Wassalammu'alaikum warah matullahi wabarokatuh Ana mau mencoba untuk memberikan sedikit yang ana ketahui semoga bermanfaat.
kalo seandainya memang benar jawaban ustadz antum seperti itu, menurut ana mungkin ustadz antum tersebut dalam menyampaikan menarik dan enak, tapi apalh gunanya kalo isinya jelek dan banyak kesalahan. seandainya antum membeli sesuatu yang nampak dari luar bagus, promosinya bagus pokonya dari eksen dan estetikanya menarik. lalu setelah antum beli dan dibuka ternyata isinya sangat tidak baik dan tidak enak, tidak sesuai dengan standar barang yang sebenarnya. bagaimana pendapat antum? Ana harap antum jagan seperti halnya antum membeli sesuatu tadi. urusan agama tidak hanya didunia tapi diakhirat juga. semakin kita menyukai sesuatu maka semakin susah kita untuk melepaskannya. begitu pula bila antum tetapdengan ustadz tersebut maka tidak menutup kemungkinan antum akan sulit melepaskannya nantinya. Ana minta jika antum memang ingin belajr agama yang benar maka carilah yang memang benar-benar mengikuti sumber aslinya, meskipun jauh. para ulama dahulu kalo menuntut ilmu tidak melihat jauh dekat atao bahasa yang disampaikan enak atau tidak. yang penting benar dan jelas sumbernya. (afwan kalo ada yang salah) bila Antum ingin mendalamai dan mempelajari agam dengan baik dan benar, cobalah dalam memulai sesuatu dimulai dengan motivasi yang benar bukan karena alasan suka atau tidak sukanya kita. Afwan jika terlalu panjang ngomongnya. Mengenai jawaban ustadz antum tersebut maka ana cuma dapat mengomentari seperti ini : 1. gunakan kaidah fikih berikut ini untuk menjawab arguman ini : " setiap ibadah pada awalnya adalah haram , kecuali ada dalil yang mebolehkan atau menganjurkannya. dan setiap muamalah pada awalnya adalah mubah atao boleh kecuali ada dalil yang melarang atau mengharamkannya". bebrapa hal yang antum sebutkan termasuk dalam ibadah maka akan haram bila tidak ada dalil yang maperbolehkannya atu memberi tuntunan. kalo karena tidak ada dalil yang melarangnya maka mengapa kita melarangnya bukanlah jawaban bijak. Ana ambil perumpamaan kecil dari syariat ini. seandainya apa yang ustadz antum katak benra, maka banyak syariat yang dirubah. sebagai contoh seandainya ada seorang sholat dan ketika sholat dia bernyanyi sebagai ganti bacaan sholatnya atau bacaan sholatnya sesuai bahasa mereka masing masing. bagaimana menurut antum? boleh atau tidak? bukankah yang dilakukan seseorang tersebut tidak ada dalil yang melarangnya? apakah hal itu diperbolehkan? tentu tidak kan? masih banyak syariat 2x yang lain yang dapat dirubah bila argumen yang diambil demikian. 2. pertanyaanya adalah gaple dan yasinan lebih dosa mana sih? gaple merupakan maksiat sedangkan yasinan adalah bid'ah yang jelas-jelas menyimpang dan sesat dan dijamin dengan jamin neraka. gaple tidak diancam dengan ancaman sedahsyat yasinan. dari statement yang dibuat saja sudah keliru apalagi maknanya. kalo seandainya yasinan lebih rendah dosanya dari gaple. Afwan kalo mau ngebandingin sesuatu yang baik janag dengan yang dibawahnya donk. kalo seperti itu adanya maka banyak orang akan gunakan itu. sebagai contoh bila ada orang yangsholatnya kadang-kadang. maghrib sholat isya gak. subuh sholat dhuhur ashar gak. lalu ada yang negur maka otrang ini bilang: '' dari pada yang tidak sholat kan lebih baik saya" bagaimana antum menyikapinya? masih banyak contoh yang lain. 3. jawaban untuk no 3 ini hampir dan dapat sama dengan jawaban no .2 dalam memberikan argumen saja salah apalagi isinya???kalo seperti itu tidak ada yang dipersoalkan. nyanyi maksiat. mengadzankan orang mati bid'ah. yterus palagi? kalo semuanya begitu maka akan banyak perbandingan-perbandingan yang tidak perlu dibandingkan dan jelas-jelas salah. mungkin hanya ini yang ana dapat tulis. Afwan bila dalam penulisan dan isi ada salah dan kurang berkenan. Kepada ALLAH ana mohon ampun, pertolongan dan rahmat. wassalmmu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Ana yang fakir akan ilmu, yang fakir akan segala kebaikan yang ALLAH turunkan dan ciptakan. Abu abdillah Agus Nadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh. Masjid dekat kantor saya setiap hari senin ada pengajian membahas kitab tafsir dan saya biasanya datang mengikuti pengajian tersebut. Selama saya mengikuti pengajian tsb saya menilai ustadznya bagus cara menerangkan kitab tafsirnya (menurut saya). Persoalannya ketika ada yg bertanya pada ustadz tsb mengenai hukum qunut subuh, tahlilal, merayakan Maulid Nabi, meng-azan kan mayit dlm kubur, sholat sunat sesudah sholat asar, shubuh beliau menjawab dengan jawaban sbb ; 1. Selama tidak ada larangan/hadits dari Nabi, kenapa kita melarangnya. 2. Untuk tahlilal beliau menjawab : Dari pada kita main gaple lebih baik kita yasinan. 3. Untuk meng-azan kan mayit beliau menjawab : Dari pada kita nyanyi lebih baik kita azan. Saya mohon nasehat dari antum sekalian, apa saya terus mengikuti pengajian tsb?, atau bagai mana cara menyanggah jawabannya. Terus terang jika untuk menyanggahnya saya tidak ada ilmunya. Dan pengajian tsb satu-satunya yg dekat dengan kantor saya. Wasalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh. Agus --------------------------------- Be a chatter box. Enjoy free PC-to-PC calls with Yahoo! Messenger with Voice. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
