Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh, Akhi, saran ana lebih baik tinggalkan pengajian itu, dan cari yang benar2 murni dari syubhat-syubhat. Bagi yang awam perkataan/jawaban ustadz akan dibenarkan meskipun jawaban itu tidak ada dasarnya. Dalam kaidah agama, bahwa segala amal bisa dilakukan kalau adanya dalil. Kalau tidak ada dalil maka tidak perlu dilakukan (dilarang). Kalau kita melakukannya, maka kita akan terkena ancaman masuk neraka karena kita melakukan bid'ah dalam agama. Setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Dalam kaidah agama jangan dicari larangannya, tetapi dalilnya. Contoh shalat shubuh. Kalau kita sholat shubuh 3 rakaat boleh apa tidak? Tentu tidak boleh. Lho kenapa? kan tidak ada dalil larangannya, malah nambah pahala? Maka larangannya kalau dicari di kitab manapun tidak bakal ketemu, tetapi dalil bahwa shalat shubuh harus 2 raka'at maka ada dalilnya. Contoh lainnya banyak sekali yang semisal. Jadi dari jawaban ketiga pertanyaan tadi, cukuplah kita katakan sama ustadz: adakah dalilnya kita boleh melakukan tahlilan, maulid nabi, mengazankan mayit, qunut shubuh terus menerus, dan yang lainnya. Dalam kaidah agama jangan ditanya dalil larangannya, tetapi dalil untuk melakukannya.
Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, shahabatnya, dan orang2 yang mengikuti beliau hingga hari kiamat. Agus Nadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh. Masjid dekat kantor saya setiap hari senin ada pengajian membahas kitab tafsir dan saya biasanya datang mengikuti pengajian tersebut. Selama saya mengikuti pengajian tsb saya menilai ustadznya bagus cara menerangkan kitab tafsirnya (menurut saya). Persoalannya ketika ada yg bertanya pada ustadz tsb mengenai hukum qunut subuh, tahlilal, merayakan Maulid Nabi, meng-azan kan mayit dlm kubur, sholat sunat sesudah sholat asar, shubuh beliau menjawab dengan jawaban sbb ; 1. Selama tidak ada larangan/hadits dari Nabi, kenapa kita melarangnya. 2. Untuk tahlilal beliau menjawab : Dari pada kita main gaple lebih baik kita yasinan. 3. Untuk meng-azan kan mayit beliau menjawab : Dari pada kita nyanyi lebih baik kita azan. Saya mohon nasehat dari antum sekalian, apa saya terus mengikuti pengajian tsb?, atau bagai mana cara menyanggah jawabannya. Terus terang jika untuk menyanggahnya saya tidak ada ilmunya. Dan pengajian tsb satu-satunya yg dekat dengan kantor saya. Wasalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh. Agus ________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
