Wa'alikum salam warohmatullohi wabarokatuh ana punya artikel sejarah tetang isa 'almasih dari http://www.almanhaj.or.id
semoga bisa menjawab pertanyaan antum
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Title: Versi Cetak - almanhaj.or.id
Dalil-Dalil Tentang Turunnya Isa 'Alaihissalam
1/2Rabu, 24 Nopember 2004 06:37:33 WIB
Kategori : As-Saa'ah : Nabi Isa
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action="">
DALIL-DALIL TENTANG TURUNNYA ISA
'ALAIHISSALAM
Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil
MA
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2
[1]. Allah
berfirman:
“ Artinya : Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan
perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata,
"Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak
memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja,
sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
Isa tidak lain
hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami
jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.
Dan
kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi,
malaikat-malaikat yang turun-temurun.
Dan sesungguhnya Isa itu
benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah
kamu ragu-ragu tentang kiamat itu; dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."
[Az- Zukhruf: 57-61]
Ayat-ayat di atas membicarakan Isa 'Alaihissalam,
dan pada ayat terakhir (Az- Zukhruf: 61) disebutkan wainnahuu 'a 'ilmun lissaa
'ah (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari
kiamat), yakni turunnya Isa 'alaihissalam ke bumi sebelum datangnya hari kiamat
merupakan pertanda telah dekatnya hari kiamat. Dan hal ini juga ditunjuki oleh
qiroah (bacaan) lain terhadap ayat itu, yakni wa innahuu la 'ilmun lis-saa 'ah (
) dengan memberi harakat fathah pada huruf 'ain dan lam, yang berarti 'alaamah
(alamat) dan amaaroh (tanda) telah dekatnya hari kiamat. Bacaan ini diriwayatkan
dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lain Imam tafsir. [Tafsir Al-Qurthubi 16:
105, dan Tafsir Ath-Thabari 25:90-91].
Imam Ahmad meriwayatkan dengan
sanadnya dari Ibnu Abbas ra mengenai penafsiran ayat ini:
Bahwa yang
dimaksud ialah keluarnya Isa 'alaihissalam sebelum terjadinya hari kiamat.
[Musnad Ahmad 4: 329 hadits nomor 21921 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang
mengatakan, "Isnadnya shahih."].
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, "Yang
benar bahwa dhamir atau kata ganti pada lafal (innahu/sesungguhnya dia) itu
kembali kepada Isa, sebab konteks pembicaraan ayat ini mengenai Isa." [Tafsir
Ibnu Katsir 7: 222].
Dan beliau (Ibnu Katsir) menganggap jauh (penafsiran
yang terlalu jauh) kalau ayat ini diartikan dengan: Apa-apa (mukjizat) yang
menyertai Isa seperti menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang
yang berpenyakit tuna netra dan belang, dan penyakit-penyakit lainnya. Dan lebih
jauh lagi apa yang diriwayatkan dari sebagian ulama bahwa dhamir pada lafal " "
(innahu) itu kembali kepada Al-Qur'anul Karim. [Tafsir Ibnu Katsir 7:
223].
[2]. Firman Allah:
"Artiny : Dan karena ucapan mereka:
"Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, "
padahal mereka tiada membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka
bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya
orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang
siapa yang dibunuh itu kecuali hanya mengikuti persangkaan belaka; dan mereka
tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. "
"Tetapi (yang
sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana. "
"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab
kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari kiamat
nanti Isa akan menjadi saksi terhadap mereka. " [An-Nisa':
157-159].
Ayat-ayat di atas di samping menunjukkan bahwa orang-orang
Yahudi tidak membunuh dan tidak menyalib Isa, tetapi Allah yang mengangkatnya ke
langit sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 55:
"Artinya :
Ingatlah ketika Allah berfirman: 'Hai Isa, Sesungguhnya Aku akan menyampaikan
kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku. ..'"
Maka
ayat-ayat tersebut juga menunjukkan bahwa di antara ahli kitab kelak akan ada
orang yang beriman kepada Isa 'alaihissalampada akhir zaman, ketika ia turun
(secara hakiki)[1] ke bumi dan sebelum wafatnya sebagaimana diberitakan oleh
hadits-hadits yang shahih dan mutawatir.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
ketika ditanya tentang masalah wafat dan diangkatnya Nabi Isa 'alaihissalam,
beliau berkata, "Segala puji kepunyaan Allah. Isa 'alaihissalam masih hidup. Dan
disebutkan di dalam hadits shahih bahwa Nabi saw bersabda:
“Ibnu Maryam
akan turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim dan pemimpin yang adil, lalu
menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan pajak. " [Vide: Perkataan Syekh
Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Manar 3:317].
Selanjutnya Syaikhul Islam
mengatakan, "Dan disebutkan pula dalam hadits shahih bahwa Isa akan turun di
menara putih sebelah timur Damsyiq dan akan membunuh Dajjal. Maka barangsiapa
yang ruhnya telah berpisah dari tubuhnya, tidaklah tubuhnya akan turun dari
langit; dan jika ia dihidupkan kembali, maka ia akan bangkit dari
kuburnya.
Adapun mengenai firman Allah:
"Sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta
membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. "
Maka ayat ini
menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan sinyalemen di atas bukanlah kematian
(al-maut), sebab jika yang dimaksud adalah kematian, maka Isa sama dengan
orang-orang Mukmin lainnya, yaitu mengambil ruh mereka lalu membawanya ke
langit. Kalau demikian, maka tidak ada keistimewaan Isa dibandingkan dengan
orang lain. Begitu pula dengan firman-Nya:
"Dan membersihkan kamu dari
orang-orang kafir. "
[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi
Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl
MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka
Mantiq]
_________
Foote Note
[1]. Turunnya ini adalah secara hakiki
(sebenarnya). Turunnya kembali ke bumi dan penegakkan terhadap hukum di muka
bumi pada akhir zaman bukanlah kiasan tentang menyebarkan semangatnya atau
ruhnya dan rahasia risalahnya kepada manusia yang berisi perintah untuk berkasih
sayang, mencintai, dan berdamai dengan orang lain serta mengambil maksud-maksud
syari'ah tanpa menghiraukan zhahirnya. Karena semua itu bertentangan dengan
hadits-hadits mutawatir yang menerangkan akan turunnya kembali ke bumi dengan
ruh dan jasadnya sebagaimana beliau telah diangkat dengan ruh dan jasadnya ke
langit.
Senin, 20 Desember 2004 06:51:38 WIB
Kategori : As-Saa'ah : Nabi Isa
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action="">
DALIL-DALIL TENTANG TURUNNYA ISA
'ALAIHISSALAM
Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil
MA
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2
Kalau yang
dimaksud adalah ruhnya berpisah dari tubuhnya, maka tubuhnya itu masih berada di
bumi sebagaimana halnya tubuh para Nabi atau lainnya. Dalam ayat lain Allah
berfirman:
"Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi
(yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa,
benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai
keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali hanya mengikuti persangkaan
belaka; dan mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada- Nya.... "
[An-Nisa': 157-158].
Firman Allah:,
"Tetapi (yang sebenarnya)
Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. "
Memberikan penjelasan bahwa
Allah mengangkat tubuh dan ruhnya sebagaimana halnya ia (Isa) akan turun dengan
tubuh dan ruhnya seperti disebutkan dalam hadits yang shahih. Karena kalau yang
dimaksud adalah " mematikannya" niscaya Dia berfirman: "Mereka tidak membunuhnya
dan tidak pula menyalibnya, tetapi dia meninggal dunia. . . " (Wa maa qotaluuhu
wa maa shilabuuhu bal maata. . .). Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan
bahwa yang dimaksud dengan lafal mutawaffiika ialah qoobidhuka, yakni memegang
ruh dan tubuhmu. Dan lafal at-tawaffii tidak menghendaki atau tidak menetapkan
tawaffii ruh tanpa tubuh dan tidak pula tawaffi terhadap keduanya kecuali dengan
adanya qarinah (indikasi / alasan) tersendiri.
Dan kadang-kadang yang
dimaksud ialah memegang ruh ketika tidur, seperti firman Allah:
"Artinya
: Allah memegang jiwa orang ketika matinya dan memegang jiwa orang yang belum
mati pada waktu tidurnya. " [Az-Zumar: 42]
"Artinya : Dan Dia-lah yang
mentawaffikan (menidurkan) kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apayang kamu
kerjakanpada siang hari. " [Al-An'am: 60].
Dan di antara firman-Nya lagi
yang berkaitan dengan lafal tawaffi atau wafat ialah yang tertera dalam surat
Al-An'am: 61:
"Artinya : ... sehingga apabila datang kematian kepada
salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami. "
[Majmu' Al-Fatawa 4: 322-323].
Pembicaraan dalam pembahasan ini bukanlah
tentang pengangkatan Isa 'alaihissalam, tetapi untuk menjelaskan bahwa dia
diangkat dengan tubuh dan ruhnya. Sekarang Nabi Isa as masih hidup di langit
kelak akan turun pada akhir zaman serta di Imani oleh orang-orang ahli kitab
yang hidup pada waktu itu, sebagaimana firman-Nya:
"Tidak ada seorang pun
dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya.".
[An-Nisa': 159].
Ibnu Jarir berkata: "Telah diceritakan kepada kami oleh
Basyar, dia berkata: Telah diceritakan kepada kami oleh Suryan dari Abu Hushain
dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai ayat:
"Tidak ada seorang
pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada Isa sebelum
kematiannya,"
dia berkata, "Sebelum kematian Isa bin Maryam." [Tafsir
Ath-Thabari 6: 18].
Ibnu Katsir berkata, Ini adalah isnad yang shahih."
[An-Nihayah Fil Fitan wal Malahim 10: 136. Atsar Ibnu Abbas ini juga dishahkan
oleh Ibnu Hajar dalam Fathul-Bari 6: 492].
Selanjutnya, setelah
mengemukakan berbagai pendapat mengenai makna ayat ini, Ibnu Jarir berkata, "Dan
pendapat yang paling shahih ialah pendapat orang yang mengatakan bahwa takwil
ayat itu ialah tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada
Isa sebelum Isa meninggal dunia." [Tafsir Ath-Thabari 6: 21].
Dan beliau
(Ibnu Jarir Ath-Thabari) meriwayatkan dengan sanadnya dari Al-Hasan Al-Bishri
bahwa beliau berkata, ".... Sebelum kematian Isa. Demi Allah, sesungguhnya
beliau sekarang masih hidup di sisi Allah. Tetapi apabila beliau nanti telah
turun, maka semua orang beriman kepada beliau." [Ibid, halaman 18].
Ibnu
Katsir berkata, "Dan tidak diragukan lagi bahwa apa yang dikemukakan oleh Ibnu
Jarir inilah pendapat yang benar, karena ini merupakan maksud dari konteks
ayat-ayat yang menetapkan batalnya pengakuan orang-orang Yahudi bahwa mereka
telah membunuh Isa, menyalibnya, dan menyerahkannya kepada orang-orang Nasrani
yang bodoh dan tidak mengerti masalah itu. Lalu Allah memberitahukan bahwa
perkaranya tidak demikian, tetapi ada seseorang yang diserupakan oleh Allah
dengan Isa, lantas mereka bunuh orang yang diserupakan itu sedang mereka tidak
mengetahui dengan jelas tentang hal itu. Kemudian Allah mengangkat Isa
kepada-Nya, dan dia (Isa) masih hidup dan kelak akan turun ke bumi sebelum
datangnya hari kiamat sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits mutawatir."
[Tafsir Ibnu Katsir 2: 405].
Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat dari
Ibnu Abbas dan lainnya bahwa Ibnu Abbas mengulangi dhamir pada lafal qobla
mautihi untuk ahli kitab. Hal ini, kalau shahih riwayatnya, tidaklah menafikan
pendapat pertama. Tetapi yang sudah jelas shahih makna dan isnadnya ialah yang
telah kami sebutkan terdahulu. [An-Nihayah Fil Fitan wal-Malahim 1:
137].
[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia
Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA,
Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]
