assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuhu

jazakallah khoiron ada dalilnya lho
saya pernah baca di Hisnul Muslim karya Said bin 'Ali bin Wahf Al-Qathani 
Hafidzahullah
namun saya lupa rincian riwayatnya...
trus, klo g salah, mnrt bahasa arab, jazakallah itu bwt pria tunggal
jazakillah bwt perempuan tunggal
jazakumullah bentuk jamaknya

klo salah mohon dikoreksi

wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuhu


On 4/9/06, Brasto Galih Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Wa'alaikum salam wr. wb.
>
> Mas Rendy yang baik, fenomena Arabisasi memang melanda
> kaum muslimin... Kita sepakat kalau jilbab bukanlah
> budaya Arab namun merupakan budaya Islam karena ada
> dalilnya. Namun, istilah "ana (ada juga yang bilang
> ane - seperti gua menjadi gue), afwan, jazakumullah,
> antum, dsb." hanyalah bahasa Arab. Ya, pasti Nabi
> Muhammad Saw, para sahabat, dan para tabi'in
> menggunakannya karena mereka adalah orang Arab. Namun,
> kaum-kaum kafir yang memerangi mereka pun juga
> menggunakannya. Karena apa? Karena itu adalah bahasa
> ibu mereka, bahasa Arab.
>
> Para ulama sepakat (berijma') bahwa sholat dan adzan
> harus dilakukan dalam bahasa Arab. Namun, setahu saya,
> tidak ada dalil yang mengatakan bahwa semua orang di
> dunia harus menggunakan bahasa Arab dalam keseharian
> mereka. Bukankah Allah menciptakan manusia diciptakan
> berbangsa-bangsa dan bersuku-suku?
>
> Saya juga mengalami hal seperti itu. Temen-temen di
> pergerakan Islam baik intrakampus maupun ekstrakampus
> biasa menggunakan istilah seperti itu. Ada seorang
> teman yang ingin membuat buku pergerakan dan
> mengatakan bahwa bahasa yang digunakan nantinya adalah
> bahasa gaul, namun Islami. Pernah juga saya berada di
> sebuah pertemuan, bahwa lebih Islami jika kita gunakan
> kata-kata seperti itu. Bahkan, istilah sumberdaya
> manusia pun diganti dengan sumberdaya insani agar
> lebih Islami.
>
> Mungkin, simbol merupakan hal penting dalam dunia
> Islam. Namun, Islam bukan hanya simbol toh? Seperti
> jubah, kopiah, dan surban yang kerap menjadi simbol
> kaum muslimin. Namun, apakah kaum nonmuslim di Arab
> tidak menggunakan itu? Itu dipakai karena kondisi Arab
> yang bergurun dan itu adalah budaya Arab (orang Arab
> terdiri dari kaum muslimin dan nonmuslimin).
>
> Jadi, hemat saya... Islam yang hakiki bukanlah simbol
> fisik ataupun budaya Arab. Namun, budaya Islamlah yang
> harusnya dibudayakan (budaya Islam: sholat tepat
> waktu, berzakat, haji, sadakah, infaq, dzikir, memakai
> jilbab, silaturahmi, dsb.).
>
>
>
> --- rendy gunardy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Assalamualaikum wr. wb
> >
> > Saya pelanggan baru nih ingin mengajukan beberapa
> > keheranan dan ketidaktauhan tentang aturan Islam....
> >
> > Begini... setahun lalu saya adalah seorang
> > mahasiswa, dan mempunyai teman (sekelas) pastinya,
> > dan itu menjadi orang2 sebagai bagian lingkukngan
> > hidup saya... Saya bergaul dengan mereka (mereka
> > bukan anak2 bandel dsb, tapi biasa2 saja) dan
> > bersamaan dengan itu saya juga bergaul dengan anak
> > ROHIS kampus yang berbasis salfiyah... tapi saya
> > tidak masuk sebagai anggota ROHIS
> >
> > Saya sering mendapat Curhat-an dari teman sekelas
> > katanya kurang lebih seperti ini:
> > " Ah saya mah ga pantes gaul ama mereka (anak
> > ROHIS), malu bahasanya juga beda..."
> >
> > Seperti kita tahu bahwa biasanya kumpulan ROHIS
> > ketika berbicara selalu menggunakan kata2 seperti
> > "Ana...Antum...afwan...dan bahasa arab lainnya"
> > ketika berbincang.
> >
> > Nah teman kelas saya sering merasa bahwa hal itu
> > kadang menjadi sesuatu penghalang karena ROHIS
> > terlihat sangat eksklusif (dalam arti beda)...
> > mereka lebih sering curhat masalah agama dengan saya
> > ketimbang dengan anak2 yang notabene sebagai ROHIS
> > kumpulan pen-da'wah (karena saya tidak menerapkan
> > bahasa2 arab tersebut ketika berbincang)....
> >
> > Yang saya tanyakan apakah berbicara dengan "antum,
> > ana, anti, afwan dll" merupakan suatu sunnah yang
> > harus diterapkan dalam perbincangan sehari2 ???
> > karena saya pikir Firaun juga menggunakan kata2 ini
> > semasa hidupnya. Jikalau itu disebutkan sebagai cara
> > "Belajar Bahasa Arab" saya pikir itu bukan cara yang
> > terlalu efektif... apalagi menjadikan sebuah batasan
> > antara da'i dan calon mad'u.
> >
> > Apakah kita salah kalo kita memakai "Saya, Kamu,
> > terkadang Lo. Gwa dlm berbahasa." itulah yg sering
> > saya pakai kalo saya sdg berbincang dengan teman
> > kelas saya.
> >
> > Makanya saya dulu menetapkan untuk tidak masuk
> > ROHIS... saya pikir saya tetap bisa menyampaikan
> > sesuatu kepada teman2 saya dengan cara saya tanpa
> > adanya rasa terhalang.
> >
> > Mohon maaf sebelumnya... karena saya belum tau
> > tentang ini.
> > Mohon tanggapannya.... dan mohon maaf jika pemaparan
> > wacananya kurang jelas.





--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke