Assalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
Ana spendapat dengan rekan Beta Andri.Selain itu ana juga punya sedikit masukan, mudah2an ini bermanfaat dan semakin memantapkan tholabul ilmu antum.
  1. Buku2 bermanhaj salaf biasanya dalam mukadimahnya baik itu mukadimah dari penerbit, mukadimah penterjemah maupun mukadimah isi, diawali dengan khutbah hajat (Innal hamdalillaahi nahmaduhu…dst2), dan baik penerbit maupun penulisnya sudah benar2 memahami bahwa mengawali tulisan dengan khutbah hajat adalah memang sesuai sunnah.
  2. Penulis buku2 salaf (yang notabene orang2 bermanhaj salaf) tidaklah sepatutnya berdusta, karena mereka benar2 takut dengan ancaman Nabi shallallaahu ‘alahi wa sallam dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim : “ Barang siapa yang berdusta atas namaku, hendaknya ia menyiapkan tempatnya di neraka”. Jadi antum nggak usah lagi curiga bahwa ini hadits shahih atau dho’if. Karena kalau penulis berani mengatakan shahih, itu artinya memang dia mendapatinya shahih. Dan penulis tidak akan berani berdusta dengan mengatakan hadits yang dho’if sebagai hadits yang shahih…. dst.
  3. Buku2 salaf biasanya (selalu) memegang teguh amanat ilmiah, salah satu cirinya adalah dimana selalu ada catatan kaki yang menerangkan tentang hadits2 yang dinukil di halaman tersebut (seperti, periwayat, sanad, sumber kitab nukilan, derajat hadits, no hadits dll).
  4. Seandainya sang penulis kurang teliti-pun atau melakukan kesalahan dalam menyampaikan derajat hadits, tentunya hal ini akan segera dikoreksi dan dibicarakan oleh bagian team editor naskah dari penerbit salaf (yang mana penerbit salaf inipun seyogyanya ber anggotakan orang2 salaf yang berilmu).
  5. Buku2 salaf yang penulisnya adalah orang indonesia, biasanya dalam buku tersebut dibagian akhir terdapat Maroji’ (daftar pustaka), dimana dibagian ini penulis meyebutkan kitab2 rujukan dalam menulis buku tersebut. Sehingga kitapun dapat mengecek kebenaran dari apa2 yang dinukil oleh sang penulis dalam bukunya itu.
  6. Berikut ini adalah beberapa nama penerbit yang ana ingat yang biasa menerbitkan buku2 salaf, dan Insya Allah mereka adalah penerbit yang dapat dipercaya dalam memegang amanat ilmiah sehingga mustahil bagi mereka untuk berdusta dengan sepengetahuan mereka :.
    1. Pustaka Imam Asy Syafi’i
    2. Pustaka Ibnu Katsir
    3. Pustaka Al Kautsar
    4. Darul Qolam
    5. Darul Haq
    6. Media Hidayah
    7. Pustaka Abdulah
    8. Pustaka At Taqwa
    9. At Tibyan
    10. Pustaka Azzam
    11. Darul Falah
    12. dll…masih banyak lainnya yang ana nggal hafal. 
Demikian yang dapat ana sharing-kan, mungkin ada rekan2 lain yang mau mengkoreksi atau menambahkan.
Wasalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.
 
Akh Novy


Beta Andri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Waalaykum salaam warahmatullahi wabarakaatuh,

ya begitulah gunanya ikut taklim. Insya Allah pemahaman yang didapat
dalam taklim, lebih mudah dicerna daripada dari hasil membaca buku.
Apalagi kalau ada kesempatan tanya-jawab dengan nara sumber. Memang
ada hadis untuk menyampaikan hadits kepada yang tidak hadir dalam
majels Nabi shalallahu ayahi wa sallam karena berapa banyak orang yang
yang mendengar hadis dari orang lain tetapi dia lebih paham dari si
pembawa hadits. Namun bukankah keutamaan hadir dalam majelis juga ada?
Seperti: 1) Barang siapa mencari ilmu maka Allah akan memudahkan
jalannya ke surga; 2) Orang yang mencari ilmu mendapat balasan seperti
orang yang berjihad, sejak keluar rumah sampai kembali lagi dari
majelis; 3) Orang2 yang ikut dalam majelis akan dinaungi oleh sayap2
Malaikat, 4) dll.

Kalau dibandingkan antara yg hadir dan tidak hadir (dalam argumen diatas):
- orang yang hadir taklim sudah dipastikan mendapat ganjaran dan
keutamaan seperti yang disebut diatas.
- tidak semua orang yang mendengar hadits secara tidak langsung, mampu
mencapai kedudukan orang yang "lebih paham dari pembawa hadits"
seperti yang disebutkan diatas.

Mungkin antum perlu mencari orang yang tsiqoh (terpercaya) dalam
agama, untuk antum jadikan sumber referensi bertanya. Lebih baik lagi
kalau antum bisa bersikap kritis (yang syar'i tentunya) terhadap nara
sumber yang antum percayai itu. Supaya antum terhindar dari taklid dan
bisa mendapat manfaat dari orang lain.

Kalau masih belum puas juga, dalam masalah memahami hadits shahih dan
dhaif, antum sekalian belajar hadits saja. Supaya nantinya bisa
memisahkan sendiri mana hadits yang shahih dan hadits yang dhaif.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Wassalamualaykum warahamatullahi wabarakaatuh,

Abu abbas


--- In [email protected], "vivadivas" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum warahmatullah Wabarakaatuh
>
> selama ini saya belajar dengan membaca buku2 salaf, itupun karena
info dari teman2 juga (mana penerbit yg baik dan mana penerbit yg
tidak baik), jadi saya masih belum bisa memilih sendiri mana yang
baik. hal ini dikarenakan saya belum bisa membedakan mana yang shahih
dan tidak, saya juga belum bisa baca dan memahami urutan2 dan
periwayatan. selama saya baca buku2 salafy (yg infonya dari teman
salafy juga), saya hanya percaya dan ngikut aja. selama di buku itu
ada keterangan seperti : hadist ini shahih atau hasan. dan saya
tinggalkan hadist yg mengatakan dhaif/lemah.
> kemudian timbul pertanyaan dalam hati:
> Bagaimana jika saya dapat info buku yg salah. dan didalamnya
terdapat keterangan bahwa hadist itu shahih. padahal yang sebenarnya
tidak.
> sebagai orang masih awam, bagaimana saya harus percaya dan tidak?
> apalagi kalau ada keterangan seperti : lihat kitab ini dan itu..
> bagaimana saya harus percaya, karena saya tidak bisa mengecek
sendiri kebenarannya dikarenakan saya tidak memiliki kitab2 tersebut.
> mungkin saat ini saya masih beruntung dikarenakan info dari teman
itu benar. tapi jika suatu saat, ada buku (salafy) yg tidak sengaja
ada kesalahan redaksional ttg suatu hadist, apakah saya harus percaya
begitu saja.. karena mengingat buku itu biasanya benar.
>
> selain itu, saya juga kebingungan menjawab pertanyaan adik dan
teman, jika saya memberi suatu file.. dan mereka bertanya : yg
mengatakan shahih ini orang mana dan siapa?
>
> Afwan jika pertanyaan saya ngawur, rasa bingung ini mengganggu sekali.
> jadi mohon penjelasan dan nasehatnya. terutama agar saya bisa
mempercayai keshahihan hadist tanpa selalu mengandalkan info dari
teman itu.
>
> Wassalamu'alaikum
> Alivia F.





New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Sunnah Islam Islam empire of faith
Islam music Islam video Islam for child


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke