Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh Semoga Allah Ta'ala melapangkan dada kita semua untuk menerima kebenaran, dan mensucikan jiwa kita dari keangkara murkaan dan hawa nafsu serta bisikan setan yang menyesatkan.
---> Akh Haryogo menulis "Saya sendiri juga sudah lupa bukunya karangan siapa, karena buku tersebut saya baca saat saya masih SD. Kalaulah antum sendiri tidak paham darimana dalil itu muncul dengan alasan lupa kenapa antum tetap memasukkannya sebagai dalil. Bukankah dalil terhadap suatu agama itu haruslah rajih dan sharih. Dalam satu kesempatan Syaikh Bin Baaz Rahimahullahu ta'ala dalam satu tanya jawab berkata : Syaikh Abdul Azis bin Baz rahimahullah (wafat th.1420 H) berkata ketika menceritakan tentang akhlak dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang da'i : "Haruslah da'wahmu itu ditegakkan atas hujjah yang nyata, yaitu berdasarkan ilmu, janganlah engkau jahil dengan apa yang engkau serukan kepada manusia. Allah berfirman: "Katakanlah : "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kalian (kepada) Allah dengan hujjah yang nyata." [Yusuf : 108] --->Kemudian Akh Haryogo menulis : "Hal itu juga diajarkan oleh Ustadz Ismail (guru ngaji saya waktu kecil di Ponorogo" Sudah ma'ruf dan ahsan bahwa kita harus menghormati guru-guru kita. Tetapi jangan lupa dengan kaidah-kaidah kebenaran bahwa yg hanya dapat dipercaya kebenarannya adalah Rasulullah Shalaallahu ' alaihi wa sallam. Satu kaidah bergama yg disamapikan oleh Imam Malik bin Anasa Rahimahullah yg perlu dicatat dengan tinta emas adalah sbb : "Setiap orang perkataannya bisa dianggap benar atau salah kecuali penghuni makam ini (Rasulullah SAW)" (perkataan Imam Darul Hijrah, Malik ibn Anas rahimahullah). Bahkan Imam As Syafi'i –sebagaimana yang dikisahkan oleh muridnya Rabi' bin Sulaiman- dengan tegas mengatakan: "Rabi' bin Sulaiman mengisahkan: Aku menjenguk As Syafi'i di saat beliau sedang sakit, kemudian beliau menanyakan perihal sahabat-sahabat kami, lantas berkata kepadaku: Wahai nak, aku berangan-angan seandainya seluruh manusia mempelajari karya-karyaku, dan mereka tidak menisbatkan sedikitpun dari karya-karya itu kepadaku." (Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitabnya Hilyatul Auliya' 9/118) Jadi semuanya harus kita kembalikan kepada Kitabullah Dan Sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam berdasarkan pemahaman Sahabat dan para Salafunash shalih. ---> Lalu Akh Haryogo kembali menulis : "Pada dasarnya permohonan doa manusia dikabulkan Allah berdasarkan keimanan dan niatnya. Inna amalu bi niat." "Jadi kalaupun, menurut anda cukup dengan membaca ayat Kursy 1x ya silakan. Tapi tak ada salahnya kan memperbanyak doa?" Dalam beragama tidak cukup hanya niatan ikhlas, dan tentunya agama ini bukan dibangun atas pendapat ana, antum,kami, kita, anda, kalian, kamu dll...(kata ganti orang atau benda) Dan merupakan keyakinan kita pula bahwa syari'at Islam bukan dibuat oleh manusia, akan tetapi dia bersumber dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Mengetahui segala perkara yang bermanfaat dan yang membahayakan hamba-hamba-Nya. Syari'at yang diwahyukan-Nya kepada manusia terbaik sepanjang perjalanan hidup manusia, seorang Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta, seorang Rasul yang berbicara dengan bimbingan wahyu dan tidak bersumber dari hawa nafsunya Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)" (An Najm: 1-4) Berikut ana nukilkan tulisan salah satu ustad kita yaitu Ust. Muhammad Arifin Badri MA (Semoga Allah menjaganya) ketika mendebat zikir jama'ah tentang kaidah ibadah dalam agama Islam. Ibadah hukum asalnya haram kecuali ada dalil yang memerintahkannya. Supaya ibadah diterima oleh Allah maka harus memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan mutaba'ah. "Pada suatu hari Rasulullah shollallahu'alaihiwasallam shalat berjamaah bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu beliau memberi kami nasehat dengan nasehat yang sangat mengesan, sehingga air mata berlinang, dan hati tergetar. Kemudian ada seorang sahabat yang berkata: Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat seorang yang hendak berpisah, maka apakah yang engkau wasiatkan (pesankan) kepada kami? Beliau menjawab: Aku berwasiat kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah, dan agar senantiasa setia mendengar dan taat, walaupun ia (pemimpin/penguasa) adalah seorang budak ethiopia, karena barang siapa yang berumur panjang setelah aku wafat, niscaya ia akan menemui banyak perselisihan. Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah kholifah-kholifah yang telah mendapat petunjuk lagi cerdik. Berpegang eratlah kalian dengannya, dan gigitlah dengan geraham kalian. Jauhilah oleh kalian urusan-urusan yang diada-adakan, karena setiap urusan yang diada-adakan ialah bid'ah, dan setiap bid'ah ialah sesat". (Riwayat Ahmad 4/126, Abu Dawud, 4/200, hadits no: 4607, At Tirmizy 5/44, hadits no: 2676, Ibnu Majah 1/15, hadits no:42, Al Hakim 1/37, hadits no: 4, dll.) "Sungguh aku telah meninggalkan ditengah-tengah kalian, satu hal yang bila kalian berpegang teguh dengannya, niscaya selama-lamanya kalian tidak akan tersesat, bila kalian benar-benar berpegang teguh dengannya, yaitu kitab Allah (Al Qur'an)." (Muslim) Dari wasiat ini kita dapat menarik suatu prinsip dan sekaligus standar kebenaran dalam agama islam. Prinsip dan standar tersebut ialah: "Al Qur'an dan As Sunnah dengan pengamalan yang selaras dengan pengamalan yang pernah diterapkan oleh Rasulullah shollallahu'alaihiwasallam beserta para sahabatnya, yang diantaranya oleh khulafa' ar rasyidun". Sehingga jelaslah bahwa setiap yang menyelisihi prinsip ini adalah sesat dan menyesatkan. Bila hal ini telah jelas bagi kita, maka tidak ada alasan bagi siapapun untuk hidup dalam dunia sempit bak katak dalam tempurung dalam beragama, sehingga senantiasa beranggapan bahwa kebenaran hanya milik kelompok tertentu atau guru tertentu atau aliran tertentu. Dan marilah kita memohon kepada Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia agar diberi ketetapan dalam keimanan kita Dan selalu dalam lindunganNya. "Allahumma musyoribal qulub, syarrif qulubaanaa alaa thoa'thiq, Yaa Muqollibal qulub, tsabbit qolbi alaa dinniq". "Ya Allah yang membolak balikan hati manusia, tetapkanlah hati kami dalam keta'atan kepada-Mu, Wahai Allah yang membolak - balikan hati manusia, tetapkanlah hati kami dalam Agamamu." Wallahul musta'an Wassalamu'alaikum warahmatulaah --- In [email protected], "Haryogo Pamungkas" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wa'alaikumus salam wa rohmatullaahi wa barokaatuh > > Sampai saat ini saya juga belum dapat tulisan yang mengharuskan membaca > ayat Kursy sampai harus 3x. Itu semua berdasarkan kisah tentang seorang > pedagang yang mengalahkan jin Ifrit pada sebuah rumah kosong di Madinah > dengan membaca ayat Kursy sebanyak 3x berturut-turut, dalam salah satu > buku tentang Fadhillah Ayat Kursy. Saya sendiri juga sudah lupa bukunya > karangan siapa, karena buku tersebut saya baca saat saya masih SD. Hal > itu juga diajarkan oleh Ustadz Ismail (guru ngaji saya waktu kecil di > Ponorogo). Pesan beliau: "Bila memasuki tempat yang angker, bermohonlah > pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk melindungimu dari segala jenis > kejahatan makhluknya, misalnya dengan membaca ayat Kursy. Bila tak dapat > baca ayat Kursy, bacalah Surat An Naas atau bacaan doa apa saja semampu > kita, yang intinya memohon perlindungan kepada Allah dengan ikhlas. Pada > dasarnya permohonan doa manusia dikabulkan Allah berdasarkan keimanan > dan niatnya. Inna amalu bi niat." > > Jadi kalaupun, menurut anda cukup dengan membaca ayat Kursy 1x ya > silakan. Tapi tak ada salahnya kan memperbanyak doa? Yang perlu dicatat > adalah, jangan sampai terjadi syirik dengan beranggapan bahwa semua > keberhasilan adalah berkat dari Ayat Kursy ataupun Surat ...... Perkuat > iman dan taqwa, bahwa keberhasilan datangnya dari Allah Subhanahu Wa > Ta'ala. Doa adalah hanya sebagai sarana. > > Rumah kontrakan saya 1 tahun yang lalu juga dihuni oleh makhluk halus. > Alhamdulillah atas ijin Allah, rumah itu sekarang sudah bersih setelah > saya bacakan Al Baqarah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas dan Ayat Kursy > selama 3 hari berturut-turut. Wallahu'alam bissawab. Kalaupun ada salah > itu datangnya dari saya, dan kebenaran itu datangnya dari Allah. > > Mungkin ada teman-teman yang dapat menambahkan masukan atau berbagi > pengalaman. > > Wassalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh. > > Haryogo Pamungkas > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Sent: Friday, September 15, 2006 3:46 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [assunnah] Fwd: mohon penjelasan masalah TUYUL > > Assalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh. > Ya akh Haryogo, masalah membaca ayat kursyi sebelum tidur, bahkan > ditambah dengan 2 ayat terakhir surat Al Baqoroh, telah datang dalil2 > yang shahih. Tapi ana ingin tahu adakah dalil yang mentakhsis bahwa > mbaca ayat kursyi-nya harus 3 kali? > Karena setahu ana baca ayat kursy cuma cukup 1 kali. > Wassalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh. > > Akh Novy > Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
