DA'WAH SALAFIYAH DAN BAHAYANYA MANHAJ HADDADIYAH

Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilaly
sumber http://www.almanhaj.or.id

Bismillahi walhamdulillahi wash Sholatu was Salaamu ‘ala Rosulillah, wa Ba’d 
:
(Berikut ini merupakan bahasa mutarjim (penterjemah) yang menterjemah kata 
perkata Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly pada saat Seminar Imam Ibnul Qoyyim 
al-Jauziyah di Brooklyn, Ney York, yang ditranskrip oleh salah seorang 
ikhwan Amerika, bagi yang menghendaki kaset baik yang berbahasa Arab maupun 
Inggris silakan menghubungi QSS dan SSNA)

Syaikh Salim hafizhahullahu berkata, “Perkara lain yang juga harus kita 
perhatikan adalah, bahwa kita memiliki beberapa syabab, yaitu para pemuda 
yang tidak kita ragukan keikhlasan mereka, namun kita ragukan metodologi 
mereka, atau kita mempermasalahkan cara atau manhaj mereka. Ada dari 
orang-orang ini yang mengumpulkan (mencari-cari) kesalahan para penuntut 
ilmu atau da’i (penyeru) dakwah ini. Mereka himpun setiap kesalahan yang 
akan diperbuat oleh para da’i atau penuntut ilmu ini , kemudian mereka 
menelpon masyaikh dan menceritakan kesalahan-kesalahan ini…

Ini adalah metode yang jelek, dan orang-orang tersebut, sekali lagi saya 
katakan, saya tidak ragu dengan keikhlasan mereka, namun cara yang mereka 
pergunakan ini adalah tidak benar dan cara ini dapat merusak persaudaraan 
dan menjadikan hati saling bermusuhan antara satu dengan lainnya, baik 
diantara ahlul ilmi maupun masyarakatsecara umum. Ini merupakan jalan yang 
buruk!!! Ini jalan yang rusak!! Oleh karena itu mereka seharusnya takut 
kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala!!!

Tidak!! Kelak mereka akan melihat kesalahan ini... mereka mengangkat telpon 
dan menghubungi Syaikh Rabi’, atau mereka menelpon Syaikh Ubaid al-Jabiri 
atau mereka menelpon orang lain yang seperti ini, setelah mereka 
mengumpulkan kesalahan-kesalahan (saudara mereka).

Mereka seharusnya takut kepaa Allah Tabaroka wa Ta’ala dan sadar bahwa Allah 
Tabaroka wa Ta’ala memperhatikan dan mengamati mereka dan ketahuilah bahwa 
hal ini adalah perkara yang tidak benar, cara yang salah untuk dilakukan... 
hal ini merupakan jalan yang keliru di dalam melalui perkara ini.

Dan ada diantara mereka yang akan menggambarkan segala sesuatu yang 
dilakukan oleh seseorang sebagai hizbiyah. Suatu jama’ah atau para ikhwan 
yang sedang berkumpul di suatu ruangan dan berdiskusi dikatakan hizbiyah!!! 
Suatu jama’ah atau para ikhwan yang terlibat di dalam suatu yang mereka 
sepakati dikatakan hizbiyah!! Segala sesuatunya menurut mereka adalah 
hizbiyah!!!

Hal ini tentu saja… adalah cara yang salah di dalam memahamai suatu 
masalah... ini adalah metode yang keliru di dalam memahami suatu perkara. 
Mereka menghendaki supaya kita hanya berkumpul mengitari satu ulama saja, 
dan suatu pandangan yang dimiliki oleh ulama itu maka kita pun harus 
memegangnya, setiap pendapat yang diambilnya maka kita pun juga harus 
mengambilnya...

Kalian harus faham... bahwa salafiyah lebih luas daripada hal ini!!! 
Salafiyah lebih besar dari yang demikian ini!!! Salafiyah tidak dapat 
dimiliki oleh satu kelompok, suatu komunitas ataupun suatu jama’ah tertentu. 
Hal ini haruslah difahami karena hal ini telah melahirkan banyak kebingungan 
di dalam fikiran dan memecah belah hati serta menciptakan problematika yang 
mengerikan.

Perkara lain yang mereka lakukan adalah bersikap seperti 
ini...perkara-perkara ini... setelah mereka mengumpulkan kesalahan-kesalahan 
ini dan menyiarkan situasi keluar dari keadaannya. Meminta fatwa dari 
seorang syaikh karena (mereka tahu bahwa) syaikh tersebut hanya akan 
menjawab berdasarkan dari apa yang ia fahami. Maka syaikh itu akan menjawab 
dengan jawaban yang mereka kehendaki bahwa syaikh itu akan menjawab 
demikian. Karena, mereka mencari fatwa tertentu yang sebenarnya mereka 
kehendaki... mereka mencari fatwa tertentu yang sebenarnya sedang mereka 
inginkan....

Padahal ada beberapa hal... ada banyak hal, yang kalian tidak bisa 
memberikan fatwa yang tepat kecuali jika kalian benar-benar memahami situasi 
dan kondisi yang melingkupi permasalahan ini, dan inilah sesuatu yang tidak 
mereka sampaikan... inilah sesuatu yang tidak mereka sampaikan (kepada 
masyaikh)...!!!

Seorang penuntut ilmu bisa jadi melakukan suatu kesalahan atau bisa jadi 
memiliki beberapa keraguan (syubuhat) terhadap sesuatu... ini adalah suatu 
hal yang kita seharusnya memberikan waktu atau perhatian.... kita seyogyanya 
menunjukkan perhatian kita kepada saudara kita. Dan kita harus yakin 
menganggap saudara kita seperti... jika kita kehilangan satu dari saudara 
kita, bagaikan kehilangan sebagian tubuh kita... bagaikan ada suatu bagian 
dari tubuh kita yang terpenggal (putus) jika kita kehilangan salah satu 
saudara kita. Oleh karena itu kita... kita seharusnya lebih memperhatikan 
saudara-saudara kita dan kita tidak menginginkan saudara-saudara kita 
menjadi sesat dan kita juga tidak menghendaki saudara-saudara kita 
meninggalkan dakwah ini. Karena itulah... kita harus menunjukkan kepedulian 
kita terhadap mereka...

Ini adalah perkara yang penting yang harus difahami. Ini adalah perkara 
takwa. Orang-orang ini, yang melakukan cara-cara demikian ini... harus faham 
bahwa Allah melihat mereka. Harus sadar bahwa Allah Tabaroka wa Ta’ala maha 
mengetahui akan apa yang mereka perbuat. Mereka harus tahu bahwa Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : ”Barangsiapa yang mencari-cari 
kesalahan orang lain dan menyibakkannya, maka Allah Tabaroka wa Ta’ala akan 
membuka kesalahan-kesalahannya dan menyibakkannnya walaupun di tengah-tengah 
rumahnya sendiri. Walaupun di dalam rumahnya sendiri!!!” oleh karena itu 
tunggulah penyibakan dari Allah... seseorang tidak akan bisa lari dari adzab 
Allah. Apakah kita tidak tahu bahwa Allah Tabaroka wa Ta’ala melihat apa 
yang kita lakukan? apakah kita tidak tahu bahwa tidak ada suatu perkataan 
pun yang akan kita ucapkan melainkan dicatat? Yang mana Allah Tabaroka wa 
Ta’ala berfirman : ”Dantidaklah dia berkata apa-apa melainkan ada yang 
mencatat”

Juga haruslah difahami bahwa dakwah salafiyah ini berdasarkan hujjah/dalil. 
Oleh karena itu, jika ada seorang penuntut ilmu tidak sepakat dengan 
pendapat ulama tertentu karena melihat bahwa dalil ulama ini tidak begitu 
kuat ataupun tidak meyakinkan dirinya, maka ini adalah suatu hal yang 
diperbolehkan untuk melakukan tarjih, mendengarkan ulama ini dan 
mendengarkan pula ulama lain, sembari mengatakan, ”Yang ini punya dalil 
(yang kuat) dan aku mengambilnya.” Bukannya malah bertaklid buta pada 
seorang individu dan menyetujui seorang individu pada setiap pernyataan yang 
dikatakannya tentang setiap orang atau setiap kelompok di muka bumi... ini 
yang harus kita fahami!!!

Perkara lain yang juga harus dihindari (ditinggalkan) adalah mendengarkan 
setiap orang yang berdakwah (untuk mencari-cari kesalahan atau 
ketergelinciran, pent)... Imam dan mujtahidnya muhadditsin, imam Jarh wa 
Ta’dil zaman ini, Syaikh Nashirudin al-Albani rahimahullahu, jika seseorang 
ada yang bertanya kepada beliau tentang orang lain, beliau senantiasa 
menjawab, ”Aku tidak dapat menjawabmu. Jika aku mengenalmu maka aku akan 
menjawabmu, jika aku mengenalmu aku akan menjawabmu.”

Jadi, sikap beliau adalah, beliau tidak akan berbicara tentang orang lain 
sampai beliau mengenal mereka. Hal ini dikarenakan beliau tidak mendengar 
dari segala penjuru dunia mengenai seseorang yang berbicara tentang sesuatu, 
dan bahkan beliau tidak mengenal siapakah individu-individu tersebut. 
Individu ini berbicara tentang individu lainnya yang mendukung dakwah dan 
menyeru kepada salafiyah, menyeru kepada yang haq selama bertahun-tahun, 
oleh karena itulah kita tidak mendengar ucapan-ucapan mereka ataupun 
menerimanya. Metode ini bukanlah metodenya Imam Jarh wa Ta’dil... ini 
bukanlah jalannya orang yang kita duduk di bawah kakinya dan mempelajari 
agama ini, orang yang kita tumbuh di dalam majlisnya (yaitu syaikh Albani, 
pent)

Ingatlah, hizbiyun telah mengetahui bahwa kejahatan mereka telah dibongkar, 
hizbiyun tahu bahwa kerusakan mereka telah disingkap. Oleh karena itu mereka 
sekarang menyusup diantara kita dan menghendaki supaya kita menjadi sibuk 
antara satu dengan lainnya, menginginkan kita tersibukkan antara satu dengan 
lainnya!!! Ahlus sunnah wal Jama’ah, yaitu mereka yang berada di atas manhaj 
salaf, seharusnya mereka bergandengan tangan bersama... seharusnya mereka 
bergandengan tangan bersama!!! Daripada kita sibuk di antara sesama, 
seharusnya kita berdakwah dan membantah hizbiyun, membantah sufiyun, 
membantah asy`ariyah dan membantah seluruh ahlul bid’ah. Namun anehnya, kita 
ini lebih senang mencari kesalahan saudara lainnya, mencari kesalahan antara 
satu dengan lainnya!!!

Tidaklah cukup kalian mengucapkan kebenaran saja, namun kalian juga harus 
berlaku adil. Jika kalian mengucapkan kebenaran di tempat yang tidak 
semestinya, maka ini termasuk ketidakadilan. Ini adalah perkara yang telah 
Allah tampakkan dengan shidq, kejujuran dan dengan keadilan. Jadi keduanya 
harus diperhatikan di sini.

Kalian mendapatkan ada diantara mereka membicarakan salafiyun, namun mereka 
diam terhadap seburuk-buruk ahlul bid’ah, diam terhadap seburuk-buruk 
manusia yang berada di atas kebatilan, seburuk-buruk orang yang berada di 
atas manhaj yang salah. Ini jelas adalah suatu hal yang tertolak.. ini 
merupakan situasi baru dan perkara baru yang akan dipergunakan hizbiyun 
untuk memecah belah hati salafiyun dan memecah belah antara ulama dan para 
penuntut ilmu… inilah yg harus kita sadari!!! Bahwa seseorang itu hendaknya 
memiliki kelembutan dan haruslah bersikap adil/lurus.

Ketika saya ditanya tentang seseorang yang saya ketahui bahwa dirinya adalah 
salafi, namun seseorang mengambil ucapannya keluar dari konteks, atau 
menyodorkan perkataannya yang mana perkataan ini lain dengan apa yang ia 
pegang, maka saya akan menjawab : ”Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini, 
jika saya tahu maka saya akan menjawabnya!” saya tidaklah melakukan hal ini 
karena takut... namun inilah manhaj!!! Inilah metodologi!! Dan inilah manhaj 
yang sebagaimana saya lalui dan saya telah tumbuh dengannya. Sikap yang 
harus kau ambil adalah sikap untuk Allah Tabaroka wa Ta’ala dan berdasarkan 
apa yang Rasulullah dan Allah Tabaroka wa Ta’ala cintai.
Sikap inilah yang seharusnya diambil!!!

Walaupun saya pribadi telah memisahkan diri saya dari beberapa individu yang 
mereka adalah murid-murid syaikh Nashir, yang lebih dari 40 tahun bersama 
syaikh! (Maksud beliau adalah syaikh Ibrahim Syaqrah yang terpengaruh oleh 
benih fikrah quthbiyun dan menuduh syaikh Albani dengan irja’, pent) Iya, 
saya memisahkan diri saya dari mereka dan mengambil sikap melawan mereka 
ketika saya melihat ini adalah sikap yang harus saya ambil dalam rangka 
mendapatkan keridhaan Allah Tabaroka wa Ta’ala, dan berdasarkan manhaj 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Kita memerlukan al-hilm dan kesabaran, sedangkan al-hilm ini memerlukan 
ilmu. Kita membutuhkan ar-Rifq (kelemahlembutan) dan ketenangan, dan 
mempergunakan waktu kita. Kita perlu untuk menerima pendapat saudara kita, 
yang mana kita adalah cermin bagi mereka. Jika saudara kita terkena suatu 
syubuhat dan masalah, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah 
menarik dirinya di sisi kita dan menasehatinya. Hal pertama yang harus kita 
lakukan adalah berbicara kepadanya secara langsung, bertatap muka dan 
menasehatinya.

Aku memohon kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala agar mempersatukan kita di atas 
yang haq dan menyelamatkan kita dari kejahatan manhaj yang telah nampak 
diantara kita, walhamdulillah.

Aku akan memberikan kalian sebuah contoh dari sikap ketidakadilan dan manhaj 
(rusak) ini, yang aku berbicara tentang orang-orang yang mengumpulkan 
(mencari-cari) kesalahan, berdusta dan datang di tengah-tengah ulama. Kita 
sekarang ini berada di New York, yang kita tahu bertetangga dengan New 
Jersey. Apakah ada diantara kalian yang jahil tentang sikap dari masyaikh 
terhadap Abu Muslimah (salah seorang da’i Amerika yang terpengaruh hizbiyah 
dan membelanya)?

Saya yakin bahwa setiap orang di ruangan ini tahu bagaimana posisi Syaikh 
Usamah al-Qusy, Syaikh Muhammad Musa Nashr dan saya sendiri serta masyaikh 
lainnya terhadap Abu Muslimah... bahwa kami mentahdzir dirinya dan kami 
nyatakan bahwa dirinya adalah hizbi, kami memperingatkan manusia agar 
menjauhinya, dan kami robohkan bangunan (hizbi) yang sedang ia upayakan 
untuk ia bangun. Organisasi khabits (busuk) ini, organisasi jelek dan jahat 
ini, yang mana ia (Abu Muslimah) sedang berupaya untuk mendirikannya dengan 
memilih Amir bagi kelompok salafi tertentu, dan lainnya...

Setiap orang telah mengetahui posisi kami, bahwa kami mentahdzir darinya!!! 
mauqif (sikap), posisi dan pendapat kami adalah jelas. Namun masih ada saja 
beberapa orang yang pergi ke luar negeri, mereka berdusta dan menemui syaikh 
Rabi’, dan mengatakan bahwa kami menolong Abu Muslimah, kami menyokong Abu 
Muslimah dan enganggap dirinya sebagai salafi. Orang yang sama ini juga 
berbicara tentang QSS (Qur’an Sunnah Society), organisasi salafi 
pertama...organisasi salafi satu-satunya dan pertama di Amerika Utara... 
orang-orang ini berkata kepada syaikh Rabi’ bahwa QSS adalah sururi dan 
dijalankan oleh sururiyun, saya katakan : QSS adalah organisasi salafi 
bahkan sebelum orang ini menjadi muslim... yang mereka perlukan adalah 
menunggu dan Allah Tabaroka wa Ta’ala akan menyingkap hakikat mereka... 
Allah akan membongkar hakikat mereka!!!

Saya contohkan satu orang lagi dari Indonesia, namanya Ja’far Umar Tholib, 
yang mana dia adalah salah satu pimpinan (panglima) laskar di sana, yang 
menurut klaimnya, ia akan melakukan jihad atau apapun namanya… dia mampu 
menipu, berbohong atau melakukan apapun untuk mendapatkan rekomendasi dari 
syaikh Rabi’ dan syaikh Muqbil, semoga Allah menjaga mereka dan memelihara 
mereka dari kejahatan orang seperti (Ja’far) ini!!!

Kami pergi mengunjungi Indonesia dan yang kami kunjungi di sana adalah 
salafiyin (Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, pent). Orang ini (Ja’far) menolak 
dan mengatakan bahwa kami pergi mengunjungi sururiyin. Namun Allah Tabaroka 
wa Ta’ala menyingkap kedoknya sebagai seorang takfiri, sebagaimana seorang 
yang mengkafirkan seorang muslim lainnya!!! dan hal ini terjadi di salah 
satu pulau di Indonesia, salah satu dari pengikutnya jatuh kepada perbuatan 
zina, dan dia (Ja’far) pun merajamnya... dia menerapkan hudud atasnya dan 
merajamnya!!!

Demi Allah!!! Apakah ada seorang saja dari para ulama yang memperbolehkan 
seorang muslim yang tinggal di negeri kaum muslimin melakukan hal ini 
sendiri dan menerapkan hudud?!! Adakah diantara kalian yang mengetahui bahwa 
ada kaset atau ceramah ulama yang memperbolehkan hal ini?!! Mereka merajam 
orang ini dan akhirnya pemerintah menangkapnya...

Berhati-hatilah kalian dari karakter orang-orang yang seperti ini... karena 
mereka berada di antara kita. Mereka berusaha untuk menciptakan 
penyimpangan, mereka berupaya untuk memutuskan hati dan menciptakan 
kebencian diantara para penuntut ilmu dan kaum muslimin lainnya yang berada 
di atas manhaj salaf.

Inilah yang Allah sebutkan sebagai syaithan, dimana syaithan menyerah agar 
supaya dirinya disembah di jazirah Arab, namun (tatkala melihat dirinya tak 
mampu) maka syaithan berupaya membuat kebingungan, kehancuran dan masalah 
diantara kalian!!! Inilah yang mereka kehendaki.

Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu an Laa ilaaha illa Anta wa 
astaghfiruka wa aatubu ilaik.

Translator : Abu Hudzaifah
Sumber : Http://www.freewebs.com/manhajassalafee/Shaykh%20Saleem%
20Speaks%20on%20the%20Contemporary%20Affairs.doc

[Transkrip Rekaman Terjemahan Ceramah Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly 
hafizhahullahu seputar Da’wah Salafiyah dan Bahayanya Manhaj Haddadiyah 
http://www.geocities.com/abu_amman/Ceramah1.htm]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today - it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke