-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL 
PROTECTED]
Sent: Monday, July 17, 2006 4:30 AM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Haji tanpa mahram

Assalamualaikum Wr. Wb,

Selama ini ada dua pendapat mengenai seorang wanita yg pergi haji tanpa mahram
ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan.
manakah yang bisa diikuti ? dan apakah dalil atau sunnah nya
dan bagaimana, jika orang tua tidak mengijinkan krn orang tua berpendapat bahwa 
haji harus dg mahram.

Mohon maaf jika pertanyaan saya tidak berkenan atau sudah pernah dibahas 
sebelumnya.

Wass,


Assalamu'alaikum warahmatulLaah wabarakaatuh,

Ukhtiy, sebelumnya saya akan memperingatkan diri kita, dalam bersalam, ada 
baiknya untuk melengkapi kalimat salam. Afwan.
Saya mencoba berkomentar, dari pernyataan Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, yang 
saya kutip dari situs almanhaj.or.id, kita lihat apa dampak yang lebih jauh dan 
nyata dari bepergiannya seorang wanita tanpa mahram, meskipun itu untuk ibadah 
haji, semoga bermanfaat


BOLEHKAH WANITA PERGI DENGAN PESAWAT BILA KEADAAN AMAN BAGINYA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah wanita pergi dengan 
pesawat udara tanpa mahram yang menemaninya dalam kondisi yang aman baginya ?

Jawaban
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda.

"Artinya : Wanita tidak boleh bepergian kecuali didamping oleh mahramnya"

Beliau mengatakan hal ini diatas mimbar pada hari-hari haji. Lalu ada seorang 
laki-laki berdiri dan bertanya : "Wahai Rasulullah, istriku keluar rumah untuk 
berhaji, sedangkan saya ikut peperangan ini dan itu". Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda : "pergilah berhaji bersama istrimu". Beliau 
memerintahkan laki-laki itu untuk meninggalkan peperangan dan melaksanakan haji 
bersama istrinya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak bertanya 
kepadanya, apakah istrimu dalam kondisi aman ? Atau apakah istrimu bersama 
wanita lain atau tetangganya ? Ini menunjukkan keumuman larangan bagi wanita 
bepergian tanpa mahramnya. Juga, karena kemungkinan bahaya bisa terjadi 
meskipun di pesawat terbang. Hendaklah kita semua memperhatikan hal ini.

Lelaki yang menginginkan istrinya pergi dengan pesawat terbang ia pulang 
mengantar istrinya ke bandara ? Ia akan pulang di saat istrinya masih menunggu 
di pesawat. Dia akan berada dalam ruang tunggu tanpa ditemani mahramnya. 
Kalaupun mulanya suaminya masuk ke ruang tunggu tanpa bersamanya dan 
menemaninya hingga istrinya masuk pesawat dan take off. Apakah tidak mungkin 
dalam perjalanannya pesawat kembali ? Ini nyata terjadi, bahwa pesawat kembali 
lagi karena ada kerusakan teknis, atau karena kondisi cuaca. Jika kita anggap 
pesawatnya jalan terus dan sampai di kota yang ditujunya, akan tetapi 
bandaranya sedang penuh atau cuaca disekitar bandara tidak memungkinkan bagi 
pesawat untuk mendarat. Kemudian pesawat tersebut pindah ke bandara lain. Ini 
suatu kemungkinan yang bisa terjadi. Atau kita anggap bahwa pesawatnya tiba di 
waktu yang telah ditentukan dan mendarat di bandara yang dituju, akan tetapi 
mahram yang akan menjemputnya belum tiba karena beberapa hal yang terjadi 
padanya. Atau kita anggap bahwa hal itu tidak terjadi, dan mahramnya 
menjemputnya pada waktu yang tepat, masih ada kemungkinan lain, siapa orang 
yang duduk di sampingnya di dalam pesawat ? Tidak mungkin seorang wanita. 
Kemungkinan terbesar adalah seorang laki-laki. Laki-laki itu bisa jadi adalah 
hamba Allah yang khianat, ia akan tertawa kepada wanita itu. Mengajaknya 
berbicara dan bercanda denganntya, meminta nomor teleponnya dan memberikan 
nomornya kepada wanita itu. Bukankah ini suatu kemungkinan yang bisa terjadi ? 
Siapa yang selamat dari bahaya semacam ini ?

Karena itu, kita dapati hikmah yang besar dari larangan Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam bagi wanita untuk bepergian tanpa mahram yang menemaninya, 
tanpa merincinya dan tanpa mensyaratkannya dengan sesuatu. Atau kita mungkin 
berkata. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengetahui hal yang 
ghaib dan tidak mengerti tentang pesawat terbang. Sabda beliau kita artikan 
bepergian dengan unta, bukan dengan pesawat, jadi wanita tidak diperbolehkan 
bepergian dengan unta kecuali dengan mahramnya, karena Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam tidak tahu tentang pesawat yang mampu menemempuh jarak antara 
Thaif sampai Riyadh hanya dalam waktu satu jam setengah, sedangkan unta 
melampauinya dalam waktu satu bulan. Jawabnya, apabila Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam tidak mengetahui hal itu, maka sesungguhnya Tuhan beliau yang 
Mahasuci mengetahuinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman.

"Artinya : Dan kami telah turunkan Al-Kitab kepadamu sebagai penjelas dari 
segala sesuatunya" [An-Nahl : 89]

Saya memperingatkan saudara-saudaraku dari kenyataan yang berbahaya ini. Yaitu 
meremehkan perkara perginya wanita tanpa ditemani mahramnya. Saya juga 
memperingatkan bahayanya berduaan dengan sopir dalam satu mobil, meski masih 
dalam kota, karena itu adalah perkara yang berbahaya. Saya juga memperingatkan 
bahayanya berduaan dengan saudara suami di dalam rumah, karena Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Hindarilah berkumpul dengan wanita, "Mereka bertanya, "Bagaimana 
halnya saudara ipar ? "Beliau menjawab: "Saudara ipar bagaikan kematian".

Maksudnya hati-hatilah terhadapnya dengan sepenuh hati. Yang mengherankan bahwa 
sebagian ulama -semoga Allah memberi maaf kepada mereka- menafsirkan 'Al-Hamwu 
Al-Mautu" dengan 'bahwa saudara ipar pasti dan tidak bisa dihindari- akan 
berkumpul dengan istri saudaranya sebagaimana kematian yang pasti akan 
menjumpainya"

[Durus Wa Fatawal Harami l Maki, Syaikh Ibnu Utsaimin, 3./225]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi 
Indonesiap Fatwa-Fatwa Tentang wanita, terbitan Darul Haq]


Wassalamu'alaikum warahmatulLaah wabarakaatuh,

Abu Abdul Ishaak,




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke