----- Original Message -----
From: "roh widiono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, May 06, 2006 11:11 PM
Subject: [assunnah] tanya masalah isbal

> Assalamualaikum Wr Wb
> Saya mau tanya  tentang masalah isbal apakah itu haram
> atau tidak apa apa asal tidak sombong. maaf saya tanya
> begini karena baru lebih mengenal tentang manhaj salaf
> as shalih.
> jazakumullah khoiron katsiron

HUKUM MEMANJANGKAN CELANA TANPA SOMBONG DIANGGAP SUATU YANG HARAM ATAU TIDAK ?

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah menurunkan pakaian 
melewati kedua matakaki (Isbal) bila dilakukan tanpa
sombong dianggap suatu yang haram atau tidak ?

Jawaban.
Menurunkan pakaian di bawah kedua mata kaki bagi pria adalah perkara yang 
haram. Apakah itu karena sombong atau tidak. Akan tetapi
jika dia melakukannya karena sombong maka dosanya lebih besar dan keras, 
berdasarkan hadist yang tsabit dari Abu Dzar dalam Shahih
Muslim, bahwa Rasulullah bersabda.

"Artinya : Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu 
wa Taâla di hari kiamat, tidak dibersihkan dari dosa
serta mereka akan mendapatkan azab yang pedih."

Abu Dzarr berkata : "Alangkah rugi dan bangkrutnya mereka, wahai Rasulullah ! 
Beliau berkata:

"Artinya : (Mereka adalah) pelaku Isbal, pengungkit pemberian dan orang yang 
menjual barangnya dengan sumpah palsu" [ Hadits Riwayat
Muslim dan Ashabus Sunan]

Hadis ini adalah hadist yang mutlak akan tetapi dirinci dengan hadist Ibnu Umar 
Radhiyallahu ânhuma, dari Nabi Shalallahu 'alaihi
wasallam, beliau bersada :

"Artinya : Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong tidak akan dilihat 
oleh Allah Subhanahu wa taâla pada hari kiamat." [Hadits
Riwayat Bukhari]

Kemutlakan pada hadist Abu Dzar dirinci oleh hadist Ibnu Umar Radhiyallahu 
ânhuma. Jika dia melakukan karena sombong Allah tidak
akan melihatnya, membersihkannya dan dia akan mendapatkan azab sangat pedih. 
Hukuman ini lebih berat dari pada hukuman bagi orang
yang tidak menurunkan pakaian tanpa sombong. Karena Nabi Shallallahu âlaihi wa 
sallam berkata tentang kelompok ini dengan:

"Artinya : Apa yang berada dibawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya 
di neraka" [Hadits Riwayat Bukhari dan Ahmad]

Ketika kedua hukuman ini berbeda, tidak bisa membawa makna yang mutlak kepada 
pengecualian, karena kaidah yang membolehkan untuk
megecualikan yang mutlak adalah dengan syarat bila kedua nash sama dari segi 
hukum.

Adapun bila hukum berbeda, maka tidak bisa salah satunya dikecualaikan dengan 
yang lain. Oleh karena ini ayat tayammum yang berbunyi
:

"Artinya Maka sapulah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian dengan tanah 
itu." [Al Maidah :6]

Tidak bisa kita kecualikan dengan ayat wudlu yang berbunyi :

"Artinya : Maka basuhlah wajah wajah kalian dan tangan tangan kalian sampai 
siku” [ Al Maidah : 6]

Maka kita tidak boleh melakukan tayammum sampai kesiku. Itu diriwayatkan oleh 
Malik dan yang lainnya dari dari Abu Said Al Khudri
bahwa Nabi Shallallahu âlaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Sarung seseorang mukmin sampai setengah betisnya. Dan apa yang 
berada dibawah mata kaki, maka tempatnya di neraka. Dan
siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya."

Disini Nabi menyebutkan dua contoh dalam hukum kedua hal itu , karena memang 
hukum keduanya berbeda. Keduanya berbeda dalam
perbuatan, maka juga berbeda dalam hukum. Dengan ini jelas kekeliruan dan yang 
mengecualikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam ;

"Artinya : Apa yang dibawah mata kaki tempatnya di neraka."

Dengan sabda beliau :

"Artinya : Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat 
oleh Allah Subhanahu wa Taâla."

Memang ada sebagian orang yang bila ditegur perbuatan Isbal yang dilakukannya, 
dia berkata: Saya tidak melakuakan hal ini karena
sombong. Maka kita katakan kepada orang ini : Isbal ada dua jenis, yaitu jenis 
hukumnnya ; adalah bila seseorang melakukannya karena
sombong maka dia tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan 
mendapatkan siksa yang sangat pedih, berbeda dengan
orang yang melakukan Isbal tidak karena sombong. orang ini akan mendapatkan 
adzab, tetapi ia masih di ajak bicara, dilihat dan
dibersihkan dosanya. Demikian kita katakan kepadanya.

[Diambil dari As'ilah Muhimmah Syaikh Muhammad Ibn Soleh Utsaimin]

[Disalin dari kitab Tadzkiirusy Syabaab Bimaa Jaaâ Fii Isbaalis Siyab, edisi 
Indonesia Hukum Isbal Menurunkan Pakaian Dibawah Mata
Kaki, alih bahasa Muhammad Ali bin Ismail, hal 25- 29 Terbitan Maktabah 
Adz-Dzahabi]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=637&bagian=0


TIDAK BOLEH MELAKUKAN ISBAL SAMA SEKALI

Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bila seseorang melakukan Isbal 
pada pakaiannya tanpa diiringi rasa sombong dan
angkuh, apakah itu juga diharamkan baginya? Dan apaakah hukum Isbal itu juga 
berlaku pada lengan pakaian?

Jawaban
Isbal tidak boleh dilakukan secara mutlak berdasarkan sabda Rasulullah 
Shalallahu 'alaihi wa sallam :

"Apa yang berada di bawah mata kaki berupa sarung, maka itu tempatnya di 
neraka." [Hadits Riwayat Bukhari dalam shahihnya]

Dan juga karena sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dalam hadits yang 
diriwayatkan dari Jabir Ibn Sulaim:

"Jauhilah Isbal olehmu, karena itu tergolong kesombongan." [Hadits Riwayat Abu 
Daud dan Turmudzi dengan sanad yang shahih]

Dan juga karena sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam yang tsabit dari 
beliau :

"Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, 
tidak dilihat dan tidak disucikan dari dosa serta
mereka akan mendapat azab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal, pengungkit 
pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya
dengan sumpah palsu." [HR Muslim dalam shahihnya]

Tidak ada beda apakah dia melakukan karena sombong atau tidak. Itu berdasarkan 
keumuman banyak hadits. Dan juga karena secara
keumuman itu dilakukan karena sombong dan angkuh, walau dia tidak bermaksud 
demikian. Perbuatannya adalah perantara menuju
kesombongan dan keangkuhan. Dan dalam perbuatan itu juga ada mengandung unsur 
meniru wanita dan mempermudah pakaian dikenai kotoran
dan najis. Serta perbuatan itu juga menunjukkan sikap berlebih-lebihan.

Siapa yang melakukannya karena sombong, maka dosanya lebih besar. Berdasarkan 
sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam :

"Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya di 
hari kiamat." [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Adapun sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam kepada Abu Bakar Ash Shiddiq 
Radliyallah'anhu ketika dia mengatakan kepada beliau
bahwa sarungnya sering melorot kecuali kalau dia benar-benar menjaganya:

"Sesungguhnya engkau tidak termasuk orang yang melakukannya karena sombong." 
[Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Ini adalah bantahan bagi orang yang melakukannya, tapi berdalil dengan apa yang 
dilakukan Abu Bakar Ash Shiddiq. Bila dia memang
benar-benar menjaganya dan tidak sengaja membiarkannya, itu tidak mengapa.

Adapun lengan baju, maka sunnahnya tidak melewati pergelangan? Dan Allah adalah 
sebaik-baik pemberi taufiq.

[Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ibn Abdullah Ibn Bazz dinukil dari Majalah Ad Da'wah 
hal 220]


[Disalin dari kitab Tadzkiirusy Syabaab Bimaa Jaaâ Fii Isbaalis Siyab, edisi 
Indonesia Hukum Isbal Menurunkan Pakaian Dibawah Mata
Kaki, alih bahasa Muhammad Ali bin Ismail, hal 20- 22 Terbitan Maktabah 
Adz-Dzahabi]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=613&bagian=0







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one�click away.� Make Yahoo! your home page�now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke