Waalaikum salam warahmatullah wabarakaatuh
Berikut ini penjelasan dari Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ibnu Shalih Alu
Bassam di dalam bukunya Kitab Fiqih “Taisirul Allam” Jilid 1 yang di antaranya
berkenaan dengan waktu shalat Isya
HADITS KEEMPATPULUH SEMBILAN
"Dan dari Abdullah Ibnu Abbas (semoga Allah meridhoi mereka berdua) berkata :
Rasulullah hendak melaksanakan shalat Isya',kemudian Umar" keluar dan berkata
: Mari shalat wahai Rasulullah, sementara wanita-wanita dan nnak-anak sedang
tidur, kemudian Rasulullah keluar dalam keadaan kepala beliau basah dengan air
(karena mandi) dan bersabda : ((Seandainya tidak memberatkan umatku (manusia)
niscaya aku perintahkan mereka untuk melaksanakan shalat pada waktu seperti
ini" (agak malam)".
Makna Secara Global
Rasulullah ~ mengakhirkan shalat Isya' sehingga sudah masuk malam, tatkala para
wanita dan anak-anak sudah tidur, yang mereka itu tidak punya kemampuan untuk
menunggu waktu yang panjang.
Perselisihan Ulama
Ulama berselisih tentang waktu shalat Isya'. Apakah lebih utama di awal, atau
di akhir waktu. Sekelompok ulama berpendapat : yang lebih utama adalah
dikerjakan di awal waktu, dengan dalil seringnya Rasulullah melakukannya, dan
beliau tidak pernah mengakhirkan shalat isya' kecuali beberapa kali saja untuk
menjelaskan kebolehannya atau ada udzur. Seandainya mengakhirkan itu lebih
utama, niscaya Rasulullah akan melaksanakannya terus menerus.
Jumhur ulama berpendapat : Sekaligus membantah pendapat yang pertama, bahwa
yang paling utama, adalah mengakhirkannya, berdasarkan dalil-dalil shahih yang
banyak.
Adapun kenapa Rasulullah tidak sering melakukannya, karena Rasulullah
khawatir hal terse but akan memberatkan makmumnya dan Rasulullah tahu bahwa
waktu yang paling utama adalah saat itu, sebagaimana beliau bersabda :
"Sekarang inilah waktunya kalau seandainya tidak memberatkan ummatku"
Faedah Yang Dapat Diambil Dari Hadits Ini
1. Sesungguhnya waktu shalat Isya' yang paling utama adalah, di akhirkan,
adapun yang menghalangi Rasulullah jarang melakukannya, karena Rasulullah
khawatir akan memberatkan umatnya.
2. Karena dalam syariat Islam, sesuatu yang memberatkan itu diberi jalan yang
meringankan/ memudahkan.
3. Kadang-kadang amalan yang kurang utama itu pada suatu ketika menjadi lebih
utama jika dikerjakan pada waktu yang lain.
4. Sempurnanya suat kasih sayang Rasulullah kepada umatnya.
5. Bahwa wanita dan anak-anak biasanya ikut shalat berjama' ah bersama
Rasulullah (tetapi yang lebih utama bagi wanita adalah shalat di rumahnya,
pent).
6. Di sini Umar ~ terang-terangan berbicara kepada Rasulullah (mari shalat,
seolah-olah menyuruh kepada Rasulullah ~ ,pent) karena tsiqohnya (percayanya
Umar ~ terhadap akhlaq Rasulullah ~ ) benar, bahwa Rasulullah ~ tidak akan
marah dengan apa yang dia ucapkan dan tidak akan merasa di sepelekan.
7. Merupakan dalil tentang bolehnya mengingatkan orang yang lebih tua memiliki
keutamaan karena ada kemungkinan lupa atau untuk mendapatkan faedah.
Wallahu a'lam
Arham
Tambahan
MANAKAH WAKTU YANG PALING AFDHAL UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
sumber http://www.almanhaj.or.id
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : "Manakah waktu yang paling
afdhal untuk melaksanakan shalat ? Apakah shalat diawal waktu itu lebih
afdhal ?
Jawaban.
Melaksanakan shalat sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh syar'i adalah
lebih sempurna oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya : ' Amalan apakah yang
paling dicintai Allah ? Beliau menjawab : Shalat tepat pada waktunya' [1]
Beliau tidak menjawab (shalat pada awal waktu) dikarenakan shalat lima waktu
ada sunnah untuk didahulukan pelaksanaannya dan ada yang sunnah untuk
diakhirkan. Misalnya shalat isya', sunnah untuk mengakhirkan pelaksanaannya
sampai sepertiga malam, maka apabila seorang wanita bertanya mana yang lebih
afdhal bagi saya, saya shalat isya' ketika adzan isya' atau mengakhirkan shalat
isya' sepertiga malam ? Jawabannya : Yang lebih afdhal kalau dia mengakhirkan
shalat isya' sampai sepertiga malam, karena pada suatu malam Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam mengakhirkan shalat isya' sehingga para shahabat berkata :
'Wahai Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tidur, lalu beliau keluar
dan shalat bersama mereka kemudian bersabda : Sesungguhnya inilah waktu yang
paling tepat (untuk shalat isya') kalaulah tidak memberatkan umatku'. [2]
Demikian pula dianjurkan bagi para laki-laki muslimin yaitu laki-laki yang
mengalami kesulitan di saat bepergian mereka berkata : Kami akhirkan shalat
atau kami dahulukan ? Kita jawab : Yang lebih afdhal hendaknya mereka
mengakhirkan.
Demikian pula kalau sekelompok orang mengadakan piknik dan waktu isya' telah
tiba, maka yang lebih afdhal melaksanakan shalat isya' pada waktunya atau
mengakhrikannya ? Kita menjawab : 'Yang paling afdhal hendaklah mereka
mengakhirkan shalat isya' kecuali kalau mengakhirkannya mendapat kesulitan,
maka shalat subuh, dhuhur, ashar, maghrib, hendaknya dikerjakan pada waktunya
kecuali ada sebab-sebab tertentu.
Adapun shalat fardhu selain shalat isya' dilaksanakan pada waktunya lebih utama
kecuali ada sebab-sebab tertentu untuk mengakhirkannya. Adapun sebab-sebab
tertentu antara lain.
Apabila cuaca terlalu panas maka yang paling afdhal mengakhirkan shalat dhuhur
pada saat cuaca dingin, yaitu mendekati waktu shalat ashar, maka apabila cuaca
terasa panas yang afdhal shalat pada cuaca dingin, sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam : 'Apabila cuaca sangat panas maka carilah waktu
yang dingin untuk shalat, karena hawa panas itu berasal dari hembusan neraka
jahannam' [3]
Adapun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat safar, Bilal berdiri
untuk adzan maka Rasulullah bersabda : 'Carilah waktu dingin [4]. Kemudian
Bilal berdiri lagi untuk adzan, Rasulullah mengizinkannya.
Seorang yang mendapatkan shalat berjama'ah diakhir waktu sedangkan diawal waktu
tidak ada jama'ah, maka mengakhirkan shalat lebih afdhal, seperti seseorang
yang telah tiba waktu shalat sedangkan ia berada di daratan, ia mengetahui akan
sampai ke satu desa dan mendapatkan shalat berjama'ah di akhir waktu, maka
manakah yang lebih afdhal ia mendirikan shalat ketika waktu shalat tiba atau
mengakhirkannya sehingga ia shalat secara berjama'ah ?
Kita katakan :'Sesungguhnya yang lebih afdhal mengakhirkan shalat sehingga
mendapatkan shalat secara berjama'ah, yang kami maksudkan mengakhirkan di sini
demi hanya untuk mendapatkan shalat berjama'ah.
[Disalin dari buku Majmu' Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi
Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Bab Ibadah, hal. 333-335
Pustaka Arafah]
_________
Foote Note.
[1] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqit, bab, Fadhul Shalat Liwaktiha, dan
Muslim. Kitabul Al-Iman, bab Launul Iman billahi Ta'ala afdahl Al-Amal.
[2] Hadits Riwayat Muslim. Kitabul Masyajidi, bab Waktul isya' wa takhiruka.
[3] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqiti Shalat, bab Al-Ibrad bi dhuhri fi
siddatil harri, dan Muslim, Kitabul Masajid, bab Istihbab Al-Ibrad di dhuhuri.
[4] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqiti Shalat, bab Al-Ibrad bi dhuhuri fi
safar, dan Muslim. Kitabul Masajidi, bab Istihbab Al-Ibrad bi dhuhuri fi
siddatil harri
-----Original Message-----
From: [email protected]
Sent: Tuesday, August 08, 2006 10:15 AM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] OOT: Shalat Isya Berjamaah
Assalamu'alaikum Warahamatullahi Wabarakatuh
Saya punya pertanyaan berhubungan dengan shalat Isya berjamaah.
Lebih baik mengerjakan shalat Isya berjamaah di awal waktu atau munfarid
dengan mengakhirkan waktu Isya??masalahnya masjid tempat saya biasa berjamaah
mengerjakan shalat Isyanya berjamaah tapi di awal waktu.kalo mengakhirkan
shalat Isya, tidak ada yang berjamaah lagi.mohon penjelasannya.
Jazakumullahu Khoiron Katsiron
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/