Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh untuk saudaraku M Fadlan, anda dapat membaca artikel ini mudah2 artikel ini dapat menjadi masukan buat anda wahai saudaraku, sesungguh nya apa yang dimaksud dengan perkataan merasa benar sendiri itu..?, wahai akhi.. orang yang berselisih kemudian dia berkata sesuai dengan ra'yu / fikiran dan hawa nafsu nya belaka, walaupun disandarkan kepada dalil dalil yg shahih akan tetapi penafsiranya di belokan dan dipaksakan sesuai dengan selera nya untuk membenarkan pendapatnya belaka, ini baru kita bisa bilang merasa benar sendiri..? namun apa bila ada seseorang yang berkata dengan hujjah yang jelas dan didasarkan dalil dalil yg sahih, serta ditafsirkan dengan penafsiran yang shahih pula penafsiran dari para sahabat sebagaimana yang telah di ajarkan oleh guru mereka yakni Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, dan penjabarannya sebagaimana yang telah dijabar oleh para ulama ulama ahlusunnah warasatul anbiya "pewaris para nabi", maka apakah pantas orang ini kita sebut dengan merasa benar sendiri wahai saudaraku..? yaa akhi silahkan klik link ini atau copy paste di browser antum http://www.salafindo.com/viewartikel.php?ID=71 silahkan antum baca, renungkan dan pelajari, Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita dan memberikan kekuatan untuk menjalani hidayah Nya, Aku memuji Allah disebabkan hidayahNya lah, Allah menujukan hati kami ini hingga tergerak untuk mengomentari postingan antum dan saudara saudara kita semuslim lainnya yang begabung bersama dalam milis ini, itu tidak lain dikarenakan rasa kasih sayang kami kepada saudara sesama muslim, untuk berbagi ilmu dan nasehat, jka antum wahai saudaraku.. menemui kata kata yang tidak berkenan dihati .. harap dimaafkan sebab kami ini adalah manusia yang tidak akan pernah luput dari segala kesalahan, namun yanga harus kita lihat dalam menilai sebuah kebenaran adalah, pekataan Allah, perkataan Rasul serta didukung dengan pemahaman yang diamalkan oleh para sahabat, karena mereka lah orang orang yang diridhai oleh Allah dan langsung dibimbing oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang bagaimana cara beragama nya. jika semua itu tercakup maka itulah dia kebenaran wahai saudaraku, barakallahu fiik assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Imran Muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saudara Fadlan yang terhormat, para peserta milis ini bulan orang-orang yang berhak dijadikan ukuran dalam beragama. Yang kita jadikan standar dalam beragama adalah Al-qur'an dan As-Sunnah sebagaimana yang difahami oleh 3 generasi terbaik dari ummat ini, Yaitu Shahabat2 rasulullah radhiyallahu'anhum ajma'in, Tabi'in dan Tabi'uttabi'in. Selama kerangka berpikir orang-orang yang ada dalam milis ini masih berada dalam prinsip ketiga generasi manusia tersebut, anda harus menerimanya dengan lapang dada, dan apabila sudah ada yang menyimpang dari ketiga generasi terbaik tersebut maka anda harus meninggalkannya. Benar disebutkan dalam hadits shahih bahwa kaum muslimin terpecah belah menajdi 3 golongan dan hanya satu golongan yang selamat, yaitu ahlusunnah waljama'ah atau orang2 yang teguh dalam menjalankan prinsip2 3 generasi terbaik tersebut (salaf ashshalih). Bener juga kita tidak perlu mencemooh orang2 tertentu, tapi memperingati manusia dari keburukan adalah sesuatu yang wajib kalau kita punya ilmu tentang hal tersebut. Muhammad Imran. M Fadlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu'alaikum Wr. Wb. "menjadi ahlusunnah waljama'ah (salafi)". Semua golongan mengumandangkan bahwasanya golongan yang ia anut itu adalah Ahlussunnah Wal Jama'ah, dari 72 golongan semua mengaku sebagai ahli sunnatur rosul. Masya ALLAH.... tak kira yang lagi di milist ini bener-bener SALAFY tulen.... Tapi ternyata sama aja dengan yang lainnya... masih suka merasa paling benar dari ummat muslim yang lain. Pak, saudaraku... kembalikanlah semua kepada ALLAH SWT... Janganlah kiranya kita menjadi buih yang terhanyut dalam lautan nan luas. Sungguh kita akan menyesal jika kita benar-benar terjerumus dalam pertikaian yang tak kunjung selesai. Untuk itu, dalam berda'wah di dalam milist, atau ta'lim, atau dimanapun itu tempatnya... Janganlah kita mencemo'oh aliran tertentu... Apalagi aliran yang dimana kita hidup sekarang ini ada di Bumi Indonesia. Rosullullah kan pernah menasihati kita untuk To'at kepda U;ama dan Umaro'. Nah kita ikuti mereka... kalau mereka salah ya kita ingatkan (Tapi harus dengan keimanan, bukan dengan jalan mencemo'oh di belakangnya). Sekirany itu yang bisa saya utarakan, semoga kita menjadi Ummat rosulloh yang benar-benar mempredikati AHlussunnah Wal Jama'ah. Dan semoga Allah mengampuni semua kekhilafan kita dan menggantinya dengan kebaikan yang diridhoi-Nya, amien. Wassalam Fadlan. ----- Original Message ----- From: "asep insani" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, May 19, 2006 10:43 AM Subject: Re: [assunnah] kendala dakwah salafiyah masyarakat kita > Wassalaamu'alaikum warohmatullaahiwabarokatuh. > Baarokallaahufiikum > Itulah hidayah dari allah subhanahuwata'ala.... Kita tidak bisa memaksakan > hidayah ini. Akan tetapi Allah ta'ala yang akan memberikan hidayah kepada > orang yang dikehendaki-Nya. > Syaikh Ali Hasan bin Ali Abdul Hamid Hafidzahullaahuta'ala mengatakan: > Bahwa hidayah itu terbagi dua yaitu: Hidayatu Ila Islam dan Hidayatu fii > Islam. Hidayatu Ila Islam adalah seseorang yang tadinya Kafir, atau tidak > beragama Islam kemudian Allah berikan kepada dia hidayah menjadi kaum > muslimin, entah musliminnya itu dari kalangan Hizbiyyin (Firqoh yang 72 > golongan) yang masih banyak berbuat amalan bid'ah. Sedangkan Hidayatu Fii > Islam adalah seseorang yang tadinya muslim dari kalangan hizbiyyin, > kemudian Allah ta'ala berikan hidayah kepada dia menjadi ahlusunnah > waljama'ah (salafi). > Insya allah, dalam berda'wah kepada keluarga, tetangga, maupun saudara > hendaklah kita bersabar dan terus kita ulang2 memberikan nashihat kepada > mereka. Tetapi ingat hidayah itu ada ditangan allah ta'ala. Kita hanya > bisa menyampaikan dan memberikan nashihat dan mendo'akan agar allah ta'ala > memberikan hidayah fii islam kepada orang2 yang kita cintai..... > Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab. > > > > Saipah Gathers <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaykum Warrohmatullahiwabarokatuuh, > sekedar cur-hat, susah nya kasih dakwah salafy di masyarakat kita yg masih > berpegang teguh dengan Adat dan Bid'ah. > Sampe sekarang keluarga kami di Indonesia pun masih belum bisa menerima > manhaj salaf, padahal udah segala cara saya nasehati, sampe dibeliin buku2 > salaf utk di baca, duh.. jawabnya enak sekali, gak bisa ninggalin > kebiasaan masyarakat sekitarnya, apalagi sgb ibu RT, tiap malem Jum'at > musti yasinan dan ratiban, belon lagi keliling acara mauludan, nisfu > shaban dan isra mi'raj, ziarah kubur para wali/sheikh, masa sih orang mau > berbuat baik berdosa, sampe saya sendiri yg dibilang menyimpang dari > ajaran islam. > Astagfirllah, padahal dalil dari Al Qur'an dan Sunnah udah dibuktiin dan > dibaca. > > Tolong deh ustadz-ustadz manhaj salaf sering-sering aja keliling ke > tiap-tiap mesjid, sebarkan dakwah salafiyah, jangan lupa ke mesjid daerah > Cimanggis-Depok, Tepatnya di depan Giant Supermarket, Jln.Raya Bodor Km > 31. > > Jazakallah > umm Ismael(CT-USA) --------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
