From: budi sidik
Date: Wed, 17 May 2006 23:26:04 -0700
Assalamu 'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh
Waktu-waktu sholat wajib, ditentukan dengan posisi matahari. Lantas 
bagaimana penentuan waktu sholat di kutub utara dan selatan ? Di 
sana matahari tidak pernah melintas di atas kepala.  Bahkan lamanya 
siang dan malam sepanjang setengah tahun? Adakah yang tahu 
jawabnya ? Bagaimana fatwa ulama salaf tentang hal ini ?

Alhamdulillah,
Sebelum masalah itu terjadi Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
telah menyampaikan fatwa tentang masalah yang semisal dengan 
pertanyaan diatas, yaitu dalam menjelaskan tentang lamanya Dajjal di 
Bumi, sebagai berikut :

Lamanya Dajjal tinggal di muka bumi hanya empat puluh hari. Akan tetapi 
sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan dan sehari seperti seminggu. 
Seluruh hari-hari yang dilaluinya seperti hari-hari yang kita lalui 
sekarang. Demikianlah yang dituturkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam. Para sahabat pernah bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, hari yang 
seperti setahun ini, apakah cukup shalat sehari saja ?” Beliau menjawab, 
“Tidak! Kira-kirakanlah saja !”

Bagaimana Allah membuat para sahabat itu menanyakan yang demikian ? Ini 
dimaksudkan agar dien ini menjadi sempurna dan tidak lagi butuh 
penyempurnaan. Manusia yang hidup di daerah-daerah kutub sekarang ini 
membutuhkan penjelasan semacam ini, karena disana bisa terjadi malam hari 
selama enam bulan dan siang hari selama enam bulan pula. Oleh karena itu, 
mereka membutuhkan hadits ini. Perhatikanlah bagaimana Rasul Shallallahu 
‘alaihi wa sallam telah menyampaikan fatwa seperti ini sebelum problema 
seperti ini terjadi

Lengkapnya saya salinkan dari situs almanhaj semoga bermanfaat. Adapun 
mengenai kira-kira waktu-waktu shalatnya saya tidak mengetahuinya, 
barangkali ada ikhwan lain yang lebih paham dalam masalah ini. Wallahu 'alam

BATAS WAKTU TINGGALNYA DAJJAL DI BUMI

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
sumber http://www.almanhaj.or.id

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Berapa lama batas waktu 
tinggalnya Dajjal di muka bumi ?

Jawaban.
Lamanya Dajjal tinggal di muka bumi hanya empat puluh hari. Akan tetapi 
sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan dan sehari seperti seminggu. 
Seluruh hari-hari yang dilaluinya seperti hari-hari yang kita lalui 
sekarang. Demikianlah yang dituturkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam. Para sahabat pernah bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, hari yang 
seperti setahun ini, apakah cukup shalat sehari saja ?” Beliau menjawab, 
“Tidak! Kira-kirakanlah saja !”

Perhatikanlah contoh seperti ini agar kita bisa mengambil pelajaran 
bagaimana para sahabat senantiasa membenarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi 
wa sallam. Mereka tidak mau mentahrif (merubah atau menyelewengkan makna) 
atau menta’wil atau mengatakan bahwa hari tidak mungkin molor, karena 
matahari itu senantiasa beredar pada porosnya dan tidak berubah, akan tetapi 
memanjang lantaran banyak kesulitan yang terjadi pada hari itu atau karena 
hari itu sungguh melelahkan. Mereka tidak mengatakan demikian sebagaimana 
yang dikatakan oleh orang-orang sok pintar, akan tetapi membenarkan bahwa 
hari itu setahunnya juga dua belas bulan secara hakiki tanpa perlu ditahrif 
ataupun di ta’wil.

Demikianlah mestinya seorang mukmin yang hakiki senantiasa tunduk terhadap 
apa yang diberikan oleh Allah dan RasulNya berupa masalah-masalah ghaib 
meskipun akalnya tidak sampai. Mereka tahu bahwa apa yang diberitakan oleh 
Allah dan RasulNya tidak mungkin sesuatu yang mustahil secara akal akan 
tetapi akal yang tidak sampai karena tak mampu mengetahuinya. Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa hari pertama dari 
hari-hari yang dilalui oleh Dajjal adalah seperti setahun. Sekiranya hadits 
ini dibaca oleh roang-orang “belakangan” (muta’akhirin) yang mengaku sebagai 
kaum intelektual, mereka akan mengatakan, bahwa panjangnya hari itu 
merupakan majaz dari keletihan dan kesulitan yang ada pada hari itu, karena 
hari-hari bahagia adalah pendek sedangkan hari-hari sial adalah panjang.

Berbeda dengan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum yang karena kejernihan hati 
dan ketundukan mereka menerima apa adanya dan mengatakan dengan polos bahwa 
Dzat yang telah menciptakan matahari menjadikannya berputar selama dua puluh 
empat jam sehari semalam kuasa untuk menjadikannya berputar selama dua belas 
bulan, karena Pencipta itu hanya satu dan Dia Maha Kuasa. Karena itulah 
mereka menerima dan pasrah, sedangkan yang ditanyakan adalah, “Bagaimana 
kami melakukan shalat !” Mereka menanyakan tentang masalah syar’i yang 
dibebankan kepada mereka, yaitu shalat.

Demi Allah, ini merupakan hakikat ketundukan dan kepasrahan. Mereka 
mengatakan, “Ya Rasulullah! Hari yang seperti setahun itu, cukupkah bagi 
kita shalat sehari saja ?” Beliau menjawab, “Tidak, namun kira-kirakanlah 
saja !” Subhanallah …. Jika anda mau merenungkan, pasti jelas sekali bawah 
dien ini benar-benar sempurna dan menyeluruh, karena tidak mungkin ada satu 
masalahpun yang dibutuhkan oleh manusia sampai hari kiamat melainkan akan 
dia dapatkan pangkalnya dien ini.

Bagaimana Allah membuat para sahabat itu menanyakan yang demikian ? Ini 
dimaksudkan agar dien ini menjadi sempurna dan tidak lagi butuh 
penyempurnaan. Manusia yang hidup di daerah-daerah kutub sekarang ini 
membutuhkan penjelasan semacam ini, karena disana bisa terjadi malam hari 
selama enam bulan dan siang hari selama enam bulan pula. Oleh karena itu, 
mereka membutuhkan hadits ini. Perhatikanlah bagaimana Rasul Shallallahu 
‘alaihi wa sallam telah menyampaikan fatwa seperti ini sebelum problema 
seperti ini terjadi, karena Allah telah berfirman.

“Artinya : Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian din kalian dan 
telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian” [Al-Ma’idah : 3]

Demi Allah, kalau kita renungkan “Telah Aku sempurnakan din kalian atas 
kalian”, pastilah kita tahu bahwa selamanya tidak akan terdapat satu 
kekuranganpun. Ia sempurna dari segala sisi. Sedangkan kekurangan ada pada 
diri kita, entah karena sempitnya akal dan pemahaman kita atau karena adanya 
kehendak-kehendak yang tidak terarah dan tidak terkendali dari manusia yang 
hanya ingin memenangkan pendapatnya sehingga ia buta dari kebenaran. Namun 
kalau saja kita mau perhatikan berdasarkan ilmu dan pengetahuan serta niat 
baik, pasti akan kita dapatkan bahwa dien ini tidak memerlukan penyempurna 
dan tidak mungkin muncul satu masalah yang kecil ataupun yang besar 
melainkan terdapat pemecahannya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Akan tetapi ketika hawa nafsu telah mendominasi manusia, jadilah sebagian 
manusia buta dari kebenaran dan kebenaran itu tidak tampak olehnya. Anda 
akan dapati mereka itu jika muncul suatu peristiwa atau masalah yang belum 
pernah dikenal sebelumnya secara persis, meskipun jenisnya sama, mereka 
saling berselisih pendapat lebih dari jumlah jari-jari mereka. Jika hal itu 
mengandung dua pendapat, ada dapati mereka terdapat sepuluh pendapat. Ini 
semua karena hawa nafsu telah mendominasi manusia dewasa ini. Seandainya 
tidak dan niat yang ada adalah lurus, pemahamannya bersih, serta ilmunya 
luas, tentu kebenaran itu akan jelas.

Pokoknya, bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan 
bahwa Dajjal itu akan tinggal selama empat puluh hari, dan setelah empat 
puluh hari itu turunlah Al-Masih Isa putra Maryam yang dahulu telah 
dianggkat oleh Allah kepadaNya. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan : “Dia 
(Nabi Isa) akan turun di Menara Putih timur kota Damaskus dengan meletakkan 
kedua telapaknya pada sayap dua malaikat. Jika kepalanya menunduk keluar 
aroma dan jika diangkat keluar permata seperti mutiara. Tiada seorang 
kafirpun yang mendapatkan baunya kecauali ia pasti mati”. Ini merupakan 
tanda-tanda kekuasaan Allah. Selanjutnya Nabi Isa terus memburu Dajjal 
sehingga terpojok di Pintu Ludd di Palestina lalu dibunuh di sana. Saat 
itulah akhir riwayatnya.

Nabi Isa selanjutnya tidak mau menerima agama lain selain Islam dan dia 
tidak mau menerima jizyah. Dia juga akan menghancurkan salib dan membunuh 
babi sehingga tiada yang diibadahi dan disembah selain Allah. Bertolak dari 
sini, jizyah yang diwajibkan oleh umat Islam berakhir sampai di sini, ketika 
turunnya Isa. Namun tidak bisa dikatakan bahwa ini syari’at Nabi Isa 
‘alaihis salam, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah 
memberitahukan hal itu serta menetapkannya. Tidak diberitahukan hal itu 
serta menetapkannya. Tidak diberlakukannya lagi jizyah setelah turunnya Nabi 
Isa merupakan Sunnah atau ketetapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam, karena sunnah Rasul itu meliputi perkataan, perbuatan serta iqrar 
(pengakuan). Beliau berbicara tentang Nabi Isa putra Maryam serta memberikan 
pengakuan, maka ini termasuk sunnahnya. Isa tidaklah membawa syari’at baru 
dan tidak ada seorangpun yang akan membawa syari’at baru kecuali dengan 
syari’at Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga hari kiamat.

Inilah beberapa hal yang berkaitan dengan Dajjal yang bisa kami terangkan. 
Kita memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dari fitnahnya.

[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu 
Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman 
dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL 
JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, 
BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN 
BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM 
MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke