-----Original Message-----
From: [email protected] 
Of YUZDI ARKAN
Sent: 11 Juli 2006 10:34
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Tanya : Firqoh Khowarij
Assalaamu'alaikum WW
Apa ada yang mengetahui Firqoh ini?
seperti apa I'tiqodnya dalam perkara Aqidah dan yang lainnya?
di jaman sekarang apa masih ada? apa ciri-cirinya?

SIFAT-SIFAT KHAWARIJ

Oleh
Muhammad Abdul Hakim Hamid
Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]
sumber http://www.almanhaj.or.id


MUQADDIMAH
Khawarij mempunyai ciri-ciri dan sifat-sifat yang menonjol. Sebaik-baik
orang yang meluruskan sifat-sifat ini adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan
sifat-sifat kaum ini dalam hadits-haditsnya yang mulia. 

Disini akan dipaparkan penjelasan sifat-sifat tersebut dengan sedikit
keterangan, hal itu mengingat terdapat beberapa perkara penting, antara lain
:
Dengan mengetahui sifat-sifat ini akan terbukalah bagi kita ciri-ciri ghuluw
(berlebih-lebihan) dan pelampauan batas mereka, dan tampaklah di mata kita
sebab-sebab serta alasan-alasan pendorong yang menimbulkan hal itu. Dalam
hal yang demikian itu akan menampakkan faedah yang tak terkira.

Keberadaan mereka akan tetap ada hingga di akhir zaman, seperti dikabarkan
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam satu riwayat. Oleh karenanya
mengetahui sifat-sifat mereka adalah merupakan suatu perkara yang penting.
Dengan mengetahui sifat mereka dan mengenali keadaannya akan menjaga diri
dari terjatuh ke dalamnya. Mengingat barangsiapa yang tidak mengetahui
keburukan mereka, akan terperangkap di dalamnya. Dengan mengetahui sifat
mereka, akan menjadikan kita waspada terhadap orang-orang yang mempunyai
sifat-sifat tersebut, sehingga kita dapat mengobati orang yang tertimpa
dengannya.

Berkenan dengan hal ini akan kami paparkan sifat-sifat tersebut berdasarkan
hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia.


[1]. SUKA MENCELA DAN MENGANGGAP SESAT
Sifat yang paling nampak dari Khawarij adalah suka mencela terhadap para
Aimatul Huda (para Imam), menganggap mereka sesat, dan menghukum atas mereka
sebagai orang-orang yang sudah keluar dari keadilan dan kebenaran. Sifat ini
jelas tercermin dalam pendirian Dzul Khuwaishirah terhadap Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan perkataanya : "Wahai Rasulullah berlaku
adillah". [Hadits Riwayat Bukhari VI/617, No. 3610, VIII/97, No. 4351,
Muslim II/743-744 No. 1064, Ahmad III/4, 5, 33, 224].

Dzul Khuwaishirah telah menganggap dirinya lebih wara' daripada Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menghukumi Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam sebagai orang yang curang dan tidak adil dalam pembagian. Sifat
yang demikian ini selalu menyertai sepanjang sejarah. Hal itu mempunyai efek
yang sangat buruk dalam hukum dan amal sebagai konsekwensinya. Berkata Ibnu
Taimiyah tentang Khawarij :"Inti kesesatan mereka adalah keyakinan mereka
berkenan dengan Aimmatul Huda (para imam yang mendapat petunjuk) dan jama'ah
muslimin, yaitu bahwa Aimmatul Huda dan jama'ah muslimin semuanya sesat.
Pendapat ini kemudian di ambil oleh orang-orang yang keluar dari sunnah,
seperti Rafidhah dan yang lainnya. Mereka mengkatagorikan apa yang mereka
pandang kedzaliman ke dalam kekufuran". [Al-Fatawa : XXVIII/497].

[2]. BERPRASANGKA BURUK [SU'UDZAN].
Ini adalah sifat Khawarij lainnya yang tampak dalam hukum syaikh mereka Dzul
Khuwaishirah si pandir dengan tuduhannya bahwa Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam tidak ikhlas dengan berkata :

"Artinya : Demi Allah, sesungguhnya ini adalah suatu pembagian yang tidak
adil dan tidak dikehendaki di dalamnya wajah Allah". [Hadits Riwayat Muslim
II/739, No. 1062, Ahmad IV/321].

Dzul Khuwaishirah ketika melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
membagi harta kepada orang-orang kaya, bukan kepada orang-orang miskin, ia
tidak menerimanya dengan prasangka yang baik atas pembagian tersebut.

Ini adalah sesuatu yang mengherankan. Kalaulah tidak ada alasan selain
pelaku pembagian itu adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
cukuplah hal itu mendorong untuk berbaik sangka. Akan tetapi Dzul
Kuwaishirah enggan untuk itu, dan berburuk sangka disebabkan jiwanya yang
sakit. Lalu ia berusaha menutupi alasan ini dengan keadilan. Yang demikian
ini mengundang tertawanya iblis dan terjebak dalam perangkapnya.

Seharusnya seseorang itu introspeksi, meneliti secara cermat dorongan tindak
tanduk dan maksud tujuan serta waspada terhadap hawa nafsunya. Hendaklah
berjaga-jaga terhadap manuver-manuver iblis, karena dia banyak
menghias-hiasi perbuatan buruk dengan bungkus indah dan rapi, dan
membaguskan tingkah laku yang keji dengan nama dasar-dasar kebenaran yang
mengundang seseorang untuk menentukan sikap menjaga diri dan menyelamatkan
diri dari tipu daya setan dan perangkap-perangkapnya.

Jika Dzul Khuwaishirah mempunyai sedikit saja ilmu atau sekelumit pemahaman,
tentu tidak akan terjatuh dalam kubangan ini.

Berikut kami paparkan penjelasan dari para ulama mengenai keagungan
pembagian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan hikmahnya yang tinggi dalam
menyelesaikan perkara.

Berkata Syaikh Islam Ibnu Taimiyah :" Pada tahun peperangan Hunain, beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam membagi ghanimah (rampasan perang) Hunain pada
orang-orang yang hatinya lemah (muallafah qulubuhum) dari penduduk Najd dan
bekas tawanan Quraisy seperti 'Uyainah bin Hafsh, dan beliau tidak memberi
kepada para Muhajirin dan Anshar sedikitpun.

Maksud Beliau memberikan kepada mereka adalah untuk mengikat hati mereka
dengan Islam, karena keterkaitan hati mereka dengannya merupakan maslahat
umum bagi kaum muslimin, sedangkan yang tidak beliau beri adalah karena
mereka lebih baik di mata Beliau dan mereka adalah wali-wali Allah yang
bertaqwa dan seutama-utamanya hamba Allah yang shalih setelah para Nabi dan
Rasul-rasul.

Jika pemberian itu tidak dipertimbangkan untuk maslahat umum, maka Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak akan memberi pada aghniya', para
pemimpin yang dita'ati dalam perundangan dan akan memberikannya kepada
Muhajirin dan Anshar yang lebih membutuhkan dan lebih utama.

Oleh sebab inilah orang-orang Khawarij mencela Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam dan dikatakan kepada beliau oleh pelopornya :" Wahai Muhammad,
berbuat adillah. Sesungguhnya engkau tidak berlaku adil ". dan perkataannya
:" Sesungguhnya pembagian ini tidak dimaksudkan untuk wajah Allah .....".
Mereka, meskipun banyak shaum (berpuasa), shalat, dan bacaan Al-Qur'annya,
tetapi keluar dari As-Sunnah dan Al-Jama'ah.

Memang mereka dikenal sebagai kaum yang suka beribadah, wara' dan zuhud,
akan tetapi tanpa disertai ilmu, sehingga mereka memutuskan bahwa pemberian
itu semestinya tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang berhajat,
bukan kepada para pemimpin yang dita'ati dan orang-orang kaya itu, jika di
dorong untuk mencari keridhaan selain Allah -menurut persangkaan mereka-.

Inilah kebodohan mereka, karena sesungguhnya pemberian itu menurut kadar
maslahah agama Allah. Jika pemberian itu akan semakin mengundang keta'atan
kepada Allah dan semakin bermanfaat bagi agama-Nya, maka pemberian itu jauh
lebih utama. Pemberian kepada orang-orang yang membutuhkan untuk menegakkan
agama, menghinakan musuh-musuhnya, memenangkan dan meninggikannya lebih
agung daripada pemberian yang tidak demikian itu, walaupun yang kedua lebih
membutuhkan". [Lihat Majmu' Fatawa : XXVIII/579-581, dengan sedikit
diringkas].

Untuk itu hendaklah seseorang menggunakan bashirah, lebih memahami fiqh
dakwah dan maksud-maksud syar'i, sehingga tidak akan berada dalam kerancuan
dan kebingungan yang mengakibatkan akan terhempas, hilang dan berburuk
sangka serta mudah mencela disertai dengan menegakkan kewajiban-kewajiban
yang terpuji dan mulia.

[3]. BERLEBIHAN DALAM BERIBADAH.
Sifat ini telah ditunjukkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
dalam sabdanya :

"Artinya : Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur'an, yang
mana bacaan kalian tidaklah sebanding bacaan mereka sedikitpun, tidak pula
shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikitpun, dan tidak pula
puasa kalian sebanding dengan puasa mereka sedikitpun". [Muslim II/743-744
No. 1064].

Berlebihan dalam ibadah berupa puasa, shalat, dzikir, dan tilawah Al-Qur'an
merupakan perkara yang masyhur di kalangan orang-orang Khawarij. Dalam Fathu
Al-Bari, XII/283 disebutkan :"Mereka (Khawarij) dikenal sebagai qura' (ahli
membaca Al-Qur'an), karena besarnya kesungguhan mereka dalam tilawah dan
ibadah, akan tetapi mereka suka menta'wil Al-Qur'an dengan ta'wil yang
menyimpang dari maksud yang sebenarnya. Mereka lebih mengutamakan
pendapatnya, berlebih-lebihan dalam zuhud dan khusyu' dan lain sebagainya".

Ibnu Abbas juga telah mengisyaratkan pelampauan batas mereka ini ketika
pergi untuk mendebat pendapat mereka. Beliau berkata :"Aku belum pernah
menemui suatu kaum yang bersungguh-sungguh, dahi mereka luka karena
seringnya sujud, tangan mereka seperti lutut unta, dan mereka mempunyai
gamis yang murah, tersingsing, dan berminyak. Wajah mereka menunjukan kurang
tidur karena banyak berjaga di malam hari". [Lihat Tablis Iblis, halaman
91]. Pernyataan ini menunjukkan akan ketamakan mereka dalam berdzikir dengan
usaha yang keras.

Berkata Ibnul Jauzi :"Ketika Ali Radhiyallahu 'Anhu meninggal,
dikeluarkanlah Ibnu Maljam untuk dibunuh. Abdullah bin Ja'far memotong kedua
tangan dan kedua kakinya, tetapi ia tidak mengeluh dan tidak berbicara. Lalu
dicelak kedua matanya dengan paku panas, ia pun tidak mengeluh bahkan ia
membaca :

"Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan. Dia
telah menciptakan manusia dari segumpal darah". [Al-'Alaq : 1-2].

Hingga selesai, walaupun kedua matanya meluluhkan air mata. Kemudian setelah
matanya diobati, ia akan di potong lidahnya, baru dia mengeluh. Ketika
ditanyakan kepadanya :"Mengapa engkau mengeluh ?. "Ia menjawab ;"Aku tidak
suka bila di dunia menjadi mayat dalam keadaan tidak berdzikir kepada
Allah". Dia adalah seorang yang ke hitam-hitaman dahinya bekas dari sujud,
semoga laknat Allah padanya". [Tablis Iblis, hal. 94-95].

Mekipun kaum Khawarij rajin dalam beribadah, tetapi ibadah ini tidak
bermanfa'at bagi mereka, dan mereka pun tidak dapat mengambil manfaat
darinya. Mereka seolah-olah bagaikan jasad tanpa ruh, pohon tanpa buah,
mengingat ahlaq mereka yang tidak terdidik dengan ibadahnya dan jiwa mereka
tidak bersih karenanya serta hatinya tidak melembut. Padahal disyari'atkan
ibadah adalah untuk itu. Berfirman yang Maha Tinggi :

"Artinya : ....Dan tegakkanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari
(perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ......". [Al-Ankabut : 45]

"Artinya : ....Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa". [Al-Baqarah : 183]

Tidaklah orang-orang bodoh tersebut mendapatkan bagian dari qiyamu
al-lail-nya kecuali hanya jaga saja, tidak dari puasanya kecuali lapar saja,
dan tidak pula dari tilawah-nya kecuali parau suaranya.

Keadaan Khawarij ini membimbing kita pada suatu manfaat seperti yang
dikatakan Ibnu Hajar tentangnya :"Tidak cukuplah dalam ta'dil (menganggap
adil) dari keadaan lahiriahnya, walau sampai yang dipersaksikan akan
keadilannya itu pada puncak ibadah, miskin, wara', hingga diketahui keadaan
batinnya". [Lihat Fathu Al-Bari XII/302].


[Dinukil dari kitab Zhahirah al-Ghuluw fi ad-Dien fi al-'Ashri al-Hadits,
hal. 99-104, Muhammad Abdul Hakim Hamid, cet I, th 1991, Daarul Manar
al-Haditsah, Majalah As-Sunnah Edisi 14/Th. ke 2, hal 20-34, penerjemah Aboe
Hawari]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=814&bagian=0





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR-3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL 
JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, 
BERSAMA SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN 
BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY, ULAMA SEKALIGUS GURU BESAR UNIVERSITAS ISLAM 
MADINAH. INFO : 08121055616, 08121055891, 08567505496
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke