HUKUM ORANG YANG BERKATA : SESUNGGUHNYA KEMISKINAN YANG MELANDA UMAT ISLAM 
DISEBABKAN LEDAKAN PENDUDUK DAN BANYAKNYA KETURUNAN

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
sumber http://www.almanhaj.or.id


Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah hukum syara’nya pada 
pendapat Syaikh terhadap orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya kemiskinan, 
kelemahan dan keterbelakangan umat Islam di masa sekarang sebagai akibat 
ledakan (pertambahan) penduduk dan banyaknya keturunan dengan memandang 
peningkatan ekonomi gizi’. Apa nasehat Staikh kepada orang yang meyakini hal 
tersebut?

Jawaban
Kami melihat bahwa pendapatnya itu adalah sebuah kesalahan besar ; karena 
hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala saja yang meluaskan dan menyempitkan rizki 
bagi orang yang tidak dikehendakiNya, bukan disebabkan banyaknya penduduk ; 
karena tidak ada binatang melata di muka bumi ini melainkan Allah Subhanahu 
wa Ta’ala yang mengatur rizkinya. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan 
rizki karena suatu hikmah dan mencegah rizki juga karena suatu hikmah.

Nasehat saya kepada orang yang meyakini hal ini adalah bawha hendaklah ia 
bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan keyakinan yang 
batil ini, hendaklahn ia mengetahui bahwa alam semesta, seberapapun 
banyaknya, jika Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki niscaya Dia meluaskan 
rizki mereka, tetapi Allah Subhanhu wa Ta’ala berfirman dalam KitabNya.

“Artinya : Dan jikalau Allah melapangkan rzki kepada hamba-hambaNya tentulah 
mereka akan melampui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang 
dikehendakiNya dengan ukuran. Sesungguhnya Dai Maha Mengetahui (keadaan) 
hamba-hambaNya lagi Maha Melihat” [Asy-Syura : 27]

[Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin yang beliau tanda tangani]

HUKUM ORANG YANG MENGKLAIM BAHWA SEBAB KETERBELAKANGAN KAUM MUSLIMIN KARENA 
KOMITMEN MEREKA TERHADAP AGAMA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin


Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang yang lemah 
imannya mengklaim bahwa sebab keterbelakangan kaum muslimin adalah karena 
komitmen mereka terhadap agama. Syubhat yang mereka lemparkan menurut klaim 
tersebut bahwa tatkala orang-orang Barat tidak meninggalkan seluruh agama 
dan terbebas dari kungkungannya, sampailah mereka kepada kondisi sekarang 
ini, yaitu kemajuan peradaban sementara kita karena komitmen terhadap agama 
masih saja mengekor terhadap mereka, bukannya sebagai orang yang dipanuti. 
Bagaimana mementahkan tuduhan-tuduhan semacam ini? Barangkali mereka 
menambahkan lagi satu syubhat lainnya, yaitu ada hujan yang lebat turun di 
sana, hasil-hasil pertanian dan bumi yang subur menghijau. Mereka 
mengatakan, ini merupakan bukti kebenaran ajaran mereka.

Jawaban
Kita katakan, bahwa sesungguhnya pertanyaan semacam ini hanyalah bersumber 
dari penanya yang lemah imannya atau tidak memiliki iman sama sekali; jahil 
terhadap realitas sejarah dan tidak mengetahui faktor-faktor kemenangan. 
Justru, ketika umat Islam komitmen terhadap agama pada periode permulaan 
Islam, mereka memiliki 'Izzah (kemuliaan diri), Tamkin (mendapatkan posisi 
yang mantap), kekuatan dan kekuasaan di seluruh lini kehidupan.

Bahkan sebagian orang berkata, "Sesungguhnya orang-orang Barat belum mampu 
menimba ilmu apapun kecuali dari ilmu-ilmu yang mereka timba dari kaum 
muslimin pada periode permulaan Islam."

Akan tetapi umat Islam malah banyak terbelakang dari ajaran diennya sendiri 
dan mengada-adakan sesuatu di dalam Dienullah yang sebenarnya tidak berasal 
darinya baik dari sisi aqidah, ucapan dan perbuatan. Karena hal itulah, 
mereka benar-benar mengalami kemunduran dan keterbelakangan.

Kita mengetahui dengan seyakin-yakinnya dan bersaksi kepada Allah Subhanhu 
wa Ta'ala bahwa andaikata kita kembali kepada manhaj yang dulu pernah 
diterapkan oleh para pendahulu kita dalam dien ini, niscaya kita akan 
mendapatkan 'Izzah, kehormatan dan kemenangan atas seluruh umat manusia. 
Oleh karena itulah, tatkala Abu Sufyan menceritakan kepada Heraklius, kaisar 
Romawi yang ketika itu Kekaisaran Romawi dianggap sebagai negara adidaya- 
perihal ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya, 
dia mengomentari,

"Jika apa yang kamu katakan mengenai dirinya ini benar, maka berarti dia 
adalah seorang Nabi dan sungguh, kekuasaannya akan mencapai tempat di bawah 
kedua kakiku ini. "

Dan tatkala Abu Sufyan dan para rekannya berpaling dari sisi Heraklius, dia 
berkata,

"Urusan si Ibn Kabsyah [1] ini sudah menjadi besar, sesungguhnya Raja Bani 
al-Ashfar (sebutan Quraisy terhadap orang Romawi) gentar terhadapnya.” [2]

Sedangkan mengenai kemajuan di bidang industri, teknologi dan sebagainya 
yang dicapai di negara-negara Barat yang kafir dan atheis itu, tidaklah 
agama kita melarang andaikata kita meliriknya akan tetapi sangat disayangkan 
kita sudah menyia-nyiakan ini dan itu; menyia-nyiakan agama kita dan juga 
menyia-nyiakan kehidupan dunia kita. Sebab bila tidak, sesungguhnya Dien 
Islam tidak menentang adanya kemajuan seperti itu bahkan dalam banyak ayat 
Allah berfirman,

"Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang 
kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan 
persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu." [Al-Anfal : 60]

"Artinya : Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah 
di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizkiNya." [Al-Mulk :15].

"Artinya : Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk 
kamu." [Al-Baqarah:29)]

"Artinya : Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan. " 
[Ar-Ra'd : 4]

Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang mengajak secara terang-terangan kepada 
manusia agar berusaha dan bekerja serta mengambil manfaat akan tetapi bukan 
dengan mempertaruhkan agama. Kaum kafir tersebut pada dasarnya adalah kafir, 
agama yang di-klaim juga adalah agama yang batil. Jadi kekufuran dan 
atheistik padanya sama saja, tidak ada perbedaannya. Dalam hal ini, Allah 
Swt berfirman,

"Artinya : Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka 
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. " [Ali Imran: 
85]

Jika Ahli Kitab yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan Nashrani memiliki 
sebagian keunggulan yang tidak sama dengan orang-orang selain mereka akan 
tetapi mereka sama saja bila dikaitkan dengan masalah akhirat kelak, oleh 
karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersumpah bahwa tidaklah 
umat Yahudi atau Nashrani tersebut yang mendengar (dakwah) beliau kemudian 
tidak mengikuti ajaran yang beliau bawa melainkan ia termasuk penghuni 
neraka. Jadi, sejak awal mereka itu adalah kafir, baik bernisbah kepada 
Yahudi ataupun Nashrani bahkan sekalipun tidak bernisbah kepada keduanya.

Sementara adanya banyak curahan hujan dan selainnya yang mereka dapatkan, 
hal ini hanya sebagai cobaan dan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah 
memang menyegerakan bagi mereka anugerah kenikmatan-kenikmatan di dalam 
kehidupan duniawi sebagaimana yang disabdakan Nabi Saw kepada Umar bin 
Al-Khaththab tatkala dia melihat beliau lebih mengutamakan tidur beralaskan 
tikar sehingga membuat Umar menangis. Dia berkata kepada beliau, "Wahai 
Rasulullah, orang Persi dan Romawi hidup bergelimang kenikmatan sementara 
engkau dalam kondisi seperti ini?" Beliau menjawab,

"Artinya : Masih ragukah engkau wahai Ibn al-Khaththab? Mereka itu kaum yang 
memang disegerakan untuk mendapatkan kenikmatan-kenikmatan di dalam 
kehidupan duniawi." [3]

Kemudian mereka juga ditimpa musibah kelaparan, malapetaka-malapetaka, gempa 
dan angin-angin topan yang meluluhlantakkan sebagaimana yang diketahui 
bersama dan selalu disiarkan di radio-radio, koran-koran dan sebagainya.

Akan tetapi orang yang mempertanyakan seperti ini buta. Allah telah 
membutakan penglihatannya sehingga tidak mengetahui realitas dan hakikat 
yang sebenarnya. Nasehat say a kepadanya agar dia bertaubat kepada Allah Swt 
dari pandangan-pandangan seperti itu sebelum ajal dengan tiba-tiba 
menjemputnya. Hen-daknya dia kembali kepada Rabb-nya dan mengetahui bahwa 
kita tidak akan mendapatkan 'Izzah, kehormatan, kemenangan dan kepemimpinan 
kecuali bila kita telah kembali kepada Dien al-Islam; kembali dengan 
sebenar-benarnya yang diimplementasikan melalui ucapan dan perbuatan. Dia 
juga hendaknya mengetahui bahwa apa yang dilakukan orang-orang Kafir itu 
adalah batil, bukan Haq dan tempat mereka adalah neraka sebagaimana yang 
diberitakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan melalui lisan RasulNya, Muhammad 
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Pertolongan berupa nikmat banyak yang 
dianugerahkan Allah kepada mereka tersebut hanyalah cobaan, ujian dan 
penyegeraan kenikmatan, hingga bilamana mereka telah binasa dan meninggalkan 
kenikmatan-kenikmatan ini menuju Neraka Jahim, barulah penyesalan, derita 
dan kesedihan akan semakin berlipat bagi mereka. Ini semua merupakah Hikmah 
Allah dengan memberikan kenikmatan kepada mereka padahal mereka sebagaimana 
telah saya katakan tadi, tidak akan selamat dari bencana-bencana, gempa, 
kelaparan, angin topan, banjir dan sebagainya yang menimpa mereka.

Saya memohon kepada Allah agar orang yang mempertanyakan ini mendapatkan 
hidayah dan taufiq, mengembalikannya ke jalan yang haq dan memberikan 
pemahaman kepada kita semua terhadap dien ini, sesungguhnya Dia Mahakaya 
lagi Mahamulia. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, washallallahu 
'ala Nabiyyina Muhammad Wa 'Ala Alihi Wa Ala Ashhabihi Ajma 'in.

[Alfazh Wa Mafahim Fi Mizan asy-Syari’ah, h.4-9, dari fatwa Syaikh Ibn 
Utsaimin]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min 
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 
136-137 Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. Ibn Kabsyah adalah salah seorang dari suku Khuza'ah yang menyembah 
sesuatu yang bertentangan dengan ibadah bangsa Arab karenanya Abu Sufyan 
menjuluki Rasulullah demikian, karena beliau juga mengingkari dari apa yang 
mereka anut, pent.
[2]. HR. Al-Bukhari, Bad'ul Wahyi (7) al-Jihad (2941); Muslim, al-Jihad 
(1773).
[3]. HR. Al-Bukhari, Al-Mazhalim (2467), An-Nikah (5191).

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke