DAKWAH SALAFIYAH MENEPIS TUDUHAN

Oleh
Syaikh DR. Abu Anas Muhammad Musa Alu Nashr
Bagian Ketiga dari Empat Tulisan [3/4]
sumber http://www.almanhaj.or.id

[5]. SALAFIYUN MENCARI MUKA DIHADAPAN PEMERINTAH DAN TIDAK BERBICARA DENGAN 
KEBENARAN

Ini juga suatu dusta, tidak ragu lagi. Bagaimana sikap salafiyun ketika 
menduduki jabatan di kementrian, dewan fatwa dan hakim di negara Islam ? 
Tiada lain mereka memerangi ahli bid’ah sejak puluhan tahun. Apabila mereka 
mau main mata, munafik dan menjual ilmu niscaya mereka mendapatkan posisi 
yang diraih oleh selain mereka. Tetapi salafiyun menghukumi perbuatan 
tersebut sebagai munafik.

Bahkan mereka tidak membolehkan masuk parlemen agar tidak menjadi jembatan 
bagi undang-undang bikinan manusia dan hukum thagut dan supaya tidak menjadi 
perpanjangan kebatilan. Siapa diantara mereka yang menyimpang lalu memuji 
pemerintah dalam kebatilan atau mengambil muka atau bersikap munafik maka 
dia tidak mewakili kecuali dirinya sendiri. Salafiyah dan salafiyun berlepas 
dari perbuatannya, tidak bisa menerima dan tidak meridhainya. Tetapi mereka 
akan menasehati dan memberi peringatan lantas diisolasi. Allah tidak 
membebani hamba kecuali dengan apa-apa yang dia sanggupi.

Salafiyun, merekalah yang berbicara blak-blakan dengan didasari hikmah dan 
nasehat yang baik bukannya dengan mengompori, mempropaganda atau menghasut 
untuk mengkafirkan, pengeboman dan menentang pemerintah. Ini dia Imam 
Al-Albani, kami tidak pernah mengetahui beliau sehari saja menemui 
pemerintah, ditanya, memuji atau mecari muka pemerintah. Yang kami ketahui 
beliau bersikap seimbang dalam mencintai dan membenci. Inilah manhaj Islam 
yang benar dan adil tidak ifrath (ekstrim) dan tafrith (melalaikan).

Salafiyah menyeru untuk menasehati pemerintah dan tidak membutuhkan harta, 
kedudukan dan kemuliaan mereka. Sebagaimana salafiyah tidak menghasut untuk 
kudeta dan merebut kekuasaan mereka. Tidak boleh keluar dari ketaatan kepada 
pemerintah kecuali nampak kekufuran nyata, disertai syarat lengkap dan 
hilangnya penghalang. Inilah yang ditegaskan oleh para ulama rabbani yang 
mendalam ilmunya, bukannya orang awam dan para pengembala yang kerjanya 
berteriak dan berkaok-kaok.

[6]. MELALAIKAN JIHAD

Jihad adalah puncak ajaran Islam, hal ini tidak diperselisihkan. Banyak 
sekali ayat yang memotivasi untuk berjihad dan hadits-hadits shahih juga 
masyhur. Tetapi jihad itu memiliki kaidah, syarat dan tatanan. Salafiyun 
tidak berpegang untuk membela bendera jahiliyah. Karena jihad itu 
disyariatkan hanya untuk menegakkan syari’at Allah.

“Artinya : Supaya agama itu semata-mata untuk Allah” [Al-Anfal : 39]

Jihad juga mengharuskan adanya imam (pemimpin), bendera Islam, pendidikan 
jihad, bekal dan persiapan. Jihad menurut salafiyun adalah jihad berdasarkan 
ilmu yang mendalam dan tujuan yang jelas. Bilamana bendera, dan tujuan telah 
jelas mereka tidak akan ketinggalan. Saksinya adalah bumi Palestina, 
Chechnya, Afghanistan, Balkan dan Kashmir.Mereka berjihad di punggung kuda 
untuk mencapai kemenangan atau meraih kesyahidan atau kekuasaan bagaimanapun 
bentuknya. Namun tujuan tidak menghalalkan segala cara. Salafiyun memompakan 
semangat jihad dilandasi pemahahaman seperti ini dan tidak pernah 
mengendurkan semangat.

[Disalin dari kitab Madza Yanqimuna Minas Salafiyah dan dimuat di majalah 
Al-Furqon edisi 5 Th III, hal 29-33, alih bahasa Abu Nu’aim Al-Atsari]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke