Assalamu'alaikum....
Sebagaimana surat-surat lainnya, surat Yasin juga harus kita baca, akan tetapi disini saya hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Muhammad Shallallohu 'alaihi wa sallam. Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Muhammad Shallallohu 'alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum'at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.
Mudahan-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur'an serta mengamalkannya.
Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil yang jelas, maka tidak boleh bagi kita dan haram berdusta atas penyadaran kepada Nabi Muhammad Shallallohu 'alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah neraka Jahanam. (HR.Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).
Adapun hadits-hadits yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin adalah sebagai berikut :
1. "Barang siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari, diampuni dosanya dan barang siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum'at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya".
Hadits ini ini maudhu'(palsu). Ibnul Jauzi rahimahulloh mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah bathil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin zakaria yang ada dalam sanad ini adalah tukang memalsukan hadits. (lihat al-Maudhu'at juz I hal.246-247-Ibnul Jauzi, Mizanul I'tidal III hal.549, Lisanul Mizan juz V hal.168, Al-Fawaidul Majmu'ah hal.268 no.944)
2. "Barang siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhoan Alloh, niscaya Alloh mengampuni dosanya".
Hadits ini lemah, diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu'jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamin. Kata Imam bukhari, ia munkarul hadits. Ibnu Ma'in berkata: ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (lihat Mizanul I'tidal juz I hal.273-274 dan Lisanul Mizan Juz I hal.464-465.
3. "Barang siapa yang terus-menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid".
Hadits ini maudhu'(palsu), diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu'jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa'id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (lihat Tuhfatudz Dzakirin, hal.340, Mizanul I'tidal II hal.159-160, Lisanul Mizan III hal.44-45).
4. "Barang siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya".
Hadits ini lemah diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja'. Atha' bin Abi rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Muhammad Shallallohu 'alaih wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H. (lihat Sunan Ad-Darimi II hal.457, Misyakul Mashabih, takhrij no.2177, Mizanul I'tidal juz III hal.70 dan Taqribut Tahdzib juz II hal.22).
5. "Barang siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an dua kali". (HR.Baihaqi dalam Syu'abul Iman).
Hadits ini palsu,(lihat Dha'if Jami'ush Shaghir no.5801 oleh Syaikh Al-Albani).
6. "Barang siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an sepuluh kali". (HR.Baihaqi dalam Syu'abul Iman).
Hadits ini palsu,(lihat Dha'if Jami'ush Shaghir no.5798 oleh Syaikh Al-Albani).
7. "Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur'an itu ialah surat Yasin. Barang siapa yang membacanya maka Alloh akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur'an sepuluh kali".
Hadits ini palsu, yang diriwayatkan oleh Tirmidzi(no.3048) dan Ad-Darimi juz II hal.456. Didalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadits ini diawal kitab yang disusun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits bathil, tidak ada asalnya. (lihat silsilah Hadits Dha'if no.169, hal.202-203), Imam Waqi' berkata: Ia adalah tukang dusta. Imam Nasa'I berkata: Muqatil bin Sulaiman sering dusta. (lihat Mizanul I'tidal juz IV hal.173)
8. "Barang siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan untuknya urusan hari itu sampai sore. Dan barang siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi."
Hadits ini lemah (dha'if), yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi juz II hal.457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Lihat Taqrib juz I hal.355, Mizanul I'tidal II hal.283).
9. "Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati diantara kamu".
Hadits ini lemah, diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (juz IV hal.74), Abu Daud no.3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, diantara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).
10. "Tidak seorangpun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza') melainkan Alloh akan memudahkan (kematian itu) atasnya".
Hadits ini palsu, yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Akhbaru ashbahan juz I hal.188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim al-Jazari. Imam Ahmad dand Nasa'I rohimahulloh berkata: ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata: ia munkarul hadits. Abu 'Arubah Al Harrani berkata: ia sering memalsukan hadits. (Lihat mizanul I'tidal juz IV hal.90-91)
Abdullah bin Mubarrak rohimahulloh berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rohimahulloh berkata: Semua hadits yang mengatakan, barang siapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu semua hadits tentang itu adalah palsu. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu agar manusia sibuk dengan membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur'an dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur'an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur'an. (Lihat Al-Manarul Muffish Shahih Wadh'-Dha'if hal.113-115).
Dengan demikian jelaslah dengan secara ilmiah bahwa hadits-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya lemah dan palsu. Namun semuanya itu terserah dan terpulang kepada saudara-saudara sekalian bagaimana menanggapinya.
An-Nisa':115
"Dan barang siapa yang menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalannya kaum mukminin(para Sahabat), Kami biarkan dia leluasa bergelimang dalam kesesatan yang telah menguasainya itu dan Kami akan masukan ia ke dalam Jahanam dan Jahanam adalah seburuk-buruk tempat kembali".
Adakah yang lebih baik selain dari perkataan Alloh (Kitabulloh)..?? Adakah yang lebih baik dari selain petunjuknya rasululloh Shallallohu 'Alaihi Wasallam..??
Az-Zumar:18
Yang mendengarkan perkataan lalu mereka mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi Alloh petunjuk dan merekalah orang-orang yang berakal.
Al-Kahfi:103-104
Katakanlah:'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
Bukankah betapa meruginya orang-orang yang berbuat bid'ah..?? Sementara mereka berasumsi bahwa mereka sedang bertaqorrub kepada Alloh Azza Wa Jalla padahal tidaklah mereka sedikitpun sedang berbuat baik !! Bahkan mereka menentang dan menandingi perintah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan Nabi Muhammad Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam dengan tanpa disadarinya.
Bagaimana mungkin sesuatu itu berfadhilah jika Rasululloh Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam tidak memerintahkan dan tidak pula mencontohkannya.
Manifestasi kecintaan kita kepada Alloh dan RasulNya adalah hanya dengan mentaati Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan Nabi Muhammad Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam dengan mengikuti dan mencocoki Sunnahnya.
An-Nisa':79-90
"Dan Kami mengutusmu menjadi rasul dan cukuplah Alloh menjadi saksi. Barang siapa yang taat kepada rasul maka sesungguhnya dia taat kepada Alloh dan barang siapa yang berpaling maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka."
Apakah kita mengaku cinta terhadap Rasululloh Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam sementara kita menyelisihi Sunnahnya, maka sesungguhnya ini adalah sebuah pengakuan kecintaan yang sangat dusta !!!
Ali Imran:31
Katakanlah:'Jika kamu benar-benar mencintai Alloh,ikutilah aku,niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
...maka barang siapa yang benci terhadap sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku". (HR. Bukhari dan Muslim)
Apakah kita akan tetap mengikuti kebiasaan orang-orang tua kita, adat istiadat ataupun yang kita anggap baik menurut anggapan kita..??
Luqman:21
Dan apabila dikatakan kepada mereka:"Ikutilah apa-apa yang diturunkan Alloh". Mereka menjawab: "Tidak, kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti bapak-bapak mereka walaupun Syaitan itu menyeru ke dalam siksa api yang menyala-nyala(neraka)?"
Al-Baqarah:170
Dan apabila dikatakan kepada mereka:"Ikutilah apa yang telah diturunkan oleh Alloh. Mereka menjawab:'tidak kami hanya mengikuti apa-apa yang telah kami dapati dari perbuatan nenek moyang kami...
Ataukah kita masih mempunyai prinsip dan anggapan yang sangat mantap bahwa bid'ah itu ada yang hasanah..?? Silahkan dan sah-sah saja kalau memang menurut kita begitu.., namun apakah kita akan menolak dalil-dalil sebagai berikut..??
1. Rasululloh SAW bersabda : "Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun yang memerintah kalian seorang budak dari Habasyah (Ethopia). Sesungguhnya siapa yang hidup sesudahku diantara kalian, maka kelak ia akan menjumpai perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian mengikuti sunnahku (jalanku) dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk dan bimbingan sesudahku. Berpegang teguhlah kalian dengannya, gigitlah dengan gigi geraham atas sunnah tersebut kuat-kuat dan jauhilah dari membuat perkara bid'ah, karena sitap bid'ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud 4607, At-Tirmidzi 2/112-113, Ad-Darimi 1/44-45, Ibnu Majah 43-44, Ibnu Nashr dalam As-Sunnah hal.21, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 1/4/4, Al-Farisi dll, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits shahih (lihat Irwa'ul Ghalil juz 8 hal.107, hadits no. 2455)
2. "Barang siapa yang berbuat sesuatu pada urusan kami (agama ini), yang bukan berasal dari kami maka tertolak" (HR.Bukhari & Muslim, dengan sanad Shahih)
3. "Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka tertolak". (HR.Muslim, dengan sanad shahih)
4. "Tiap-tiap bid'ah itu sesat,dan tiap-tiap kesesatan itu di neraka"
(HR.Muslim dan Nasa'i dengan sanad shahih)
5. An-Nahl:56
...demi Alloh sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa-apa yang telah kamu ada-adakan (bid'ah).
6. Al-Ankabuut:13
...dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan (bid'ah).
Ataukah kita mempunyai dalil-dalil atau hujjah yang lain..??
Al-Baqarah:111
Katakanlah hai Muhammad, datangkanlah dalil-dalilmu jika kamu adalah orang-orang yang benar.
Ataukah kita pura-pura tidak tahu dan tidak mendengar setelah tegak hujjah pada suatu perkara..??
As-Sajdah:22
Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang-orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya?..
Dan benarlah apa-apa yang telah dikatakan oleh Ibnu Abbas rodliallohu 'anhu:
"Tidaklah ada suatu tahun kecuali akan nyata padanya suatu bid'ah dan akan mati satu sunnah, hingga nyatalah kebid'ahan-kebid'ahan dan matilah sunnah-sunnah". (Riwayat Thabrani dan Ibnu Wadlah di dalam kitab Al-Bida')
Dan inilah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat Islam kita, yang mana sunnah dianggap asing dan bid'ah, lalu sebaliknya bid'ah dianggap trendy dan sunnah. (Inna Lillahi Wa inna ilaih roji'un!!)
Hanya dengan ilmulah seseorang bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil!! Dengan ilmu jugalah yang akan mengantarkan seseorang ke neraka atau ke Syurga!! Bukankah Alloh Azza Wa Jalla telah mengharamkan hambanya yang beribadah tampa ilmu pengetahuan..??
Al-Isra':36
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya".
Semoga kita semua dapat kembali kepada Al-Haq yaitu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan RasulNya Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam dengan pemahaman para Salafus Shalih. Dengan tidak berdiri di luar batas garis yang sudah ditetapkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan RasulNya Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam. Sebab tidak ada kebenaran selain menta'ati dan patuh dengan seutuhnya kepada undang-undang dasar Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan RasulNya Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih.
As-Sajdah:21
...mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar.
Saya memohon ampun kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala atas kesalahan yang datang dari diri saya, dan mohon maaf kepada antum sekalian. Karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala lah yang akan memberikan keputusan yang sebenar-benarnya.
As-Sajdah:25
Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang memberikan keputusan diantara mereka pada hari Qiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.
Sebaik-baiknya perkataan adalah Kiatabulloh dan sebaik-baiknya petunjuk adalah Sunnah Rasululloh Shallallohu 'Alaihi wa Sallam.
Wasallamu 'alaikum warrohmatullohi wabarrakatuh.
__._,_.___Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
