Tentang Sururiyah dan Sururiyyun *)

Sururiyyah :
Adalah mereka yang menisbatkan dirinya pada Muhammad bin Surur 
Zainal 'Abidin, yang di dalam manhajnya terdapat penyelewengan dari 
manhaj Ahlus Sunnah dalam masalah-masalah da'wah dan muamalah 
terhadap pemerintah, yang mereka adopsi dari manhaj-manhaj di 
luarAhlus Sunnah, seperti manhaj Ikhwanul Muslimin,
Hizbut Tahrir dll.

Adapun ciri-ciri mereka, para ulama telah banyak meneliti pemikiran 
mereka  secara rinci.

Beberapa sifat mereka seperti yang dijelaskan dalam kitab :
Ar-Rodd 'ala ba'dhi du'aatil fitan wal fasaad" karya Syaikh 
Abu 'Umar Usamah bin 'Athoya Al-'Utaibi, juz pertama dibawah judul
"As-Sururiyyun wal Quthbiyyun Hum wat Takfiriyyun Al-Mufjirun 
Wajhaani Li-'umlah Wahidah" (Surury-Quthby dan Takfiry Kriminal, 
dua sisi dari satu mata uang) :

1. Mengkafirkan secara mutlak orang yang tidak berhukum dengan hukum 
Allah, meskipun orang itu tidak menghalalkan tindakannya dan berlaku 
sombong terhadap hukum Allah, sebagaimana dikatakan secara lantang 
oleh Safar Al-Hawaly, salah seorang gembong surury.

2. Menuduh orang yang tidak mau melakukan point pertama di atas
- yakni menghukumi kafir orang yang tidak berhukum dengan Hukum 
Allah secara mutlak - sebagai murji'.

3. Menuduh para ulama dan para Da'i yang menjelaskan kepada manusia 
tentang tidak bolehnya menghukumi kafir secara personal (ta'yin) 
kepada penguasa tertentu atau memerintahkan manusia untuk menahan 
diri dari perbuatan takfir tanpa hujjah yang nyata,sebagai antek-
antek thogut atau jahmi atau murji'.

4. Mencela kehormatan para ulama, dalam hal ini ada beberapa bentuk,
antara lain :

Pertama, menuduh mereka tidak menunaikan kewajiban selaku ulama, dan
menyembunyikan kebenaran sebagaimana dikatakan Salman Al-'Audah, 
Nashir Al-'Umar, 'Aidh Al-Qorni dan selain mereka.

Kedua, menuduh ulama melakukan mudahanah (bermanis muka di hadapan 
orang fasik, tidak mau menegakkan amar ma'ruf nahyi mungkar kepada 
mereka), atau mereka menuduh para ulama hidup dari dinar saja, ulama 
sulthon, ulama suu'.

Ketiga, menuduh para ulama tidak paham waqi' (kondisi realita), 
ulama yang lugu (alat permainan politik), mesin fatwa atau tidak 
mengerti tipu daya musuh.

5. Membangkang kepada waliyyul amri (penguasa) muslim, tidak mau 
mendengar dan taat. Tidak ada satupun perkataan Safar, Salman,
At-Thoriri, A'-'Umar yang menyeru kepada para pemuda untuk mendengar 
dan taat kepada para penguasa muslim. Sebaliknya,orang-orang yang 
menyeru untuk mendengar dan taat kepada penguasa, justru akan 
mendapatkan label dan sifat-sifat yang paling buruk serta nista dari 
mereka.

6. Menggadaikan agama untuk mencapai - menurut istilah mereka - 
maslahat-maslahat da'wiyyah sehingga tidak heran bila pada malam 
hari mereka mengkafirkan penguasa tetapi di siang harinya
duduk-duduk, makan-makan bersama dengan mereka sambil ha-ha he-he 
dengan mereka.

7. Memuliakan para tokoh kebid'ahan dan kesesatan, betapapun nampak 
dan parahnya penyimpangan mereka, semisal : Sayyid Quthb, Muhammad 
Quthb, Muhammad Surur, Al-Maududi, Hasan Al-Banna, dll.

8. Melakukan tindakan kasar, bahkan serangan fisik kepada orang-
orang yang berseberangan dengan mereka, sebagaimana penganiayaan 
yang mereka lakukan terhadap Syaikh Muhammad Aman Al-Jami di salah 
satu masjid di kota Riyadh, juga terhadap Syaikh Soleh As-Suhaimi
dan Syaikh Abdurrazak Al-'Abbad di salah satu masjid di Buraidah, 
demikian pula penyerangan terhadap Syaikh Abdullah Al-Ubaylan, 
bahkan hampir saja mereka membunuh beliau, sekiranya Allah tidak 
menyelamatkan beliau !. Ini belum terhitung ancaman dan tindakan 
kekerasan terhadap para penuntut ilmu salafiyyin.

Delapan sifat di atas adalah penjelasan global, yang wajib kita 
ketahui berkaitan dengan sifat-sifat sururiyyun-quthbiyyun agar 
terhindar dari bahaya dahsyat di bidang manhaj ini.

Dan Alhamdulillah para ulama telah membongkar kedok-kedok mereka 
secara rinci sampai ke akar-akarnya, sehingga kita bisa dengan 
mudah - terang seterang cahaya matahari -mengenali sifat-sifat 
mereka.

Di samping itu tentu tidak dapat dipungkiri jasa dan andil besar
Syaikh yang mulya, Imam Al-Jarh Wat Ta'dil masa kini, Robi' bin Hadi 
Al-Madkholy hafidzahullah, yang telah mencurahkan kesungguhannya
menyingkap syubuhat mereka (sururiyyun-quthbiyyun).

Salah satu sisi keindahan yang nampak dominan dari kitab-kitab 
beliau adalah gaya dan cara beliau - yang dimudahkan Allah - dalam 
membawakan hujjah-hujjah, yang demikian kokoh, kuat, jelas, teliti 
dan lengkap hingga sangat sulit untuk dibantah.

Beberapa kitab karya beliau di antara nya :

1."Adhwaaun islamiyah 'alaa aqidati sayyid quthb wa fikrihi"
Mengupas dan membantah pemikiran-pemikiran sesat Sayyid Quthb
(arsitek pemikiran sesat Ikhwanul Muslimin kedua setelah Hasan
Al-Banna), selain buku ini masih ada buku lain karya Syaikh Robi' 
yang membantah pemikiran sesat Sayyid Quthb berkaitan dengan 
penistaannya terhadap kemuliaan para sahabat, yaitu kitab "Matho'in 
Sayyid Quthb"

2. "Kasyfu mauqufi al-ghazaalii minas sunnati wa ahliha"
Mengupas dan membantah pemikiran-pemikiran sesat Muhammad Al-Ghazali
(salah seorang gembong Ikhwanul Muslimin)

3. "Manhaj ahlus sunnah wal jamaa'ata fii naqdir rijaali wal kitubi 
wattau ifi"
Memuat bantahan ilmiyah yang mengagumkan atas pemikiran sesat
Salman Al-'Audah dan Ahmad Ash-Shuwayyan berkaitan dengan "Metodologi
Kritik Ilmiyah" terhadap pemikiran sesat para tokoh, kirab-kitab 
yang berisi kesesatan serta kelompok-kelompok yang menyimpang

4."Jamaa'ah wahidah laa jamaa'ata"
Bantahan ilmiyah atas pemikiran Abdurrahman Abdul Kholik dalam 
kaitannya dengan realitas hizbiyyah dan amal jama'i yang sebenarnya 
syar'i namun oleh Abdurrahman Abdul Kholik dijadikan tameng untuk 
membiarkan tumbuh suburnya kelompok-kelompok yang menyimpang.

5. "At-tangkilu bima fiil lujaa ji abil hasan minal abaathiil"
Satu dari kurang lebih 20 kitab dan risalah bantahan ilmiyah atas 
pemikiran menyimpang Abul Hasan Al-Ma'ribi

6. "Inqidhaadhu syuhabi as-salafiyyati 'ala aukari adnaan
al-khalifati "
Memuat bantahan ilmiyah atas pemikiran menyimpang Adnan Ar'ur

7. "Atta'ashshubu adz-dzamiimu wa atsaa ruhu"
Memuat analisis ilmiyah terhadap penyakit ta'assub (fanatisme) yang 
merupakan penyakit amat berbahaya (beliau menyebutnya sebagai sumber 
dari berbagai macam penyakit hati)

Maaf kalau penulisan latin di atas keliru)

Ini hanyalah sekelumit gambaran dari puluhan karya Syaikh Rabi' bin 
Hadi Al-Madkholy hafidzahullah dalam bidang tahsfiyah manhaj.  
Selain tentunya kitapun tidak mengecilkan pentingnya kitab-kitab 
para ulama lain dalam bidang aqidah dan manhaj, baik ulama terdahulu 
maupun yang kini masih hidup.  Bahkan Syaikh Robi' hanyalah salah 
satu dari sekian banyak ulama yang telah menunaikan amanah ilmiyah 
dan kewajiban menjelaskan hakikat manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan 
kesesatan manhaj yang menyelisihinya kepada manusia.

Kita wajib bersyukur kepada Allah yang telah menjaga din ini dari 
upaya-upaya pencemaran yang dilakukan oleh para ahli bid'ah dan 
kesesatan dengan hadirnya para ulama robbany yang gigih berjihad 
membela Islam dan Sunnah

Wallahu'alam
Abu Fathimah Adnan Jusuf

Note :
*) Tulisan ini adalah bagian dari satu makalah yang diterbitkan oleh
Maktabah Iqomatul Hujjah, Yayasan Asy-Syifa Karawang dengan 
judul "Membantah Tuduhan Dusta" Jazakallah kepada Ustadzuna Abu 
Muhammad Abdurrahman hafidzahullah





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke