Bismillahirrohmaanirrohim >>>Akankah tertolak walaupun dengan melakukan ibadah itu kita bisa semakin kuat >>>dalam tauhid dan akidah sekalipun...?
Afwan, ya akhi. Bagaimana yang dimaksud dengan semakin kuat dalam tauhid dan akidah. kemudian tauhid yang mana ya akhi? kalau yang dimaksud dengan tauhid dalam hal ibadah. (Uluhiyah). benarkah akan semakin kuat tauhid kita tsb. padahal kita menyeli- sihi sunnah.dan kalau akhi katakan memperkuat aqidah. kembali pertanyaannya, aqidah siapa ? sesungguhnya aqidah ahlu sunnah wal jamaa'h dengan pemahaman salaful ummah, tidak pernah mengajarkan kita untuk berkreasi dalam hal ibadah padahal itu tidak pernah ada contohnya dari rosul. >>>padahal aku pikir itu adalah kebiasaan yang baik daripada tidak ada diskusi sama >>>sekali dan tidak ada ayat Quran yang dibacakan... >>>Rasulullah SAW menyenangi orang yang membuat suatu kebiasaan >>>yang baik kan...? (ada hadisnya kalau ngk salah...) Kalau yang akhi maksud hadits ini : "Artinya : Siapa yang memulai memberi contoh kebaikan dalam Islam maka ia mendapat pahala perbuatannya dan pahala orang-orang yang mengikuti (meniru) perbuatannya itu ..". (ana coba nukil jawaban dari Syaikh Al-Ustaimin. dari Al-Manhaj dalam menjelaskan bid'ah) Bahwa orang yang menyampaikan ucapan tersebut adalah orang yang menyatakan pula : "Setiap bid'ah adalah kesesatan". yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan tidak mungkin sabda beliau sebagai orang yang jujur dan terpercaya ada yang bertentangan satu sama lainnya, sebagaimana firman Allah juga tidak ada yang saling bertentangan. Kalau ada yang beranggapan seperti itu, maka hendaklah ia meneliti kembali. Anggapan tersebut terjadi mungkin karena dirinya yang tidak mampu atau karena kurang jeli. Dan sama sekali tidak akan ada pertentangan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala atau sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan demikian tidak ada pertentangan antara kedua hadits tersebut, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan : "man sanna fil islaam", yang artinya : "Barangsiapa berbuat dalam Islam", sedangkan bid'ah tidak termasuk dalam Islam ; kemudian menyatkan : "sunnah hasanah", berarti : "Sunnah yang baik", sedangkan bid'ah bukan yang baik. Tentu berbeda antara berbuat sunnah dan mengerjakan bid'ah. Jawaban lainnya, bahwa kata-kata "man sanna" bisa diartikan pula : "Barangsiapa menghidupkan suatu sunnah", yang telah ditinggalkan dan pernah ada sebelumnya. Jadi kata "sanna" tidak berarti membuat sunnah dari dirinya sendiri, melainkan menghidupkan kembali suatu sunnah yang telah ditinggalkan. Ada juga jawaban lain yang ditunjukkan oleh sebab timbulnya hadits diatas, yaitu kisah orang-orang yang datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka itu dalam keadaan yang amat sulit. Maka beliau menghimbau kepada para sahabat untuk mendermakan sebagian dari harta mereka. Kemudian datanglah seorang Anshar dengan membawa sebungkus uang perak yang kelihatannya cukup banyak, lalu diletakkannya di hadapan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Seketika itu berseri-serilah wajah beliau dan bersabda. "Artinya : Siapa yang memulai memberi contoh kebaikan dalam Islam maka ia mendapat pahala perbuatannya dan pahala orang-orang yang mengikuti (meniru) perbuatannya itu ..". Dari sini, dapat dipahami bahwa arti "sanna" ialah : melaksanakan (mengerjakan), bukan berarti membuat (mengadakan) suatu sunnah. Jadi arti dari sabda beliau : "Man Sanna fil Islaami Sunnatan Hasanan", yaitu : "Barangsiapa melaksanakan sunnah yang baik", bukan membuat atau mengadakannya, karena yang demikian ini dilarang. berdasarkan sabda beliau : "Kullu bid'atin dhalaalah". [Disalin dari buku Al-Ibdaa' fi Kamaalisy Syar'i wa Khatharil Ibtidaa' edisi Indonesia Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid'ah karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-'Utsaimin, penerjemah Ahmad Masykur MZ, terbitan Yayasan Minhajus Sunnah, Bogor - Jabar] >>>Afwan jadinya melenceng dari topik, tapi saya kira ini perlu didiskusikan dan >>>ditemukan kebenarannya... Barrokalloohu fiyk, ya akhi. Ana lebih suka mengatakannya bukan didiskusikan tetapi untuk lebih di-ilmu-i. karena sesungguhnya amal adalah hakekat dari ilmu. (Syaikh Muhammad Soleh Al-Utsaimin: dlm Syarah Tsalatsatil Ushul). Karena kita tidaklah akan tahu sesuatu itu sudah sesuai dengan syari'at atau belum kecuali dengan ilmu. sehingga kita tidak ber-amal dengan "dzan" sebagaimana apa yg di lakukan kebanyakan orang.(Al-An'am:116). kemudian berkenaan dengan tulisan akhi : >>>padahal aku pikir itu adalah kebiasaan yang baik daripada tidak ada diskusi sama >>>sekali dan tidak ada ayat Quran yang dibacakan... Bukankah ini ciri "dzan" tsb ya akhi? ketahuilah "Laukaana Khoiron Lasabaquunaa Ilaihi" (kalau saja sesuatu itu baik, niscaya sahabatlah yg lebih dahulu melakukan nya. Adakah contohnya ya akhi (dari salaful ummah) ? Bahayanya lagi ya akhi, apa yang akhi tulis tersebut ana coba bawakan per- kataan Imam Malik Rahimahulloohu salah seorang imam madzhab yg empat. Al-Imam Malik bin Anas berkata: "Barangsiapa membuat perkara baru dalam Islam, lalu ia menganggapnya baik, maka sungguh ia telah menuduh Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkhianat kepada risalah. Karena Allah berfirman: "Hari ini telah Kusempurnakan bagi kalian agama kalian" maka apa-apa yang pada hari itu tidak termasuk dalam agama, maka pada hari ini pun tidak menjadi agama" Semoga Allah melimpahkan Hidayah taufiq-nya pada kita untuk ditunjukkan pada jalan yang "Haq" dan mampu menjalaninya. Mohon koreksi jika ada kesalahan. semoga bermanfaat. Abu Hilmy ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free. http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
