Sedih rasa hati mengingat berita tentang kejadian di NTB, April 2006. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberi ketabahan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan di sana. Dan semoga kerukunan diantara sesama ummat Islam segera pulih kembali.
Bagaimanapun perlu direnungkan secara sungguh-sungguh bahwa telah terjadi benturan diantara sesama ummat, yang seharusnya tidak boleh terjadi. Tentulah ada sesuatu yang tidak berjalan dengan tepat. Kaidah dalam mencari/menyebarkan ilmu yang dipegang oleh setiap muslim ialah: (1) Orang belum tahu wajib bertanya kepada ahli ilmu atau kepada yang sudah tahu lebih dahulu. (2) Ahli ilmu wajib membagi ilmunya kepada orang yang belum tahu. Dengan demikian, orang yang lebih dahulu mengaji wajib memberi tahu kepada yang belakangan mengaji. Setiap muslim wajib menyampaikan kebenaran sesuai kemampuannya dan menyebarkan kebaikan kepada siapa pun yang membutuhkan. Kaidah ini telah dilaksanakan secara cukup baik di milis ini. Perlu disadari bahwa jumlah muslim yang paham ataupun menjalankan cara beragama para salaf yang shalih bukanlah mayoritas di negeri ini. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam bersikap dan berda'wah. Saudara-saudara saya Hanif, Abu Abdurrahman, dan Firdaus Padang telah memberikan ulasan panjang-lebar. Kewajiban menyebarkan ilmu itu tidak seharusnya ditafsirkan sebagai memaksakan nilai-nilai biarpun berlandaskan hukum yang (lebih) kuat. Manusia cenderung memegang teguh hal-hal yang sudah lama dipercaya dan dijalankan. Hal ini sangat manusiawi. Menurut hemat saya, perubahan (ke arah yang lebih baik) merupakan tolok ukur keberhasilan da'wah. Perubahan pasti memerlukan "pengorbanan", namun bagi yang menjalani, besar pengorbanan ini tidak sebanding dengan manfaat atau ganjaran yang diharapkan. Ini juga perlu ditularkan kepada orang yang dida'wahi. Yang perlu dicari ialah kiat-kiat membuka pikiran dan hati banyak orang dan bagaimana mempertahankan kesabaran, keuletan, tekad, sikap pantang menyerah, dan usaha tak lelah lelah dalam berda'wah. Mengapa demikian? Mengubah perilaku adalah hal yang sangat tidak mudah, memakan perasaan, dan kalau tidak sabar, merasa semua itu hanya kesia-siaan. Saya sekadar ingin menambahkan apa yang telah diulas oleh saudara-saudara saya. Beberapa kiat tambahan dalam berda'wah antara lain sebagai berikut: (1) Bergaul secara baik dengan sesama muslim tanpa membeda-bedakan bagaimana pemahaman Islam mereka. Ini termasuk mengikuti apa saja kegiatan masjid dan kemasyarakatan, dengan tetap teguh memegang prinsip salafi dalam beribadah. (2) Memberikan kasih-sayang secara tulus kepada sesama muslim tanpa membeda-bedakan bagaimana pemahaman Islam mereka dan bagaimana pun sikap mereka. (3) Murah senyum, santun, dan bertutur kata lembut dan menyejukkan. (4) Selalu siap memberi nasihat apabila diminta ataupun apabila dirasa diperlukan. Bagi sasaran da'wah dewasa, lebih mengena apabila memberi nasihat secara tidak langsung, tidak terkesan menggurui, dan merujuk pada latar belakang hidup dan pengalaman orang yang dida'wahi tersebut. (5) Selalu siap mengulurkan bantuan (dalam bentuk apapun) kepada yang membutuhkan. (6) Memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beragama, bermasyarakat, bekerja, berorganisasi, dan sebagainya. (7) Terus-menerus saling berbagi ilmu dan pengalaman diantara yang mengikuti jalan salafi. (8) Menghindari menyalah-nyalahkan pemahaman yang menyalahi tuntunan Rasulullah, tetapi menunjukkan bagaimana tuntunan Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam dengan cara yang tepat dan tidak secara langsung. (9) Bersabar dalam mengajak kepada kebenaran dan kebaikan. (10) Memberi waktu kepada orang yang dida'wahi untuk merenungkan kebenaran yang disampaikan. (11) Bersabar menghadapi cemoohan, kecaman ataupun sindiran, lalu menjelaskan secara bijak dan mengena, baik langsung maupun tidak lagsung. (12) Menunjukkan (tetapi bukan menunjuk-nunjukkan) bagaimana Islam itu damai dan menyejukkan. (13) Mencamkan di dalam hati bahwa kita ingin menjadi manusia yang baik di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala dan sekaligus di hadapan sesama manusia, sekaligus sebagai muslim yang baik, dan sekaligus sebagai salafi yang baik. (14) Bagi yang berkesempatan menjadi ta'mir masjid, perlu usaha sedikit demi sedikit untuk mengarahkan tata cara ibadah di masjidnya dengan contoh dari Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam, shahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in (atau cara salafi). Lebih beruntung apabila dapat mengumpulkan beberapa orang yang sepaham dalam kepengurusan masjid sehingga warna masjid menjadi jelas. Apabila jumlah salafi minoritas, kesepakatan ta'mir merupakan jalan terbaik. Mungkin saja tata cara ibadah tidak sepenuhnya salafi, tetapi setidaknya sudah ada perubahan ke arah perbaikan. Pemaksaan kehendak bukan jalan keluar karena dapat menuai perpecahan. Insya Allah, kita tidak berdosa apabila sudah berupaya. Yakinlah bahwa apabila tidak terdapat ketidakpatutan dalam diri penda'wah, masyarakat pada akhirnya akan ringan mengikuti kebenaran yang disampaikannya. Kita juga perlu menarik pelajaran dari strategi dan taktik ummat lain. Oleh karena bukan mayoritas, cara da'wah perlu disesuaikan. Dengan mengenal betul medan yang dida'wahi, insya Allah banyak cara yang dapat dicoba. Seandainya da'wah dilakukan secara kaku, yakinlah bahwa sangat sedikit yang akan menyambut secara baik sedangkan kebanyakan sasaran da'wah akan menjauhi dan bahkan memusuhi. Mestinya bukan begini cara berda'wah di kebanyakan daerah di negeri ini karena akan muncul lebih banyak kerugian dan kerusakannya dibandingkan manfaatnya. Kebenaran menuntut untuk disampaikan secara bijak dengan tujuan akhirnya berhasil mengajak sesama muslim untuk mengikuti kebenaran dan kebaikan. Tentunya da'wah Islam di masjid dan masyarakat sekitar kita seyogyanya tidak dipersempit cakupannya menjadi hanya da'wah salafi. Marilah kita benahi dan mantapkan cara berda'wah kita semua agar mampu memberi "kabar gembira" kepada mereka yang membutuhkan, biarpun boleh jadi mereka tidak merasa membutuhkan. Perbolehkan saya memakai istilah "kabar gembira" yang terdapat dalam Al Qur'an dan bukan sekadar meniru ummat lain. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala selalu meneguhkan kita dengan kesabaran dan keuletan dalam berda'wah dan mengganjar kita sesuai dengan niat baik dan upaya keras kita. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh, Abu Farhan --- In [email protected], elbahr bin sarih <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wa'alaikum sallam Warohmatullohi Wabarokatuh > Jawaban : > 1. aljawab *bijak* krn rosululloh membawa agama ini dengan damai dan sebagai Rahmatan Lil A'lamin, kalaulah da'wah ini tidak dikatakan bijak bagaimana dengan Rosululloh apakah anda menganggap Nabi Muhammad bukan orang bijak (Naudzubillah tsuma Naudzubillah)? > 2. Menurut pamahaman ana mengecam adalah mengingkari sesuatu perbuatan yang tidak kita sukai dengan cara ucapan, sedangkan menasehati adalah suatu perbuatan untuk mengajak kembali seseorang kejalan sebenarnya dengan cara nasehat. Ya evy, anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan ayat tersebut, kita harus berlemah lembut dalam hal apa? kalau itu hanya sebatas duniawi tidak masalah tetapi kalau itu sudah menyentuh sisi agama ini harus kita cegah dengan apa yaitu dengan cara yang baik, kalau cara ini tidak mempan baru memakai cara tingkat tinggi yaitu Hajr. Islam tidak mengajarkan kelemah lembutan pada satu kelompok saja tapi untuk seluruh alam, oleh karena itu berlemah lembutlah kalian kepada manusia. Ya ukhti, antuna harus tau apa itu "AHLI BID'AH", setahu ana kebanyakkan di kita adalah orang-orang jahil bukan sebagai AHLI BID"AH maka sebaiknya qta nasehati dengan mereka dengan baik, kalau mereka sebagai AHLU BIDA' jahr dan ta'dil dulu mereka setelah itu jika tidak > mempan Hajr mereka seperti yang telah dilakukan oleh para 'Ulama, Masyaikh dan yang semisalnya. > 3. Salafyah adalah suatu metode yang diambil dari orang-orang terdahulu kita, sedangkan kalafyah adalah suatu metode yang diambil dari orang-orang sekarang > 4. Kepemimpinan dalam islam sekarang ini adalah kita dibawah komando kepemerintahan kita masing-masing, sebab untuk mendirikan suatu "Daulah Islamiyyah" untuk sekarang sangat sulit karena negara islam banyak terpecah-pecah dan terpisah sehingga menyulitkan untuk komando seperti yang dikatakan oleh seorang 'ulama (ana lupa namanya, afwan). 'ulama dipilih untuk jadi pemimpin kenegaraan untuk jaman sekarang ini ana kira 'ulama lebih faham daripada kita,. > Wawllohua'lam Bisshowabe > Wassalamu'alaikum Wraohmatullohi Wabaraokatuh > > EL_BAHR FIL ARDH > > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh > > Beberapa hari yang lalu Ana pernah menyinggung tentang buku "Da'wah Salafi Da'wah Bijak". Mungkin ada yang masih ingat. Ana ingin menyambungnya dengan pertanyaan berikut: > > 1. Da'wah Salafiyah itu Da'wah yang Bijak tidak? > > 2. Apakah bedanya Mengecam dengan Menasihati? > Bagaimana dengan kaitannya pada ayat yang menyatakan ..... "Bersikap lemah lembut di antara mereka, dan tegas terhadap orang kafir" (kurang lebih seperti ini). Apakah lemah lembut di sini terhadap mereka yang satu manhaj saja dengan kita? Atau hanya kepada mereka yang kita "indikasikan" AHLI BID'AH? > > 3. Terus apa bedanya Salafiyah dengan "Kalafiyah" (ini istilah Ana saja)? > > 4. Bagaimana dengan kepemimpinan di dalam Manhaj ini sementara Rasulullah dan para sahabat sudah tidak bersama kita? Perlukah para ulama berkumpul dan dipilih seorang pemimpinnya di antara mereka? Kalau perlu/ada, siapa pemimpin da'wah ini sekarang? > > Ana sangat mengharapkan tanggapan dari Antum untuk dapat menjawab pertanyaan2 tersebut. Semoga Allah senantiasa mengikat hati-hati kita dalam kecintaan dan taat dalam menegakkan syariat-NYA. Amin. > > Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG TERPERCAYA -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
