----- Original Message -----
From: "daekoo daekoo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, April 23, 2006 9:24 AM
Subject: [assunnah] Tanya: tobat

> assalamu alaikum
> ana mau nanya, bagaima cara kita bertobat


T A U B A T

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin


Taubat adalah kembali dari bermaksiat kepada Allah menuju ketaatan kepadaNya.

Taubat itu disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Sesunguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai 
orang-orang yang mensucikan diri" [Al-Baqarah : 222]

Taubat itu wajib atas setiap mukmin

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan 
taubat yang semurni-murninya" [At-Tahrim : 8]

Taubat itu salah satu faktor keberuntungan.

"Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya 
kamu beruntung" [An-Nur : 31]

Keberuntungan ialah mendapatkan apa yang dicarinya dan selamat dari apa yang 
dikhawatirkannya.

Dengan taubat yang semurni-murninya Allah akan menghapuskan dosa-dosa meskipun 
besar dan meskipun banyak.

"Artinya : Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampui batas terhadap diri 
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semunya. Sesungguhnya Dia-lah 
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [Az-Zumar :
53]

Jangan berputus asa, wahai saudaraku yang berdosa, dari rahmat Tuhanmu. Sebab 
pintu taubat masih terbuka hingga matahari terbit dari
tempat tenggelamnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Allah membentangkan tanganNya pada malam hari agar pelaku dosa pada 
siang hari bertaubat, dan membentangkan tanganNya di
siang hari agar pelaku dosa malam hari bertubat hingga matahari terbit dari 
tempat tenggelamnya" [Hadits Riwayat Muslim dalam
At-Tubah, No. 2759]

Betapa banyak orang yang bertaubat dari dosa-dosa yang banyak dan besar, lalu 
Allah menerima taubatnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman.

"Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain berserta Allah 
dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah
(membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, 
barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat
(pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari 
kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam
keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan 
amal shalih ; maka mereka itu kejahatan mereka diganti
Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" 
[Al-Furqan : 68-70]

Taubat yang murni ialah taubat yang terhimpun padanya lima syarat.

Pertama : Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan meniatkan taubat itu 
karena mengharapkan wajah Allah dan pahalanya serta
selamat dari adzabnya.

Kedua : Menyesal atas perbuatan maksiat itu, dengan bersedih karena 
melakukannya dan berangan-angan bahwa dia tidak pernah
melakukannya.

Ketiga : Meninggalkan kemasiatan dengan segera. Jika kemaksiatan itu berkaitan 
dengan hak Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka ia
meninggalkannya, jika itu berupa perbuatan haram dan ia segera mengerjakannya, 
jika kemaksiatan tersebut adalah meninggalkan
kewajiban. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak makhluk, maka segera ia 
membebaskan diri darinya, baik dengan mengembalikannya
kepada yang berhak maupun meminta maaf kepadanya.

Keempat : Bertekad untuk tidak kembali kepada kemasiatan tersebut di masa yang 
akan datang.

Kelima : Taubat tersebut dilakukan sebelum habis masa penerimaannya, baik 
ketika ajal datang maupun ketika matahari terbit dari
tempat tenggelamnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang 
mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal
kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan. 'Sesungguhnya saya 
bertaubat sekarang" [An-Nisa : 18]

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa bertubat sebelum matahri terbit dari tempat 
tenggelamnya, maka Allah menerima taubatnya" [Hadits Riwayat
Muslim daalm Adz-Dzikir wa Ad-Du'a, No. 2703]

Ya Allah, berilah kami taufik untuk bertaubat semurni-murninya dan terimalah 
amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.

[Risalah fi Shifati Shalatin Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, hal. 44-45, 
Syaikh Ibn Utsaimin]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min 
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia
Fatwa-Fatwa Terkini-3, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, 
Penerbit Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1805&bagian=0






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke