Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokaatuh

Mendarat di bulan apakah benar???
Ingat, berita ini dari orang fasik jadi jangan mudah percaya sebelum ada
bukti dan engkau melihat dengan mata kepala sendiri dan anggap berita ini
tidak mudah membenarkan dan juga tidak mudah menyalahkan. Seperti yang
dikatakan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Bazz rahimulloh

Berikutnya, bagaimana dengan ayat-ayat yang telah disebutkan oleh para
ikhwah fillah sekalian??
Ayat-ayat dan hadits dipahami sebagaimana penjelasan para ulama yang ahli
dalam menjelaskan ayat dan hadits tersebut dan kita i'tiba' kepada apa yang
rasululloh shallallohu'alaihi wa sallam ajarkan kepada kita tanpa menambahi
dan tanpa mengurangi sedikit pun.

Lalu bagaimana dengan berita-berita dan fakta-fakta bahwa manusia pernah
keluar angkasa dan pernah hidup di luar angkasa selama beberapa hari??
Sekali lagi hukum berita ini dikembalikan kepada perkataan para ulama,
karena toh berita ini juga dari kaum fasik. Yang kita tidak tahu
keIslamannya dan juga bagaimana dia apakah bisa dijadikan pegangan
perkataannya ataukah tidak.

Kebenaran itu hanya dari Alloh, maka dari itu kembalikan kepada Alloh.
Kembalikanlah masalah itu kepada Alloh dan ucapkanlah Wallahu'alam. Kita
dalam beragama tidaklah berusaha memikirkan mati-matian berbagai teori akal,
tapi yang kita utamakan bagaimana cara beribadah yang benar yang sesuai
dengan tuntunan rasululloh shallallohu'alaihi wasallam. Kalau dilihat-lihat,
dan dipikir serta ditelaah, mendarat di bulan itu ada diurutan nomor berapa
dalam agama kita???
Masih lebih utamakah daripada melaksanakan tauhid terlebih dulu?? Ataukah
masih lebih utama mendarat dibulan daripada melaksanakan sunnah rasulullloh
shallallohu'alaihi wa sallam.

Benar seperti apa yang dikatakan oleh Ustadz Ahmad Sabiq.Lc. Hafidzulloh
dalam menyingkapi Bumi Mengelilingi Matahari, pembahasan seperti ini hanya
akan terjadi apabila ada ayat-ayat Al Qur'an dan hadits yang dipahami tidak
pada tempatnya, sehingga banyak orang yang tersesatkan oleh
pemahaman-pemahaman yang tidak benar melalui ayat-ayat tersebut.

Bagaimana kita menyingkapinya??
Sebagai orang awam kita kembali kepada pemahaman awal di atas tadi.

Wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokaatuh



On 7/4/06, Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> On 7/3/06, Abu Abdillah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Pertama.
> > "Juga mendarat di bulan berbeda dengan hidup di bulan".
> >
> > Kalimat itu memang berbeda artinya dan maksudnya, akan tetapi dapat
> menjadi
> > suatu kesatuan dalam suatu makna bahasa, misalnya :
> > ...
>
> Jazaakallahu khairan, Akhi. Namun tetap tidaklah memadai tanpa adanya
> keterangan dari salafush shalih. Misalkan, dapat diperdebatkan lagi
> bagaimana dengan orang di pesawat terbang (tidak lagi menjejak bumi),
> bukankah mereka tetap hidup? Bagaimana dengan orang yang terbang ke
> luar atmosfer bumi? Bukankah mereka tetap hidup?
>
> Padahal terbang ke luar angkasa telah dilakukan juga oleh astronot
> muslim. Di antaranya adalah Pangeran Sultan bin Salman bin Abdul 'Aziz
> al-Saud pada tahun 1985 selama lebih dari sepekan.
>
> Lihat:
>
> http://en.wikipedia.org/wiki/Sultan_bin_Salman_bin_Abdulaziz_al-Saud
>
> Juga ada Abdul Ahad Mohmand dari Afghanistan pada tahun 1988 yang di
> luar angkasa selama lebih dari 8 hari.
>
> Lihat:
>
> http://en.wikipedia.org/wiki/Abdul_Ahad_Mohmand
>
> Juga ada Musa Manarov dari Azerbaijan yang keluar angkasa dua kali
> pada tahun 1987 dan 1990 dengan total waktu lebih dari 540 hari.
>
> Lihat:
>
> http://en.wikipedia.org/wiki/Musa_Manarov
>
> Sehingga bagaimana dapat menjadikan ayat tersebut sebagai dalil
> menolak pendaratan di bulan? Terlebih jika memang tidak ada salafush
> shalih yang menafsirkan ayat itu bahwa tidak mungkin mendarat di
> bulan.
>
> > Kedua.
> > >"Dua ayat yang mulia ini menegaskan dan menunjukkan bahwa manusia tidak
> > >bisa hidup di tempat selain dari bumi." (Hal. 27).
> >
>
> Telah ana kemukakan beberapa pandangan terhadap pendalilan tersebut.
> Mohon koreksinya. Juga jika kita lihat dalam fatwa Syaikh Ibn
> 'Utsaimin rahimahullah disebutkan "Ketika manusia berhasil mendarat di
> bulan, ...". Tidaklah Syaikh membantah dengan dua ayat tersebut.
> Ataukah Syaikh tidak memahami dua ayat tersebut seperti itu?
>
> Perlu ana tekankan lagi bahwa posisi ana di sini bukanlah menetapkan
> bahwa benar pendaratan di bulan telah dilakukan dan bukan pula untuk
> menolaknya. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam juga
> melarang kita menolak atau menetapkan kebenaran kisah Israiliyat jika
> kita tidak memiliki ilmu tentangnya?
>
> Sebagaimana kita tidak boleh menolak bid'ah dengan bid'ah, juga
> janganlah sampai kita menolak satu "kebohongan kafir" dengan
> "kebohongan kafir" lainnya. Wallahul musta'aan.
>
> Juga disebutkan mengenai tayangan ""Did we land on the moon?" yang
> dinisbatkan ke National Geographic. Dari cari-cari sedikit, acara itu
> ditayangkan oleh Fox Television Network pada 15 Februari 2001.
>
> Sedangkan sikap National Geographic sendiri dapat dilihat di:
>
>
> http://news.nationalgeographic.com/news/2004/07/0714_040714_moonlanding.html
>
> (pada sidebar "Moon Landing a Hoax?").
>
>
> http://news.nationalgeographic.com/news/2004/03/0331_040331_aprilfoolshoax_2.html
>
> Lihat juga:
>
> http://science.nasa.gov/headlines/y2001/ast23feb_2.htm
> http://curious.astro.cornell.edu/question.php?number=17
>
> Sedangkan bantahan terhadap siaran tersebut dapat dilihat di:
>
> http://www.badastronomy.com/bad/tv/foxapollo.html
> http://www.redzero.demon.co.uk/moonhoax/
> http://en.wikipedia.org/wiki/Apollo_moon_landing_hoax_accusations
>
> Tidaklah ana tetapkan bahwa bantahan itu benar atau salah karena ana
> tidak memiliki kompetensinya.
>
> Lagi-lagi ana katakan baiknya tidak perlu menyibukkan diri dengan
> perdebatan masalah ini (atau conspiracy-theory lainnya) kecuali ada
> keterangan yang yaqin (lebih baik lagi jik haqqul yaqin dan ainul
> yaqin).
>
> Allah Ta'ala berfirman (yang artinya):
>
> "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
> pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan
> hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS.
> al-Israa' 17:36)
>
> Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dan mohon koreksinya
> jika ada yang keliru. Kebenaran hanyalah dari Allah Ta'ala dan
> kesalahan datang dari diri ana dan syaithan.
>
> Allahu Ta'ala a'lam.
>
> Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
> --
> Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)



--
Y!: mr_redflower




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL 
JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, 
BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN 
BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM 
MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke