Afwan, --Top Reply...

Tidak diragukan lagi, siapa saja yang tergelincir dari perkara bid'ah, tdk
hanya amalan-amalan ibadahnya yg rusak, namun pemikirannya pun terkena
dampaknya.
Tidak ada keraguan dari perkataan Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam
mengenai bid'ah, tidak juga dengan kebencian generasi terbaik Ummat ini
yaitu mereka
--ridwanullah ajma'in terhadap perkara bid'ah, begitupun para
Ulama --rahimahullah kita dapati dari mereka bahwa tidak ada kebaikan dari
perkara bid'ah, sebaliknya mereka tidak menutupi celaan demi celaan mengenai
bid'ah, sampai-sampai Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam 'selalu'
mengatakan 'Kullu (setiap) bid'ah ' dalam kesempatan khutbah Beliau.

Sungguh mereka yang 'buta bashirahnya' akan seenaknya men-tahqik apa-apa
yang telah ditetapkan oleh Rosul Allah ta'ala dan dari mana dia mengatakan
bahwa Bid'ah tidak dapat jatuh ke-perkara Syirik ? Bukankah bid'ah dimulai
(salah satunya) karena menambah-nambah dalam urusan ibadah, bukankah ketika
orang melakukan maulud Nabi misalnya, mereka menyakini akan kehadiran
Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam, mereka meyakini bahwa
'Nur(Cahaya)' adalah Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam, simaklah
baik-baik syair maulud mereka. !! Mereka menyambut kehadiran Rosulullah
shallallahu 'alayhi wa sallam, dan dimana-mana orang melaksanakan maulud
maka Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam hadir ..--Allahu yahdik,
apakah ini bukan suatu perkara Aqidah ??!! mereka 'burhan dan jahl' ketika
membaca syair-syair  kitab yang dikarang Saiyid Jaafar Al Barzanji.

Jika para pelaku bid'ah mati namun tidak sempat bertobat, maka Allah ta'ala
menjelaskan dengan firmanNya --yang artinya :
" Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan
Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS.An-Nisaa'[4].116)
" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik , dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa
yang besar. (QS[4]:48)

adapun jika pelaku bid'ah menyesali dan bertaubat dengan sebenar-benarnya
taubat, maka Allah ta'ala menjelaskan pada firmanNya --yang artinya :
" Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan
kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan "
" dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan
amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan
orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras " (QS.Asy
Syuura[42].25-26)

Menasehati orang yang ikut-ikutan pada perkara bid'ah sedikit lebih mudah
dari pada orang yang menggerakkan bid'ah. Namun hendaknya kita menasehati
dengan 'Ilmu, artinya kita memiliki dalil yang cukup untuk menasehati
mereka, sampaikan kalimatmu..dan selesai.
dan tetaplah bersabar menghadapi perkara-perkara bid;ah yang ada
disekitarmu, sambil mendoakan mereka agar diberi petunjuk oleh Allah ta'ala

Berkara Abdulullah bin Umar --radhiallahu 'anhu
" Kullu bid'atin dholaalah, wa inra ahannasu hasanah " --setiap bid'ah
sesat, sekalipun manusia melihatnya baik

Wallahu a'lam bisShowwab
Abu yahya bin Rahmat Syamsuri
-------------


| Ana punya teman, beliau salah satu pelajar di Abu Bakar Univ. Pakistan.
Ana pernah menanyakan hal ini kepada beliau, dan beliau menjawab dengan
pertanyaan balik, ' Bagaimana dengan kedudukan orang yang melakukan satu
amal kebajikan akan mendapatkan sepuluh hasanah, sedangkan bila melakukan
kesalahan dalam agama hanya akan mendapatkan satu dosa, bukankan dengan
rahmat Allah amal kebajikannya akan menutupi dosa-dosanya? '
|
| Lalu ana bertanya dengan orang yang melakukan dosa syirik, beliau menjawab
bahwa hal ini tidak bisa disamakan dengan perbuatan bid'ah.
|
| Satu hal yang juga menjadi ganjalan dalam hati ana, berapa banyak hari ini
muslim indonesia sudah terjerumus dalam perkara-perkara bid'ah, apakah bila
mereka mati dalam keadaan seperti ini mereka akan masuk ke nerakanya Allah?
|
| Bagaiamana caranya menasihati orang-orang yang melakukan perkara-perkara
bid'ah ini? apalagi yang melakukannya adalah orang-orang yang sudah tua.
|
| Irwansyah
| Network Operation Center
| PT. Mobile-8 Telecom
| 0888 185 2137
|
|
| | Pada tanggal 4/11/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
| >
| > |[EMAIL PROTECTED]
| > |Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
| > |
| > | Ana mau bertanya tentang perkara bid'ah. "....kullu bid'atin dholalah
| > | wakullu dholalatin finnar.." Apakah "penggalan" hadits ini bermakna
| > bahwa
| > | semua orang yang melakukan perkara bid'ah akan masuk neraka? Kalau ada
| > | seseorang yang boleh dikatakan ta'at kepada Allah, tapi sehabis sholat
| > | berjama'ah dia bersalam-salaman dengan jama'ah sholat, apakah orang
ini
| > | sudah masuk kategori ahli bid'ah? Apa saja kriteria sehingga seseorang
| > itu
| > | dikatakan ahli bid'ah?
| > |
| > | Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
| >
| >
| > Wa'alaykumussalam warohmatullaahi wa barokaatuh
| >
| > '...Kullu Bid'atin Dholaalah wa Kullu Dholaalatin fiy nNaar' - ....Semua
| > bid'ah sesat dan semua yang sesat tempatnya di neraka' demikian
penggalan
| > yang diucapkan oleh lisan Rosulullaah Shallallahu 'alayhi wassallam
| >
| > Tidak diragukan lagi, apa-apa yang keluar dari mulut suci Rosulullaah
| > Shallallahu 'alayhi wassallam adalah wahyu yang diwahyukan
| > (QS:An-Najm[53]:3-4), sehingga apa-apa yang dikatakan, yang diperbuat,
yang
| > ditetapkan, dan yang dimiliki oleh Beliau Shallallahu 'alayhi wassallam
| > adalah 'Sunnah' yang menjadi contoh bagi ummat Muhammad Shallallahu
'alayhi
| > wassallam hingga akhir zaman.
| >
| > Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan segala apa yang
| > diperlukan manusia dalam ibadah, mu'amalah dan kehidupan mereka, yakni
| > firman Allah Ta'ala yang artinya. "Pada hari ini telah Ku sempurnakan
untuk
| > kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku
ridhoi
| > Islam itu jadi agama bagimu". (QS:Al-Maa'idah[5]: 3).
| >
| > Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan segala sesuatu
| > berkenan dengan agama, baik melalui perkataan, perbuatan atau
persetujuan
| > beliau. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkannya
langsung
| > dari inisiatif beliau, atau sebagai jawaban atas pertanyaan. Kadangkala,
| > dengan kehendak Allah, ada seorang Badui datang kepada Rasulullah
| > Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bertanya tentang sesuatu masalah
dalam
| > agama, sementara para sahabat yang selalu menyertai Rasulullah
Shallallahu
| > 'alaihi wa sallam tidak menanyakan hal tersebut, Karena itu para sahabat
| > merasa senang apabila ada seorang Badui datang untuk bertanya kepada
Nabi
| > Shallallahu 'alaihi wa sallam.
| >
| > Apabila masalah tadi sudah jelas dan menjadi ketetapan kita, maka
| > ketahuilah bahwa siapapun yang berbuat bid'ah (perkara baru dalam
ibadah),
| > walaupun dengan tujuan baik, maka itulah bid'ahnya, selain merupakan
| > kesesatan, adalah suatu tindakan menghujat agama dan mendustakan firman
| > Allah Ta'ala, yang artinya : "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk
kamu
| > agamamu".
| >
| > Karena dengan perbuatannya tersebut, dia seakan-akan mengatakan bahwa
| > Islam belum sempurna, sebab amalan yang diperbuatnya dengan anggapan
dapat
| > mendekatkan diri kepada Allah belum terdapat di dalamnya. dan mereka
| > (pengikut hawa nafsu dan pengekor ahlul bid'ah) telah menuduh
Rosulullaah
| > Shallallahu 'alayhi wasallam masih menyembunyikan 'Risalah' pada agama
ini
| > dan menuduh para sahabat sebagai generasi buruk yang menyembunyikan
'Ilmu
| > agama. --Allohul musta'aan
| >
| > Ucapan "Kullu Bid'atin Dholaalah wa Kullu Dholaalatin fiy nNaar" sering
| > diucapkan oleh Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam ketika
ber-khutbah,
| > dan apa saja yang sering diucapkan oleh Rasulallaah shallallahu 'alayhi
| > wasallam maka hal tersebut adalah penekanan pada peringatan bagi
ummatnya
| > baik yang dikatakan berulang-ulang atau yang lebih 1x disebutkan dalam
| > perkataannya. dan bukankah Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam
adalah
| > pemberi peringatan ?? namun Alhamdulillah Rasulallaah shallallahu
'alayhi
| > wasallam  juga pemberi khabar gembira.
| > -- Lihat firman Allah ta'ala (QS:Ali 'Imran[3]:31) dan
| > (QS:Al-A'raaf[7]:158)
| >
| > Adapun ketika seseorang melakukan perkara yang menyelisi Allah ta'ala
dan
| > (juga) Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam walaupun dia seorang
taat
| > beragama (dalam pandangan manusia) maka dia bukanlah seorang yang taat,
| > karena dia tidak mengerjakan amalan-amalan yang shaleh (amalan yang
| > di-ikhlaskan hanya kepada Allah ta'ala semata dan mutaba'ah (mencontoh)
| > Nabi-Nya Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam.
| > -- firman Allah ta'ala yang artinya "Hai orang-orang yang beriman,
| > janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada
Allah.
| > Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
| > (QS:Al-Hujuraat[49]:1).
| >
| > Mengenai bersalam-salaman, maka ini dilihat terlebih dahulu apakah
| > bersalam-salamanya selesai akhir sholat (salam) ataukah selesai
berdzikir
| > ataukah ketika betul-betul selesai sholat.
| > # Jika menetapkan (harus) selesai salam lantas bersalaman maka adalah
| > perbuatan yang menyelisihi Sunnah * karena yang seharusnya dilakukan
| > seharusnya adalah berdzikir.
| > # Jika menetapkan (harus) selesai berdzikir, kemudian bersalam-salaman
| > dengan berdiri kemudian membentuk formasi agar satu sama lain
bersalaman,
| > ini juga tdk ada contohnya, yang seharusnya bersalaman dan mengucapkan
salam
| > ini justru ditetapkan ketika kita bertemu dengan sesama saudara muslim.
| > # Jika menetapkan  ketika ingin keluar masjid atau masuk masjid, karena
| > ada suatu keperluan atau berpisah, kemudian bersalaman dan mengucapkan
| > salam, maka inilah Sunnahnya !!
| > "Bila dua orang muslim bertemu lalu bersalaman, maka diampuni dosa
| > keduanya" (Hadits riwayat Abu Dawud)
| >
| > Perlu antum ketahui, bahwa perkara bid'ah kebanyakan dilakukan karena
| > ikut-ikutan (taqlid), fanatik (ta'asshub) dan sumber dari itu semua
adalah
| > ke-BODOH-an (jahl) dalam beragama. Mereka anggap ibadah itu hanya
Sholat,
| > Puasa, Zakat, Haji !! mereka hanya mem-bebek sama ustadz-ustadz
'gadungan',
| > mengikuti Kyai-kyai yang jahil, ulama-ulama yang jelek, dan fanatik pada
| > mazhab tertentu yang justru banyak tdk dia ketahui tentang mazhab yang
| > dianut tersebut. --Allohul musta'aan.
| >
| > Mereka lupakan perkataan, perbuatan, penetapan, akhlah, sifat Nabi yang
| > terakhir diutus oleh Allah ta'ala. Sebagaimana yang dikatakan Rosulullah
| > Shallallahu 'alayhi wassallam "Aku tinggalkan pada kalian dua perkara,
jika
| > kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat
| > selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya". (Hadist Riwayat
Malik
| > secara mursal (Al-Muwatha, juz 2, hal. 999).
| >
| > maka dari itu akan dikatakan bid'ah jika terkumpul pada 3 (tiga) syarat
di
| > bawah ini:
| > 1. perkara tersebut baru, dan tdk terdapat di zaman Rosulullah
shallallahu
| > 'alayhi wassallam (sebagian (juga) mengatakan tdk terdapat pada zaman
para
| > shahabat radhiallahu ta'ala 'anhu
| > 2. perkara tersebut disandarkan kepada Ibadah
| > 3. perkara tersebut tdk memiliki dalil yang mendukungnya/menyertainya
baik
| > dari Al-Qur'an atau As-Sunnah
| >
| > Wallahu 'alam bisShowab
| > Abu Yahya Bin Rahmat Syamsuri




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke