SEPUTAR KATA “WAHABI”

Oleh
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
sumber http://www.almanhaj.or.id

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman didalam Al-Qur’an yang mulia.

“Artinya : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat 
perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan 
cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap 
musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu 
untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk 
seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari 
permukaan bumi ; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun” [Ibrahim : 24-26]

Dalam ayat-ayat yang mulia ini terdapat kabar gembira dari Allah Azza wa 
Jalla, yaitu barangsiapa yang beramal karena Allah Azza wa Jalla, maka Allah 
akan mengokohkan, menumbuhkan dan memberkahinya, dan barangsiapa beramal 
bukan karena Allah maka ia tidak akan tetap tegak sedikitpun. Allah akan 
memusnahkannya dan hal ini nyata dalam kehidupan sebagaimana Allah 
menegaskannya.

Jika kita melihat diutusnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
dan melihat perbuatan (jahat) orang-orang kafir serta musuh-musuh Islam 
kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita akan 
menyaksikan akibat baik itu adalah bagi orang bertakwa, dan demikianlah 
sesudah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga zaman kita 
ini yang dianggap sebagai zaman fitnah dengan segala bentuknya yang tidak 
mengetahui banyaknya fitnah itu melainkan Allah Azza wa Jalla.

Pada zaman ini, zaman yang tersebar kesyirikan dan hal-hal jelek dalam diri 
kaum muslimin., terdapat kebangkitan mubarakah, yang mana keutamaannya dan 
karunia ini dari Allah semata. Dia-lah yang memberkahi, menumbuhkan dan 
menunjuki jalannya.

Lalu musuh-musuh Islam bermaksud menjauhkan manusia dari kebangkitan yang 
diberkahi ini dengan memberikan bermacam-macam julukan untuk memalingkan 
kaum muslimin dari kebangkitan dan kesadaran yang diberkahi.

Dalam (kesempatan) ini, kami berbicara –Insya Allah- tentang satu julukan 
saja, walaupun (Alhamdulillah) banyak saudara-saudara kita tidak mengetahui 
tentang hal ini. Akan tetapi ini termasuk dari (pelaksanaan) bab : 
“Hendaknya seorang yang tahu menyampaikan kepada orang yang tida tahu”. 
Karena sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak 
hadir”

Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Semoga Allah memperindah orang yang mendengar perkataanku, lalu 
menghafal dan menyampaikannya”

Memahami julukan buruk yang disebarkan oleh orang-orang Komunis, pengikut 
Partai Ba’ats, pengikut pemahaman (Jamal Abdul Naser) orang-orang Syi’ah, 
orang-orang Sufi dan ahli bid’ah, yang mereka sebarkan dilingkungan 
masyarakat untuk menghalangi manusia dari sunnah Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam, kata-kata tersebut adalah “Wahabiyyah”, orang-orang yang 
berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
mereka menjauhkan manusia dan memberikan julukan buruk agar manusia lari 
darinya.

Perlu diketahui, bahwasanya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah 
adalah termasuk ulama yang hidup pada abad ke 12 Hijriyah, beliau seorang 
ulama yang bisa benar dan bisa salah, kalaulah kita orang-orang yang berbuat 
“Taklid” (mengikuti tanpa dasar) tentulah kita akan “Taklid” kepada ulama 
Yaman yaitu Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani –beliau hidup sezaman 
dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab-, dan beliau lebih alim daripada 
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, akan tetapi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab 
dakwahnya diberi kekuatan oleh Allah dengan kekuasaan hingga tersebarlah 
ilmu beliau. Adapun Muhammad bin Ismail Al-Amir karya beliau 
(karangan-karangannya) memenuhi dunia, kaum muslimin mendapat manfaat dari 
kitab-kitabnya, orang-orang Yaman “Membenci Beliau” dan mereka berkehendak 
mengusirnya dari negeri Shan’a (Yaman).

Itulah kata (Wahabiyyah) yang dengannya manusia dijauhkan dan dihalangi dari 
sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka wajib bagi kalian 
untuk berhati-hati dan melihat apa maknanya.

Kata (Wahabiyyah) dinisbatkan kepada seorang ulama bukan dinisbatkan kepada 
“Marx” dan bukan pula kepada “Lenin” dan bukan pula dinisbatkan kepada 
“Amerika” atau “Rusia” dan bukan juga dinisbatkan kepada “Para pemimpin 
musuh-musuh Islam” dan kami tidak memperbolehkan seorang muslim untuk 
menisbatkan dirinya kecuali kepada Islam dan kepada Nabi kita Muhammad 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sepatutnya kalian berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam masalah ini. 
Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam ketika burung Hud-Hud mengabarinya tentang apa 
yang dilakukan oleh Ratu Saba’ dan kaumnya.

“Artinya : Berkata Sulaiman : ‘Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu 
termasuk orang-orang yang dusta” [An-Naml : 27]

Dan Allah berfirman dalam kitabNya yang mulia.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik 
membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak 
menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang 
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” [Al-Hujarat : 6]

Kami berbicara tentang hal ini bukanlah lantaran Ahli Sunnah dan Ahli Agama 
di “Dammaj” (tempat Syaikh Muqbil bermukim), karena sesungguhnya dakwah 
mereka –segala puji bagi Allah- diterima oleh penduduk Yaman, akan tetapi 
permasalahannya adalah propaganda ini telah melanda negeri Saudi Arabia, 
Mesir, Sudan, Syam, Iraq dan seluruh negeri-negeri Islam. Barangsiapa 
berpegang teguh kepada agama, mereka akan mencapnya : “Itu adalah pengikut 
Wahabi”.

Dan Allah berfirman dalam kitabNya.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar 
syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, 
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang 
qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi 
Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan 
apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan 
janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka 
menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya 
(kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan 
dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. 
Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya” 
[Al-Maidah : 2]

Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam 
shahih Muslim.

“Artinya : Orang muslim adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak akan 
mendhaliminya, menghinakannya dan tidak meremehaknnya. Ketakwaan itu adalah 
disini (beliau menunjuk) ke dada”.

Kami memperingatkan tentang propaganda ini, karena rasa kasih sayang kepada 
saudara-saudara sekalian dari berburuk sangka kepada saudara-saudara kita 
para da’i yang menyeru ke jalan Allah Azza wa Jalla dan supaya mereka tidak 
mengganggu para da’i di jalan Allah, karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an.

“Artinya : Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat 
tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul 
kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]

Dan perkaranya adalah sebagaimana pepatah :

“Lempar Batu Sembunyi Tangan”

Perkaranya (adalah sebagaimana telah dikatakan) bahwasanya Komunis, pengikut 
Partai Ba’ats, pendukung Jamal Abdul Naser (Pan Arab) berbeda dengan Ahli 
Sunnah Wal Jama’ah dan para da’i yang menyeru kepada Allah dan Allah 
berfirman.

“Artinya : Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian di 
tuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah 
berbuat suatu kebohongan yang nyata” [An-Nisa : 112]

SEPUTAR KATA “WAHABI”


Oleh
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2





Dan aku katakan kepada saudara-saudara para da’i yang menyeru kepada Allah 
di seluruh negeri Islam : Hendaknya mereka bersungguh-sungguh menyingsingkan 
lengan (untuk berdakwah), dan hendaknya ikhlas mengharapkan wajah Allah 
(dalam berdakwah), bukan lantaran ingin mendapatkan kursi, kedudukan, dan 
bukan pula lantaran ingin mendapatkan kehidupan dunia, sesungguhnya Allah 
tidak akan menerima amal kecuali jika amal itu didasari keikhlasan untuk 
mengharapkan wajah Allah, berdakwah kepada Allah lebih tinggi nilainya 
daripada kursi, kedudukan dan kehidupan dunia yang nilainya sedikit ini.

“Artinya : Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang 
menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata : “Sesungguhnya 
aku termasuk orang yang berserah diri” [Fushilat : 33]

Ya, Allah berfirman.

“Artinya : Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). 
Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita 
kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari 
Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi 
Maha Bijaksana” [An-Nisa : 104]

Kalian mempunyai Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam, sedangkan musuh-musuh kalian dari kalangan kaum Komunis, pengikut 
Partai Ba’ats, pengikut pemahaman Pan Arab, Syi’ah, Sufiyah, propaganda 
mereka dibanguun diatas kedustaan, kebohongan serta pengkhianatan. Sedangkan 
para da’i yang menyeru kepada Allah tidak ada yang menolong mereka melainkan 
Allah, dan cukuplah Allah sebagai penolong. Dan Allah berfirman dalam 
Al-Qur’an untuk mengokohkan hamba-hambaNya yang beriman.

“Artinya : Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih 
hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu 
orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka 
sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang 
serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara 
manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan supaya Allah membedakan 
orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu 
dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang 
yang zalim” [Ali-Imran : 139-140]

Dan Allah juga berfirman.

“Artinya : Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas 
dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi 
(pahala) amal-amalmu” [Muhammad : 35]

Akan tetapi sepatutnya dakwah itu bukanlah dakwah pemberontakan dan 
penggulingan, karena dakwah seperti ini lebih banyak kerusakan daripada 
kebaikannya, dakwah itu adalah dengan mengajak kaum muslimin kembali kepada 
Al-Qur’an dan sunnah nabi mereka Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam.

Allah berfirman.

“Artinya : Dan katakanlah : “Yang benar telah datang dan yang bathil telah 
lenyap’. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap” 
[Al-Isra : 81]

Dalam ayat yang mulia ini terdapat berita gembira dari Allah bahwasanya 
kebatilan tidak akan mampu berdiri kokoh didepan kebenaran, dan Allah 
berfirman.

“Artinya : Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah 
air itu di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang 
mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat 
perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. 
Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. 
Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun 
yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah 
Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” [Ar-Ra’du : 17]

Maka kami memuji Allah yang membangkitkan penduduk Yaman khususnya, dan juga 
penduduk Najd Saudi Arabia dan Mesir, sungguh banyak diantara mereka menjadi 
orang-orang yang tidak terpengaruh dengan propaganda yang keji ini yang mana 
propaganda ini ditujukan kepada seorang ulama yang dipuji oleh ulama Islam. 
Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Amir An-Shan’ani Rahimahullah berkata tentang 
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah :

“Telah datang kabar gembira (datangnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab)
Yang telah mengembalikan syariat Islam
Beliau singkap kebodohan orang jahil dan mubtadi’ maka beliau sama denganku
Beliau bangun kembali tiang-tiang agama dan menghancurkan kuburan-kuburan 
keramat yang membuat manusia sesat.
Mereka membuat kembali berhala-berhala seperti suwa, yaghuts, wad dan ini 
sejelek-jeleknya.
Dan mereka memohon kepada berhala-berhala itu dikala susah seperti seorang 
yang meminta Allah Yang Maha Esa
Berapa banyak orang yang thowaf dikuburan sambil mencium dan mengusap 
dinding-dinding kuburan dengan tangan-tangan mereka”

Wajib bagi para da’i yang menyeru kepada Allah untuk tetap istiqomah diatas 
kebenaran. Kami telah mengatakan dalam beberapa pengajian maupun khutbah 
bahwasanya propaganda itu adalah kedustaan semata (menyandarkan diri kita 
kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah) sesungguhnya kami tidak 
ridha untuk dinisbatkan selain kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam yang memberi syafaat kami dan yang kami cintai, yang mana Allah 
mengeluarkan kami dengan perantaraan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
dari kegelapan kepada cahaya. Propaganda-propaganda itu akan sirna (cepat 
atau lambat) sebagaimana Nabi Muhammad pernah dijuluki As-Shabi’ (artinya 
orang yang keluar dari agama nenek moyangnya dan berganti agama dengan agama 
lain). Adapun kami tidaklah keluar dari agama dan berganti dengan agama 
lainnya, kami tidak mengkafirkan bapak-bapak kami, sebagaimana persangkaan 
mereka ! Dan kami tidak mengkafirkan para wali ataupun membenci Ahlul Bait 
(keluarga Nabi). Bahkan kami telah membahas tentang keutamaan-keutamaan 
keluarga Nabi dalam beberapa ceramah. Kami tidak membenci orang-orang shalih 
dan tidak mengkafirkan masyarakat muslimin, kami tidak memperbolehkan keluar 
dari ketaatan pemerintahan muslim, maka hendaknya orang yang menyaksikan hal 
ini menyampaikan kepada orang yang tidak tahu. Setelah ini propaganda itu 
akan lenyap dan akan menjadi sebab bagi tersebarnya sunnah Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman dalam Al-Qur’an.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah 
dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk 
bagi kamu bahkan ia dalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka 
mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka 
yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu 
baginya azab yang besar. Mengapa diwaktu kamu mendengar berita bohong itu 
orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka 
sendiri, dan (mengapa tidak) berkata : “Ini adalah suatu berita bohong yang 
nyata” [An-Nur : 11-12]

Jika kamu mendengarkan seseorang berkata : “Itu pengikut Wahabi”, maka 
ketahuilah bahwa ia termasuk salah satu dari golongan dibawah ini.

[a]. Mungkin ia seorang yang melakukan perbuatan keji
[b]. Atau mungkin seorang yang bodoh tidak mengetahui hakekat ini.

Ini adalah kedustaan yang besar terhadap para da’i yang menyeru kepada 
Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang 
amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab 
yang pedih didunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak 
mengetahui” [An-Nur : 19]

Allah telah menamai kita sejak dahulu sebagai muslimin dan kita umat 
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meridhai Nabi Muhammad diganti, 
kami tidak meridhai untuk menisbatkan diri kami kepada Syafi’i atau Zaidi 
atau kepada Wahabi atau selainnya. Mereka itu semua adalah para ulama yang 
agung, yang mana mereka menganggap telah berbuat jahat kepada orang yang 
menisbatkan diri mereka kepada para ulama.

Saya menasehatkan kepada saudara-saudara seagama untuk membaca kitab beliau 
(Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah) yaitu “KIitabut Tauhid” 
niscaya kalian akan melihat ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. 
Kitab itu adalah kitab yang agung walaupun didalamnya ada sedikit 
hadits-hadits yang dha’if, namun tidaklah mengurangi kwalitasnya. Sungguh 
telah diterangkan dalam kitab “ An-Nahju Asy-Syadidu” : “Janganlah kalian 
menjadi seperti bunglon dengan mengatakan jika manusia berbuat baik maka 
kami akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat dhalim maka kami akan 
berbuat dhalim, akan tetapi tanamkanlah dalam jiwa-jiwa kalian jika manusia 
berbuat baik kalian akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat jahat maka 
janganlah kalian berbuat jahat. Wallahu Musta’an

[Majalah Al-Ashaalah Edisi 34 halaman 28]

[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 10/Th 
II/2004-1425H, hal. 7 – 11. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad, Jl Sultan 
Iskandar Muda 45 Surabaya

_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
http://search.msn.com/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/zAINmC/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke