>From: "Yunardi Eko W." <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Mon, 4 Nov 2002 00:49:01 +0700
>Assalamu'alaikum
>Saya mau tanya bagaimana derajat hadits di bawah ini, yang biasanya
>dijadikan dalil untuk berma'afan sebelum puasa Ramadhan..
>Ketika Rasullullah sedang berhotbah pada suatu Sholat Jum'at (dalam bulan
>Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat
>begitu mendengar Rasullullah mengatakan Aamin, terkejut dan spontan mereka
>ikut mengatakan Aamin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah
>berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai sholat jum'at, para sahabat
>bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku
>sedang berhotbah, datanglah Malaikat Zibril dan berbisik, hai Rasullullah
>aamin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
>Do'a Malaikat Zibril itu adalah sbb:
>"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki
>bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
>Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih 
>ada);
>Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
>Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
>Maka Rasullahpun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali.
>Terimakasih sebelumnya

Alhamdulillah
Meminta maaf dan saling memaafkan dapat dilakukan kapan saja sesuai 
dengan keperluan & masalahnya, dan tidak ada tuntunan syari'at bahwa 
meminta ma'af atau memaafkan harus dilakukan atau menunggu datangnya 
bulan Ramadhan.

Adapun maksud dan arti yang benar dari kelengkapan hadits diatas, 
yaitu sebagai targhib (spirit) untuk melakukan ibadah puasa ramadhan 
dan anjuran untuk berbuat baik kepada orang tua. Wallahu 'alam

Penjelasannya saya salinkan dari situs http://www.almanhaj.or.id

TARGHIB PUASA RAMADHAN

Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly & Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid

[1]. Pengampunan Dosa
Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) untuk melakukan puasa 
Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan puasa, dan 
kalau seandainya orang yang puasa mempunyai dosa seperti buih di lautan 
niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah yang baik dan diberkahi ini.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam, (bahwasanya) beliau bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan 
ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [1]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, -Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam pernah bersabda.

"Artinya : Shalat yang lima waktu, Jum'at ke Jum'at. Ramadhan ke Ramadhan 
adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika 
menjauhi dosa besar" [Hadits Riwayat Muslim 233]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, 
Amin, Amin" Ditanyakan kepadanya : "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar 
kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Jibril 'Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : 
"Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka 
akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka akupun 
mengucapkan Amin...." [2]
___________
Foote Note.
[1] Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759. Makna "Penuh iman dan Ihtisab' 
yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam 
mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya
[2] Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 
4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih 
Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, 
lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin

http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1080&bagian=0

WASIAT BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA TATKALA KEDUANYA BERUSIA LANJUT

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
...

Banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan tentang ruginya seseorang yang 
tidak berbakti kepada kedua orang tua pada waktu orang tua masih berada di 
sisi kita. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang 
diriwayatkan oleh beberapa sahabat yaitu :

"Artinya : Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau 
bersabda, "Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang 
mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, 
tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga" [Hadits Riwayat Muslim 2551, 
Ahmad 2:254, 346]

Kemudian hadits berikut ini :

"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian 
berkata, "Amin, amin, amin". Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata 
'Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda, "Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : 'Hai Muhammad 
celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat 
kepadamu dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril 
berkata lagi, 'Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari 
bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!', maka 
aku berkata : 'Amin'. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata 
lagi. 'Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah 
seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke 
surga dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin". [Hadits Riwayat Bazzar 
dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui 
oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam 
Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 [Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari 
Jabir bin Abdillah]

Pada umumnya seorang anak merasa berat dan malas memberi nafkah dan 
mengurusi kedua orang tuanya yang masih berusia lanjut. Namun Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa keberadaan kedua orang tua 
yang berusia lanjut itu adalah kesempatan paling baik untuk mendapatkan 
pahala dari Allah, dimudahkan rizki dan jembatan emas menuju surga. Karena 
itu sungguh rugi jika seorang anak menyia-nyiakan kesempatan yang paling 
berharga ini dengan mengabaikan hak-hak orang tuanya dan dengan sebab itu 
dia tidak masuk surga.

Jika kita mencoba membandingkan antara berbakti kepada kedua orang tua 
dengan jalan mengurusi kedua orang tua yang sudah lanjut usia atau bahkan 
sudah pikun yang berada di sisi kita dengan ketika kedua orang tua kita 
mengurusi dan mebesarkan serta mendidik kita sewaktu masih kecil, maka 
berbakti kepada keduanya masih terbilang labih ringan. Mungkin kita 
mengurusnya hanya beberapa tahun saja. Sedangkan mereka mengurus kita 
membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Dari mulai hamil, hingga dilahirkan 
kemudian disekolahkan. Kedua orang tua kita memberikan segala yang kita 
minta mungkin lebih dari 10 tahun bahkan sampai 25 tahun.

Ketika orang tua mengurusi kita, dia mendo'akan agar si anak hidup dengan 
baik dan menjadi anak yang shalih, tetapi ketika orang tua ada di sisi kita, 
di do'akan supaya cepat meninggal. Bahkan ada di antara mereka yang 
menyerahkan keduanya ke panti jompo. Ini adalah perbuatan dari anak-anak 
yang durhaka kepada kedua orang tuanya.

Bagaimanapun keadaannya, kedudukan mereka tetaplah sebagai orang tua kita, 
walaupun mereka bodoh, kasar atau bahkan jahat kepada kita. Dialah yang 
melahirkan dan mengurusi kita, bukan orang lain. Maka kita wajib berbakti 
kepada keduanya bagaimanapun keadaannya. Seandainya dia berbuat syirik atau 
bid'ah, kita wajib mendakwahkan kepadanya dengan baik supaya dia kembali, 
kita do'akan supaya mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, 
bukan diperlakukan dengan tidak baik, berbuat kasar atau pun yang lainnya.
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=417&bagian=0

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke