakuannya untuk selalu mengembalikan (urusannya) kepada Al Quran dan As-Sunnah yang sesuai dengan keinginan saja. Jelas hal-hal tersebut harus kita tolak.
Sukron,wa iyyakum, alangkah baiknya antum menggunakan kalimat " jazakallah khoir(utk ikhwan) atau jazakillah khoir (alkhwat) tau jazakumullah khoir(utk jamak) yang artinya "semoga Allah membalasmu dengan kebaikan". klo sukron artinya "terima kasih"
klau ada kesalahan mohon dikoreksi, insya Allah ana akan selalu rujuk kepada kebenaran dari manapun datangnya
abu anas bin sahlan sanusi bin abdul jalil
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
