Assalamu'alaikum warahmatulaah Semoga Allah Tabaraka Wa Ta'ala menambahkan kepada kita semua ilmu yg haq dan memudahkannya untuk memahaminya.
Ketahuilah akhi... bahwa berdzikir dgn menggunakan biji-bijian tasbih adalah salah satu perbuatan yg tidak pernah ada contohnya ddari Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam. Bahkan menyelisihi ajaran dari beliau. Hadits Pertama : Artinya : Dari Abdullah bin mr, ia berkata ,"Aku melihat Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam. menghitung tasbih dengan tangan kanannya" (Hadits shahih riwayat Abu Dawud No. 1502 & Tirmidzi) Hadits Kedua : Artinya : Dari Yasirah (seorang perempuan Muhajirin)ia berkata Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam pernah bersabda kepada kami , "Hendaklah kalian selalu tetap bertasbih, dan bertahlil dan bertaqdis. Dan Janganlah kalian lalai, nanti akibatnya kalian akan melupakan tauhid (dalam riwayat lain : Rahmat). Dan hendaklah kalian hitung dengan jari-jari (kalian), karena sesungguhnya jari-jari itu nanti akan ditanya dan akan diminta untuk berbicara." (Hadits hasan Riwayat Abu Dawud No. 1501. Ahmad & Tirmidzi) Dua hadits di atas dengan tegas menyatakan bahwa : 1. Menurut petunjuk Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam berdzikir itu dihitungnya dengan tangan bukan dengan biji-bijian tasbih. Dan menurut hadist Abdullah bin Amr bahwa Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam menghitungnya dengan tangan kanannya bukan dengan kedua tangannya (kanan & kiri. Dari itu Muhammad Nashirudin Al Albani rahimahullah mengatakan : "Bertasbih dengan kedua tangan menyalahi Sunnah!" Pantaskan kita berdzikir dengan tangan kiri yang dipergunakan untuk mencuci kotoran? 2. Menurut perintah Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam sebagaimana tersebut di hadits Yasirah berdzikir itu dihitung dengan jari-jari tangan bukan dengan biji-bijian atau batu-batu tasbih sebagaimana banyak dikerjakan oleh saudara saudara kita sekarang ini. Sedangkan hikmahnya karena jari-jari itu nanti pada hari kiamat akan ditanya dan diminta untuk berbicara (Baca Surat Yasin ayat 65, Surat An Nur ayat 24, Surat Fushiat ayat 20 - 22) Demikian sperti yg diulas dalam Al Masaail Jilid 1 yg disusun oleh Ust Abdul Hakim bin Amir Abdat Halaman 157 -158 Wallahul Musta'an Wassalamu'alaikum warahmatulaah --- In [email protected], "Hasanul Effendi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > Ma'af Pak, yang saya tanyakan adalah dalilnya (hadits-nya). > > Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > Hasanul Effendi > > > ----- Original Message ----- > From: "Mudjiono" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, October 06, 2006 7:09 AM > Subject: Re: [assunnah] Cara menghitung bilangan 33 kali dalam bertasbih... > > > Wa'alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh, > > Pergunakan saja ruas/buku-buku pada tiga jari tangan kanan secara > > berulang; > > satu jari 11 hitungan, tiga jari 33 hitungan. > > > > > > "Hasanul Effendi" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[email protected]> > > Sent by: [email protected] > > Subject: [assunnah] Cara menghitung bilangan 33 kali dalam bertasbih... > > 05/10/2006 15:52 > > Please respond to assunnah > > > > Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > > > Mohon bantuannya untuk dapat berkenan memberikan dalil yang paling utama > > sesuai tuntunan Rasul saw dalam tata cara menghitung bilangan > > masing-masing > > tiga puluh tiga kali dalam bertasbih, bertahmid dan bertakbir (seperti > > hadits di bawah ini). > > > > Apakah dengan tasbih, menyerupai tasbih yang dipakai umat Budha, atau > > dengan buku-buku jari tangan kiri dan kanan atau dengan buku-buku jari > > tangan kanan saja. > > > > Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > > > Hasanul Effendi > > Mail to : [EMAIL PROTECTED] > > Palembang > > > > > > Setelah selesai shalat Nabi saw menyuruh kita membaca [Nabi saw bersabda]: > > > > "Barangsiapa bertasbih sesudah tiap-tiap shalat tiga puluh tiga kali, dan > > bertahmid tiga puluh tiga kali, dan bertakbir tiga puluh tiga kali, jumlah > > semuanya sembilan puluh sembilan kali, dan dia sempurnakan menjadi seratus > > kali dengan : > > > > "Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu > > wa > > huwa 'alaa kulli syai-in qadiir " [Tiada Tuhan melainkan Allah > > sendiri-Nya, > > tak ada sekutu bagi-Nya, Bagi-Nyalah pemerintahan - dan bagi-Nyalah pujian > > dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa]. > > > > Niscaya diampunkan segala dosanya oleh Allah - walaupun dosanya sebanyak > > buih laut." > > > > {H.R.Ahmad, Al Bukhary, Muslim, Abu Daud dan At Turmudzy dari Abu > > Hurairah, > > Subulus Salam I:271}. Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
