BAGAIMANAKAH SALAF DALAM MENJAGA NIAT MEREKA SERTA KEINGINAN KUAT MEREKA UNTUK 
MENDO'AKAN SAUDARA-SAUDARANYA?
    
    Oleh
    Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah
    sumber http://www.almanhaj.or.id
  
    
    Pertanyaan.
    Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily ditanya : Jazakumullohu khairan atas  
nasihat ini, sekarang kami merasa sangat kurang dalam usaha untuk  mendamaikan 
antara ikhwah apalagi dalam berdoa untuk kebaikan mereka,  terutama mendoakan 
orang yang menyelisihi kami agar mendapatkan  hidayah, juga masalah niat, 
terkadang ketika menasehati, kami tidak  ikhlas karena Allah tapi karena tujuan 
duniawi, maka apakah nasihat  Anda pada kami, dan bagaimanakah Salaf dalam 
menjaga niat mereka serta  keinginan kuat mereka untuk mendoakan 
saudara-saudaranya ?
    
    Jawaban:
    Wajib bagi setiap muslim untuk mengikhlaskan niatnya karena Allah dalam  
amalannya, manusia dalam setiap amalannya bertujuan untuk mewujudkan  
keselamatan dirinya. Sebelum kita berusaha untuk mendamaikan dan  memberikan 
petunjuk (hidatul irsyad, -peny) pada manusia, kita harus  berusaha 
menyelamatkan diri kita, dan ini tidak bisa kita lakukan  kecuali dengan 
mengikhlaskan niat karena Allah semata serta  menginginkan wajah Allah di 
setiap amalan kita, juga merasa bahwa Allah  senantiasa mengawasi kita, mungkin 
manusia tidak tahu niat kita karena  niat itu tersembunyi, sehingga kita bisa 
membohongi diri kita dan  manusia dengan memperlihatkan nasihat, padahal Allah 
mengetahui apa  yang ada dalam hati kita:
    
    Dan apa yang kalian perlihatkan serta sembunyikan dalam diri kalian  Allah 
akan hisab kalian (Al-Baqarah : 284), maka wajib atas setiap  muslim untuk 
mengikhlaskan niatnya.
    
    Wajib atas setiap muslim untuk tidak bermaksiat terhadap Allah di  
bumi-Nya, dan senang bila tidak ada penyimpangan di muka bumi dan tidak  boleh 
gembira dengan penyimpangan orang lain. Karena jika kita cinta  kepada Allah, 
tentu senang jika Allah ditaati dan tidak dimaksiati, dan  ini pada setiap 
orang, ketika kamu cinta pada seseorang, tentu kamu  tidak senang jika dia 
berbuat maksiat dan dibicarakan kejelekannya,  tapi jika kita senang dengan 
kesalahan orang lain maka ini bukan  nasihat karena Allah, karena seorang 
mukmin senang jika Allah ditaati  dan tidak dimaksiati, sampai orang Yahudi dan 
Nasrani pun kita senang  jika mereka beriman.
    
    Karena itu kita harus tamak untuk memberi hidayah kepada manusia,  
lebih-lebih pada ikhwah kita. Oleh karena itu Abdullah bin Umar bin  Abdul Aziz 
rahimahullah berkata pada ayahnya: Wahai ayahku, saya senang  jika saya dan 
ayah dimasak dalam kuali yang mendidih di jalan Allah,  artinya keduanya 
dimasukkan dalam kuali yang penuh minyak atau air yang  mendidih sehingga badan 
mereka pun hancur di jalan Allah, dan ini  adalah nasihat karena Allah. 
Demikianlah kewajiban setiap muslim untuk  mengikhlaskan amalannya karena Allah.
    
    Termasuk dari contoh kekuatan nasihat dan ikhlas pada sejarah Salaf,  apa 
yang terjadi pada Ali radhiyallahu anhu dalam perang tanding  sebelum 
dimulainya peperangan, beliau mengalahkan lawannya dan  menjatuhkannya ke 
tanah, ketika beliau hendak memukulnya dan  membunuhnya dengan pedang, orang 
itu meludahi muka beliau, maka beliau  pun tidak jadi membunuhnya, lantas 
ditanya mengapa anda tidak  membunuhnya. Jawab beliau : Tadinya saya ingin 
membunuhnya karena  Allah, tapi orang itu meludahi saya, sehingga saya pun 
marah, saya  takut jika saya membunuhnya karena kepentingan pribadi (bukan 
karena  Allah), lihat bagaimana salaf menahan diri, ini adalah taufik dari  
Allah yang tidak akan didapatkan kecuali dengan muroqobah (merasa  diawasi 
oleh) Allah sehingga bisa menahan diri dengan baik. Ini semua  berasal dari 
kekuatan ikhlas karena Allah. Ketika Allah tahu kejujuran  niat dan 
keikhlasannya, Allah pun melindunginya dari segala sesuatu. 
    
    Maka dari itu sangat sulit bagi seseorang untuk mengambil sikap dan  
menghadirkan niatnya dalam keadaan seperti ini. Lihatlah ! Beliau tidak  senang 
untuk membunuh orang kafir itu setelah beliau mampu  mengalahkannya padahal 
beliau dalam keadaan jihad. Salah seorang dari  kita bisa saja untuk 
mengatakan: saya membunuh karena Allah, padahal  pada dirinya ada niat lain 
yang tersembunyi, dia membunuhnya kerena  kepentingan pribadi. Maka merupakan 
keharusan bagi kita untuk  mengikhlaskan niat karena Allah serta mendoakan 
saudara-saudara kita,  dan memohonkan bagi mereka hidayah, di waktu kita shalat 
malam dan pada  waktu-waktu dikabulkannya doa, juga menjadikan maksud kita 
setiap  berbicara dan berbuat hanya karena Allah semata, kita ikhlas ketika  
berbicara, ikhlas ketika diam, ikhlas ketika uzlah (mengasingkan diri),  
sehingga dalam keadaan bagaimanapun kamu dalam kebaikan yang agung  (besar). 
Adapun jika kita kehilangan niat ikhlas mudah-mudahan Alah  melindungi kita
 darinya-, walaupun kita berbicara haq, memberi nasihat  dan Allah damaikan 
dengan sebab kita, serta terwujud kebaikan,  sementara orang-orang memuji kita, 
maka amalan kita akan sia-sia,  karena tidak terpenuhi niat yang ikhlas. Kita 
ambil pelajaran dari  sebuah hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    
    Sesungguhnya pada hari kiamat nanti Allah turun pada hamba-Nya untuk  
memutuskan, dan seluruh manusia berlutut, orang yang pertama kali  dipanggil 
adalah orang yang membaca Al-Quran, orang yang beperang di  jalan Allah, dan 
orang yang mempunyai banyak harta. Allah berfirman  kepada pembaca Al-Quran: 
bukankan Aku telah ajarkan padamu apa yang Aku  turunkan pada Rasul-Ku? jawab 
orang itu: benar ya Robbi, firman-Nya:  apa yang kamu amalkan? orang itu 
menjawab: saya membacanya siang malam,  firman-Nya: bohong.!! Kata malaikat: 
kamu bohong!! firman-Nya: kamu  membacanya karena ingin disebut qori, dan telah 
dikatakan padamu.  Kemudian didatangkan orang yang mempunyai banyak harta, 
Allah berfirman  padanya: bukankan Aku telah meluaskan rizkimu sehingga kamu 
tidak butuh  pada seorangpun? jawabnya: benar ya Robbi, firman-Nya : Lantas apa 
yang  kamu amalkan dengan pemberianku itu?, jawabnya: dulu saya menyambung  
silaturahmi dan bersedekah, firman-Nya: kamu bohong!!, kata
 malaikat:  kamu bohong!!, firman-Nya: kamu berinfaq karena ingin disebut 
dermawan  dan telah dikatakan padamu. Kemudian didatangkan orang yang terbunuh 
di  jalan Allah, Allah berfirman padanya: Apa yang kamu perangi? Jawabnya:  
Saya diperintahkan untuk berjihad di jalan-Mu, saya pun berperang  hingga 
terbunuh, firman-Nya: kamu bohong!!, kata malaikat: kamu  bohong!!, firman-Nya: 
kamu berperang karena ingin disebut pemberani dan  telah dikatakan padamu.. 
Berkata Abu Hurairah radhiyallahuanhu :  Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi 
wasallam memukul lututnya seraya  bersabda: Tiga orang ini adalah makhluk yang 
neraka disulut pertama  kali untuk mereka.
    
    Kaum Salaf sangat berkeinginan untuk memberi hidayah pada manusia, dan  
bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah teladan yang  pertama 
dalam hal ini. Saya akan menceritakan pada kalian sebuah contoh  dari sejarah 
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : Abdullah bin  Ubay adalah termasuk 
orang yang paling banyak menyakiti Nabi  shallallahu alaihi wasallam. Ketika 
dia mati, anaknya, yaitu Abdullah  bin Abdullah bin Ubay radhiyallahuanhu (dan 
dia adalah seorang sahabat)  datang pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam agar 
Nabi shallallahu  alaihi wasallam memohon ampun untuk ayahnya, Nabipun bergegas 
untuk  memohonkan ampun baginya, tapi Umar radhiyallahu anhu melarang beliau,  
kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : Aku dilarang untuk  
memohonkan ampun mereka sebanyak tujuh puluh kali, maka aku akan mohon  lebih 
dari tujuh puluh kali, kemudian turunlah ayat :
    
    "Artinya : Janganlah kalian menshalati orang yang mati dari mereka  
selamanya, dan jangan kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya,  sesungguhnya 
mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka  mati dalam keadaan 
fasik" [At-Taubah: 84] [Lihat Shahih Bukhari 1/427  no. 1210 dan Shahih Muslim 
4/1865 no. 2400. pent]
    
    Lihatlah bagaimana keinginan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,  
seorang munafik yang menyakiti beliau dan menghalang-halangi dakwah  beliau, 
beliau katakan: Akan saya mohonkan ampunan beginya lebih dari  tujuh puluh 
kali, karena besarnya keinginan beliau shallallahu alaihi  wasallam untuk 
memberikan hidayah kepada manusia dan ini adalah  termasuk nasihat karena Allah 
Taala.
    
    Yang perlu kita garis bawahi adalah sabda beliau shallallahu alaihi  
wasallam waqad qiila ini menunjukkan bahwa kebanyakan yang dikatakan di  dunia 
sebagai alim atau dermawan atau pemberani tidak menginginkan  wajah Allah, kita 
takut atas diri kita, terkadang orang mengatakan  tentang kita: fulan alim, 
atau fulan ahlussunnah, dan Allah tahu hati  kita, maka kita wajib untuk 
menyadari dalam keadaan ini, karena jika  niat dimasuki riya akan dikatakan 
pada kita di hadapan seluruh makhluk  (pada hari kiamat) : kamu berbuat itu 
karena ingin dikatakan begini dan  sudah dikatakan begitu (di dunia), sehingga 
kita pun dilempar ke  neraka, ini perkara yang sangat berbahaya. Hendaklah 
seorang insan  memohon pada Allah keikhlasan dalam perkataan dan perbuatan dia 
di  setiap waktu, tidak ada seorang manusia pun kecuali dia lemah, tapi  
apabila Allah mengetahui kekuatan ikhlas, kesungguhan dan kesabaran  seorang 
hamba, maka Allah akan memberinya taufiq, sebagaimana dalam  hadits:
    
    "Artinya : Senantiasa seorang hamba bertaqorrub kepada-Ku dengan  nawafil 
(amalan-amalan sunnat) sehingga Aku mencintainya. [Hadits  iwayat Bukhari 
5/2384 no. 6137. Pent]
    
    Dan sebagai pelindung bagi kita dari hal itu adalah dengan memperbanyak  
amal shalih dan ketaatan, jangan sampai kita disibukkan oleh ilmu dan  
melupakan amal, karena ilmu itu sarana untuk beramal. Jika kita  disibukkan 
oleh ilmu dan melupakan amal, maka ilmu kita itu tidak  bermanfaat. Berkata Ali 
bin Abi Thalib radhiyallahuanhu:
    
    Hubungilah ilmu dengan amal, jika dia menjawab (maka kebaikan untuknya) dan 
jika tidak, maka ilmu itu akan pergi.
    
    Ketika kamu semakin istiqamah dalam ketaatan pada Allah, maka Allah  akan 
melindungimu dari fitnah, jika kamu menjaga shalat, dzikir-dzikir  dan amalan 
baik, (Allah akan melindungimu) ketika fitnah melanda  manusia, dan kamu 
mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Bukankah  Allah berfirman dalam 
hadits qudsi: Jika seorang hamba senantiasa  bertaqorrub pada-Ku sehingga Aku 
mencintainya, maka Aku pendengarannya  yang dia mendengar dengannya, 
pandangannya yang dia melihat dengannya,  tangannya yang dia memukul dengannya, 
dan kakinya yang dia berjalan  dengannya. Mengapa? Karena Allah melindunginya, 
maka setiap orang yang  ingin selamat dari fitnah hendaklah memperbanyak 
ketaatan dan ibadah,  inilah yang bermanfaat.
    
    Demi Allah !! ilmu saja tidak akan bermanfaat. Bisa saja kamu orang  yang 
paling alim tapi kamu terfitnah dalam agamamu karena kamu tidak  bisa mengambil 
manfaat kecuali dengan ilmu dan fiqih dalam agama serta  istiqomah dalam 
ketaatan. Karena itu jika kalian perhatikan, siapakah  yang selamat ketika 
fitnah melanda ummat dan manusia? Ulamalah yang  selamat, tapi apakah mereka 
selamat karena ilmu saja ? Tidak, mereka  selamat karena mereka ahlul ibadah, 
Allah melindungi mereka karena  ibadah, dan berjatuhanlah dalam fitnah itu para 
ulama-ulama suu (jelek)  dan orang-orang yang berbuat karena riya, kita 
berlindung kepada Allah  dari hal ini, karena seseorang terkadang menjadi hina 
disebabkan  amalannya. Inilah kewajiban yang harus dilakukan oleh penuntut 
ilmu,  untuk sungguh-sungguh melakukan ishlah, tapi sebelumnya kita harus  
memperbaiki diri kita, apakah kita akan mengishlah manusia sementara  diri kita 
sakit, akankah kita memperbaiki rumah orang sementara rumah  kita
 roboh ?
    
    Kita perbaiki hati dan amalan kita serta selalu merasa diawasi oleh  Allah, 
sibukkanlah diri kita dengan hal yang mendekatkan kita pada  Allah, perkara itu 
sungguh besar, sungguh berbahaya, karena kita akan  datang nanti untuk dihisab, 
Allah akan menghisab setiap orang apa yang  ada pada dirinya Pada hari 
diperlihatkan seluruh rahasia (At-Thoriq :  )]. Akan diperlihatkan pada kita 
catatan amalan kita yang bagaikan  gunung, kemudian dihadapkan amalan itu 
kepada Allah kemudian dikatakan  ini (amalan) karena Allah dan ini (amalan) 
karena selain Allah dan  tidak tersisa (dari amalan) kecuali amalan yang karena 
Allah.
    
    Kita doakan saudara-saudara kita dan memohon pada Allah. Jika melihat  
kesalahan maka kita katakan : Segala puji bagi Allah yang telah  
menyelamatkanku dari kesalahan yang menimpa dia, dan Dia lah yang  memberikan 
keutamaan padaku di atas kebanyakan makhluk-Nya dengan  keutamaan yang besar, 
kita mohonkan bagi mereka hidayah dan kita  melihat orang yang menyimpang itu 
bagaikan seorang pasien, sebagaimana  kata Ibnu Taimiyah : Ahlul bidah itu 
bagaikan orang sakit, maka  bolehkah kita memperolok orang yang sedang sakit 
badannya? Jika kita  melihat orang yang buntung tangannya, apakah kita perolok 
? Orang yang  berakal tak akan melakukannya. Mereka (ahlul bidah) itu fitnahnya 
lebih  besar, karena mereka diuji dalam agama mereka, kasihan mereka itu. Maka  
sayangilah dan kasihanilah dia, jangan kamu cela, jangan suka  membicarakannya 
dan menyebarkan kesalahannya, tapi kita mohon pada  Allah agar memberinya 
hidayah dan menyelamatkannya dari apa yang sedang  menimpa dia, serta
 meminta perlindungan kepada Allah dari musibah ini.
    
    [Diterjemahkan dari Nasehat Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily  
hafidzohullah, dan risalah ini disusun oleh Abu Abdirrahman Abdullah  Zaen dan 
Abu Bakr Anas Burhanuddin dkk Mahasiswa Universitas Islam  Madinah]
 ---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke