Ass.wr.wb. Diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Ghanam berkata : Abu Amir atau Abu Malik Al Asy'ari ra telah menceritakan kepadaku bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Dikalangan umatku nanti akan ada suatu kaum yang menghalalkan perzinaan, sutera, khamr dan alat-alat musik."
Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Shahihnya, meskipun diriwayatkan secara mu'allaq, namun tetap dijadikan hujjah yang beliau masukkan dalam bab tersendiri, yaitu Bab tentang Orang yang menghalalkan Khamr dan Menamainya dengan Nama Lain. "Hisyam bin Ammar berkata : telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Khalid dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Athiyah bin Qais Al Kilabi, dari Abdurrahman bin Ghanm Al Asy'ari bahwa ia berkata : Amir atau Abu Malik Al Asy'ari, - Demi Allah dia tidak membohongiku - menceritakan kepada bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda : " Sungguh akan ada suatu kaum dari umatku yang menghalalkan perzinaan, sutera, khamr dan alat-alat musik." Dari sebab musabab alat musik maka terciptalah irama irama dan tentunya akan dilengkapi dengan bait bait kalimat yang ikut mngiringi dendangan musik yang didendangkan. Oleh sebab itu walau yang disebutkan alat musik, tapi makna yang terkandung adalah apa saja yang melengkapi adanya keterpaduan antara irama yg dihasilkan serta bait kata kata yang dinyanyikan akan menyebabkan perpaduan kepada yang diharamkan. Yang perlu dicermati saat ini, walaupun niatannya baik, adalah tidak layak dan digolongkan kepada keharaman pada musik yang digunakan untuk berdakwah. Seperti yang telah dicontohkan Rasulullah saw, tidak satupun usaha dakwahnya yang memakai alat musik. Dan terbukti dengan pola dakwah Rasulullah saw yang tanpa musik itu cukup berhasil. Jadi alangkah angkuhnya jika kemudian orang mengaitkan kemodrenan dengan dakwah sehingga menghalalkan sesuatu yang sudah diharamkan. Bisa jadi akhirnya berkesimpulan bahwa pola dakwah Rasullullah saw hanya cocok pada zamannya dan untuk zaman ini, sudah tertingal zaman. Kalau sudah begini... dimana duduknya iman kita kepada Rasulullah saw, sebagai jalan yang mesti kita ikuti..? Banyak cara orang orang di luar Islam yang mencoba berbagai cara untuk mengelabui dan meruntuhkan iman. Yang selalu ditampilkan adalah kemoderenan yang selalu ditampilkan adalah kecanggihan. Dan sebenarnya misionris misionaris telah masuk kedalam rumah rumah umat Islam di seluruh dunia, tanpa mengetuk pintu tanpa datang bertamu, hanya dengan mengaktifkan ON pada TV, maka dakwah mereka memenuhi fikiran dan kepala kita, dan tidak ketinggalan dengan suguhan musik tentunya yang sangat disukai. Semoga kita lebih bijak MENJAGA daripada MENGOBATI. Wassalam -------- --- In [email protected], "S a n d y" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamualaikum wr wb > > Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, yaitu mengenai halal atau haramkah musik itu. > > Mengenai masalah ini juga sebelumnya saya pernah menanyakan kepada beberapa ustad, ada dua pendapat yang membuat saya bingung. > 1.. Yang haram itu adalah alat musik seruling, sedangkan alat musik yang lain tidak haram/halal. > 2.. Musik = haram, tetapi setelah dilajutkan dengan beberapa pertanyaan lanjutan, haramnya dimana? kenapa mendengarkan musik itu haram? apakah berkarya di musik juga dikategorikan haram? apakah bekerja di industri musik juga haram? .... saya tidak mendapatkan jawaban yang dapat memuaskan kenapa musik itu haram. > 3.. Bagaimana hal nya dengan rebana (alat musik), bernyanyi apakah juga dikategorikan haram > Mohon maaf jika masalah ini sudah dibahas sebelumnya > > Wasallam > Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
