Assalamua'laikum Alhamdulilah, secara tidak sengaja sewaktu mendengarkan rekaman dauroh "Untaian Nasehat dari kitab Arbain AnNawawiyah" dalam sebuah CD Mp3, saya mendapat jawaban yg memuaskan tentang maslahat dan mafsadat penamaan salafi. berikut transkrip audio yg saya ketik:
Nama File: "5.4tj.mp3" yg berisi Tanya Jawab (bagian 1) Timing Winamp: 24:23 - selesai. Pertanyaan: "Tadi ustadz mengatakan tidak bolehnya kita menamakan salafi. Pertanyaannya, kepada siapakah kita menisbatkan diri (selain salafi-red)? Jawaban Ustadz Arifin Badri: "Kepada islam, apakah antum sudah melupakan islam? melupakan iman? Nahnu muslimun, nahnu mukminun. Kenapa saya katakan kita tidak selayaknya setiap saat menyatakan salafi, karena ucapan ini dalam beberapa kesempatan akan menimbulkan perpecahan, contohnya taktala ucapan ini diucapkan di tengah2 kaum muslimin, seakan2 hanya dia sendiri saja yg salafi (beda dgn yg lainnya, sehingga menimbulkan fitnah seperti seolah2 seorang hizby - red)..... Jangankan kata salafi, kata mukmin pun begitu. Para ulama berbeda pendapat apakah kita boleh menamakan mukmin atau tidak, dengan tambahan insyaAllah atau tidak.... Islam itu tidak jumud, tidak kaku, beku, bagaikan balok yg tidak berbelok. Islam itu datang untuk mewujudkan manfaat dan meminimalkan/menghilangkan madharat. Jadi, di saat ucapan itu mendatangkan manfaat, maka sebaiknya diucapkan, dan di saat ucapan itu mendatangkan madhorot, maka sebaiknya di ditinggalkan..... Apa manfaatnya anda menyebutkan salafi, ingin menyebutkan diri anda suci? menunjukan diri lebih baik dari kawan kita? Tidak. Kita dilarang mentazkiyah diri sendiri." Jawaban Ustadz M Nur Ihsan: "Kalau seandainya kita medakwahkan islam ke sebuah masyarakat kurang mengenal islam (awam), dan ketika kita menggunakan kata salafi mereka lari dari mendengarkan kita, maka dalam hal ini haram (tidak boleh) untuk menamakan diri salafi, karena tidak ada maslahatnya. Tujuan kita adalah menyampaikan dakwah tauhid. Bukan sekedar menyampaikan salafi saja, sebab salafi itu hakikatnya ilmu, tauhid, sebagaimana disampaikan ustadz Arifin tadi. Jadi kita perlu bijaksana dalam menyampaikannya. Dakwah salaf itu bukan dakwah yg meresahkan masyarakat, tetapi yg bijaksana" Subhanallah... Bijaksana mempertimbangkan maslahat dan mafsadat, itu intinya... Alhamdulillah Wallahua'lam Wassalamua'laikum -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
