Sabar Ukh Lea ! Benar, buruk sangka dan menganggap apa yang telah dipunyai dan 
diwarisi pasti benar, baik doktrin, pengetahuan dan informasi selama ini 
menimbulkan menggiring pada salah ucap dan salah tindakan. Misalkan pengetahuan 
yang diperoleh dari buku doktrin ahlus sunnah karangan Kyai Sirajuddin Abbas 
yang mengatakan Syaikh Ibnu Taimiyyah sesat kita terima sebagai suatu kebenaran 
tanpa reserve, tanpa mencari sumber informasi lain  pembanding dan mengetahui 
substansi kebenaran, niscaya kita akan ta'ashub dan salah terap.
Sudah waktunya kita hati-hati dalam mengucapkan kata "SESAT", janganlah kita 
seperti orang-orang yang ta'ashub pada ucapan ustad-ustad mereka yang 
mengatakan fulan sesat, yayasan X sesat dll tanpa bayinah dan hujjah yang 
cukup, kenyataannya disebabkan buruk pemahaman meskipun ustad itu pernah 
belajar pada seorang Syaikh. Karena konsekuensi kata sesat itu sangat berat dan 
harus dengan bayyinah dan hujjah yang cukup serta harus dilakukan oleh orang 
yang kompeten. Jangan kita menjadi pecinta kata sesat karena kesukaan 
sekelompok orang atau ustad yang suka meghajr dan menuding-nuding sesat. Ini 
waqi' dan dilakukan oleh anak-anak muda yang baru kenal pengajian. 3 minggu 
yang lalu saya di-SMS seorang pemuda umur 25 tahun dari Kalimantan Timur. Dia 
baru kenal pengajian 6 bulan udah piawai mengatakan ustad fulan sesat, yayasan 
X sesat, pondok Y sesat ketika ditanya argumennya tidak jelas, dan hanya 
ikut-ikutan ustadnya.
Harap Ukh Lea sabar dalam menuntut ilmu karena sesungguhnya pendengaran dan 
hati kesemuanya akan ditanyai atas tindakan kita, wallahu a'lam !

Abu Abdissalaam
Netherlands


victor johnson <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Subhanallah, statement apa ini ya ukh Lea.

Seberapa yakin, antum tidak terkontaminasi "sedikitpun" dari aliran wahabi, 
Hizbut Tahrir, Hisbul Ihwan, Ibnu Taimiyah dan golongan sesat lainnya?

Antum tahu apa itu wahabi? atau apa itu Hizbut Tahrir? atau apa itu Hisbul 
Ihwan? Atau siapa itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimakumulloh?

Ana berbaik sangka terhadap antum, mungkin antum kesal setelah beberapa lama 
email antum tidak dimuat di millist.

Kalau memang iya, berbaik sangkalah, mungkin email antum sudah terwakili dengan 
email2 rekan2 kita yang lain, sehingga hematnya tidak perlu untuk dimuat lagi. 
{Lain halnya bila antum menginginkan nama antum ditampilkan mengiringi jawaban 
antum tersebut}

Semoga Allah memberikan keteguhan hati dalam kesabaran untuk kita semua.


Gussy Maulana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Warahmatullahu Wabarakatuh.

Ananda Lea,
Anda menyatakan Ibnu Taimiyah bagian dari aliran,
bukankah dia juga ahlussunnah ?.
saya berdoa dan berharap anda juga mempelajari nya.

atau ada ikhwan yang bisa memberikan pengetahuannya.

wassalamu'alaikum Warahmatullahu Wabarakatuh.
Agus


--- lea sutisna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Walaikumsalam
> Saya coba jawab dari buku Tarhib Ramadhan yang
> diterbitkan oleh Syahamah Press
>
> Hari-hari yang diharamkan berpuasa adalah:
>
> 1. Hari Raya Idul Fitri, Yang pada waktu itu
> dilakukan Shalat Idul Fitri
> 2. Hari Raya Idul Adha, Yang pada waktu itu
> dilakukan Shalat Idul Adha. Dari Aisyah radliyallahu
> 'anha berkata, yang artinya:
> "Rasulullah melarang untuk berpuasa pada dua hari
> raya Idul Fitri dan Idul Adha."
> 3. Hari-hari Tasyrik, yaitu tiga hari setelah hari
> raya Idul Adha (11, 12 dan 13 Dzulhijjah).
> Rasulullah SAW, bersabda yang maknanya:
> "Hari-hari tasyrik adalah hari-hari untuk makan dan
> minum."
> 4. Hari Syak, Yaitu hari ke-30 bulan Sya'ban, jika
> diberitahu tentang awal puasa oleh orang-orang yang
> tidak boleh dijadikan pegangan untuk menentukan
> ketetapan awal Ramadhan, yaitu orang fasiq,
> perempuan, anak kecil atau yang semisal mereka yang
> memberitahukan bahwa mereka telah melihat hilal
> Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda yang maknanya:
> "Janganlah kalian mendahulukan Ramadhan satu atau
> dua hari, berpuasalah sebab melihat hilal (Ramadhan)
> dan berbukalah juga setelah melihat hilal (Syawal),
> apabila kalian (dalam melihat hilal) terhalang
> mendung, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya'ban
> 30 hari." (H.R. Bukhari)
> 5. Setengah bulan terakhir bulan Sya'ban, tidak sah
> berpuasa pada hari-hari itu kecuali jika disambung
> dengan hari-hari sebelumnya atau untuk mengqadha
> puasa atau untuk melaksanakan puasa nadzar.
>
> Semoga bermanfaat.
>
> Saya harap jawaban saya ini dimuat, jika memang
> milis ini milik orang-orang dari golongan murni
> AHLUSUNNAH WAL JAMA'AH, saya kira seharusnya jawaban
> saya selalu dimuat karena ilmu yang saya dapat Insha
> Allah adalah ilmu Islam yang murni dan tidak
> terkontaminasi sedikitpun dari aliran wahabi, Hisbu
> Tahrir, Hisbul Ihwan, Ibnu Taimiyah dan golongan
> sesat lainnya.
>
> wassalamualaikum
>
> -Lea-
>
>
> BAMBANG BACHTIAR <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> puasa yang tidak pernah dicontohkan Nabi Muhammad
> saw....juga tak pernah dianjurkan,,
> misal pati geni,,,puasa terus menerus sepanjang
> tahun,,,,,,puasa di hari raya seperti puasa di hari
> idul fitri
>
> ________________________________
>
> From: [email protected] on behalf of Zainul
> Sent: Sen 04/09/2006 12:45
> To: [email protected]
> Subject: [assunnah] Puasa yang haram
>
> Assalamualaikum,
>
> Saya kemarin mendengarkan pengajian bahwa haram
> puasa di bulan sya'ban setelah tanggal 15, kecuali
> puasa sunnah yang sudah biasa seperti senin kamis.
>
> Apakah ada ikhwah sekalian yang tahu puasa2 apa saja
> yang diharamkan menurut hadist2 yang shahih?
>
> Wassalamualaikum,
>
> Zainul


___________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/zAINmC/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke