Assalamualaykum warohmatulloh wabarokatuh,

ana ingin menambahkan beberapa hal yang perlu klarifikasi.

pertama, sepengetahuan ana dulu para ulama salaf juga melarang
mempelajari ilmu kimia dengan alasan pada saat itu, kimia identik
dengan  membuat tiruan barang yang sudah ada, seperti bagaimana
membuat tiruan emas, kelihatannya seperti emas padahal bahan campuran.
ana pernah mengklarifikasi tentang hal ini ke ustadz abu ihsan, bahwa
pada saat ini ilmu sangat luas sekali kegunaannya mulai dari dunia
pengobatan, makanan, material dan lain sebagainya. setelah dijelaskan
hal tersebut, beliau tidak melarang mempelajari ilmu kimia.
bagaimana dengan ilmu psikologi?

kedua, ada dari saudara ana yang menjadi seorang psikolog. dari yang
saya dengar dan perhatikan memang ilmu psikologi ini dibangun dari
ilmu filsafat, sehingga banyak dari penuntut ilmu psikologi ini yang
terjebak pada pemikiran filsafat dan ujungnya atheis. mengenai
perlunya penyelarasan antara mempelajari ilmu psikologi dan ilmu
agama, tentunya akan sangat sulit, karena mempelajari sesuatu yang
sangat bertentangan.

mengenai bagaimana dengan psikolog islam, saat ini ada usaha dari para
psikolog muslim untuk mengarah ke arah sana.

wassalamualaykum warohmatulloh wabarokatuh

abu hizam


--- In [email protected], Firdaus 212 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamu'alaykum Warahmatullohi Wabaraakatuh

Shalawat dan salam bagi rasululloh
Segala puji bagi Alloh SWT

Seputar polemik masalah ilmu psikologi....
dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Ustadz Yazid Abdul Qadir
Jawaz dan ikhwah sekalian
seyogyanya kita menyikapinya dengan lebih mendetil.
kalo masalah ilmu yang notabene diajarkan di kampus kampus...
Mana sih yang mendasarkan pada Al Qur'an dan As sunnah ?
termasuk di dalamnya hukum, ekonomi, manajemen, biologi, fisika,
kimia, dan termasuk juga psikologi.
Dan di dalam masing masing ranting ilmu tersebut akan banyak
diajarkan berbagai mata kuliah. Nah tentu saja mata kuliah tersebut
ada yang bertentangan dengan nilai nilai islam, ada yang biasa saja,
ada juga yang bermanfaat.
yang kita perlukan disini adalah pembekalan masing masing pribadi
agar dapat memahami mana yang boleh dan mana yang tidak, dan membekali
diri dengan ilmu yang cukup untuk mengarungi hidup dan kehidupan ini,
(hal ini tentunya bisa di dapatkan lewat belajar agama dengan
pemahaman yang benar dan manhaj yang lurus).
Seyogyanya ada keseimbangan antar kuliah umum dengan belajar islam.
Bila memang kata kata ini salah mohon diluruskan.
Karena ana tidak yakin bila ustadz mengharamkan menuntut ilmu umum.
Namun memang yang adalah wajib untuk menuntut ilmu agama. Tapi hal ini
jangan di jadikan pembenaran untuk tidak menuntut/ belajar ilmu umum
atau menyalahkan mereka yang belajar ilmu umum.
> Saudaraku.... masalah hukum jelas banyak yang bertentangan namun
bagaimana bila kita semua tak mengenal hukum, bagaimana bila kita
melakukan kontrak untuk eksplorasi sumber daya alam ?
> Demikian juga dengan ilmu ilmu lain termasuk psikologi.
> Mohon maaf bila ada kesalahan, semoga manhaj ini dapat di mengerti
keberadaannya oleh khalayak, semoga manhaj ini dapat dimengerti oleh
masyarakat luas, semoga manhaj ini berjaya kembali sehingga membawa
banyak kemaslahatan bagi umat.
> Sekali lagi mohon maaf dan kepada pengelola milis Mohon dengan
hormat masalah ini tidak diperpanjang di milis, mungkin dari kita bisa
langsung tanya ke ustadz atau ke situs situs yang kita percaya.
>
> ABU RAYHAN





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke