Wa'alaikum salam warahmatullahi wabaraktuh, Kebetulan ana punya artikel (attachment) yang insya Allah bisa menjawab pertanyaan antum no. 1.
Judulnya "Di Mana Alloh?? (Tanya Jawab Bersama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)" Ana kutipkan sebagian isi artikel itu. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadits shahih: Semua bayi itu dilahirkan dalam keadaan fitrah; Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, sebagaimana seekor binatang melahirkan anak dengan utuh tanpa ada anggota tubuh yang hilang, apakah menurutmu ada yang hilang telinganya (tanpa sebab sejak dari lahirnya)? Kemudian Abu Hurairah rodhiallohu anhu berkata: Jika kalian mau bacalah, Itulah fitrah Alloh yang manusia diciptakan berada di atasnya, tidak ada penggantian dalam fitrah Alloh Inilah maksud dari perkataan Umar bin Abdul Aziz : Ikutilah agama orang-orang badui dan anak-anak kecil yang masih asli, yakinilah fitrah yang telah Alloh berikan kepada mereka, karena Alloh menetapkan bahwa fitrah hamba fitrah dan untuk memperkuat fitrah bukan untuk menyimpangkan dan juga bukan untuk mengubahnya. No. 2 Ana pernah membaca buku kecil yang ditulis oleh Syaikh Al-Bani yang judulnya "Kedudukan AsSunnah Dalam Islam" Ana lupa kalimat asli hadistnya tapi isinya begini : Rosulullah membacakan al-Quran Al - An'am ayat 82 yang artinya : "Orang - orang yang beriman dan tidak mencampuradukan iman mereka dengan kedzaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang - orang yang mendapat petunjuk" Lalu sahabat bertanya, "ya Rosulullah siapakah diantara kami yang tidak mencampurkan iman dengan kezaliman" Maka Rosulullah bersabda, "yang dimaksud kezaliman diatas adalah perbuatan syirik, bukankah kalian membaca ayat dari al-Quran "Hai anakku janganlah menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan itu adalah benar - benar kezaliman yang besar" (Luqman:13). (HR. Muslim) Syaikh Al - Bani menjelaskan : Para sahabat memahami kalimat kezaliman yang dimaksud di ayat al-An'am:82 adalah semua kezaliman (walaupun kezaliman yang kecil) sehingga mereka merasa iman mereka pun tidak bermanfaat karena tercampur dengan kezaliman. Tapi kemudian Rosulullah menjelaskan bahwa maksudnya adalah perbuatan syirik. Sehingga kita tidak bisa memahami maksud/tafsir al-Quran jika hanya mencukupkan dengan al-Quran saja atau kita meninggalkan sunnah. No.3 : Ana pernah baca tapi lupa di artikel mana, bahwa sebenarnya riwayat dari Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu itu dhoif. Tapi waktu itu ana hanya mengingat derajat riwayat saja. Wallahu'alam ======================= Firdaus Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Mohon bantuan anggota milis untuk menjawab pertanyaan dari seorang teman saya. Redaksi pertanyaannya secara utuh sebagai berikut: "1. Ust. Arman Amri menjelaskan bahwa fithrah secara etimologi adalah nilai yang dibawa sejak lahir berupa kecenderungan terhadap agama. Sedangkan secara terminologi, simple, fithrah berarti Islam. Ini merujuk pada ayat yang bunyinya (surat & ayatnya lupa) "Manusia diciptakan atas fithrahnya tetapi orangtuanya yang mewarnainya menjadi yahudi, nasrani, majusi..." Tidak disebutkan mewarnainya menjadi Islam, karena Islam adalah fithrah manusia. Jadi jika seseorang dilahirkan dalam keluarga selain Islam, sehingga terwarnai oleh yahudi, nasrani, majusi (atau agama-agama bumi lainnya) maka untuk kembali pada fithrahnya (Islam), harus mengucapkan syahadat (di depan seorang alim disertai saksi, tentunya). Bagaimana jika seseorang dilahirkan dalam keluarga muslim yang ketauhidannya dipertanyakan (klenikis, sekuler, deelel)? Apakah perlu syahadah ulang?? Minta hujjahnya ya..!! 2. Ustad juga menjelaskan, bahwa muamalah yang baik tanpa ketauhidan berarti sia-sia. Bukankah dosa dan pahala ada perhitungannya masing-masing di hadapan Allah SWT?? Minta hujjahnya dunkz!! 3. Apakah sebuah jalan da'wah perlu ada struktur atau kepemimpinan?? Note: bagaimana dengan pendapat (aku ga yakin ini perkataan Ali bi Abi Thalib atau hadits Rasulullah SAW) bahwa kebatilan yang terorganisir mampu mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir?? Kondisi umat Islam saat ini terpecah-pecah dalam banyak organisasi/pergerakan padahal zionis terorganisir hingga tingkat dunia." Afwan jika merepotkan. ------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
Di Mana Alloh - (Tanya Jawab Bersama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).doc
Description: 2479767213-Di Mana Alloh - (Tanya Jawab Bersama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).doc
