Kategori Siyasi Wal Fikri

Kamis, 20 Mei 2004
08:09:21 WIB

PEDOMAN ISLAM DALAM MENGHADAPI PENGUASA MUSLIM

Oleh
Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan.
Fadhilatusy Syaikh, sangat disayangkan di sana ada beberapa oknum yang 
membolehkan memberontak pemerintah tanpa memperhatikan kaidah-kaidah syar'i. 
Bagaimanakah pedoman Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam menghadapi pemerintah 
muslim maupun non muslim.?

Jawaban.
Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam menghadapi pemerintah muslim adalah patuh 
dan taat, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah 
Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat 
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul 
(Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang 
demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya" [An-Nisa : 
59]

Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Aku wasiatkan kamu agar selalu bertakwa, patuh dan taat (kepada 
pemimpin) walaupun yang memimpin kamu adalah seorang budak. Sebab siapa saja 
yang hidup sepeninggalku ia pasti melihat perselisihan yang sangat banyak. Maka 
berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin setelahku".

Hadits ini sangat sejalan dengan ayat di atas, dan dengan sabda Rasul 
Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Barangsiapa mentaati pemimpin, sungguh ia telah mentaatiku, 
barangsiapa membangkang kepada pemimpin berarti ia telah membangkang kepadaku"

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang menganjurkan kita supaya patuh 
dan taat. Di antaranya sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Patuh dan taat meskipun hartamu diambil dan punggungmu dipukul"

Pemerintah muslim yang berdaulat wajib ditaati dalam bingkai ketaatan kepada 
Allah. Jika pemerintah menyuruh berbuat maksiat jenganlah ditaati. Yaitu 
janganlah lakukan maksiat yang diperintahkannya itu. Namun dalam perkara yang 
bukan maksiat hendaklah ditaati.

Sementara berkaitan dengan masalah menghadapi penguasa yang kafir, maka hal ini 
tergantung kepada situasi dan kondisi yang ada. Jika kaum muslimin memiliki 
kekuatan dan kemampuan untuk memerangi serta mengganti penguasa kafir itu 
dengan penguasa muslim maka hal itu wajib bagi mereka dan termasuk jihad fi 
sabilillah. Adapun jika kaum muslimin tidak mampu melakukannya maka mereka 
tidak dibenarkan melawan orang zhalim dan kafir itu. Karena tindakan tersebut 
dapat menimbulkan bencana dan kehancuran atas kaum muslimin. Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam hidup di kota Mekah selama tiga belas tahun 
setelah diutus menjadi rasul, dalam rentang waktu begitu lama tersebut beliau 
berada di bawah kekuasaan kafir Quraisy. Namun beliau dan para sahabat tidak 
berusaha merongrong kekuasaan kafir Quraisy ketika itu. Bahkan mereka dilarang 
memerangi kaum kafir pada masa tersebut. Hingga beliau hijrah ke kota Madinah, 
memiliki daulah dan jama'ah yang mampu memerangi kaum kafir. Inilah pedoman 
Dienul Islam.

Adapun jika ternyata kaum muslimin yang berada di bawah kekuasaan kaum kafir 
tidak mampu melengserkan (mengganti,-peny) penguasa kafir itu maka hendaknya 
mereka tetap berpegang teguh dengan ajaran Islam dan aqidah yang benar. Jangan 
sampai mereka menjerumuskan diri ke dalam bahaya dengan melibatkan diri melawan 
kaum kafir. Karena tindakan tersebut menimbulkan kehancuran dan terganggunya 
aktifitas dakwah. Adapun jika mereka memiliki kekuatan dan mampu menegakkan 
jihad, maka hendaklah mereka melakukannya dengan memperhatikan kaidah-kaidah 
syar'i.

Pertanyaan.
Kekuatan yang dimaksud di sini apakah keuatan yang pasti dan riil atau cukuplah 
hanya sekedar kekuatan nisbi dan sebatas perkiraan belaka ?

Jawaban
Kekuatan yang dimaksud adalah kekuatan yang sama-sama dimaklumi, yakni apabila 
kekuatan itu benar-benar riil dimiliki kaum muslimin mampu menegakkan 
panji-panji jihad fi sabilillah, maka dalam kondisi begitu disyariatkan jihad 
melawan kaum kafir. Adapun jika ternyata kekuatan tersebut bersifat nisbi atau 
hanya sebatas perkiraan belaka maka tidak dibenarkan menggiring kaum muslimin 
ke dalam mara bahaya yang dapat menimbulkan kesudahan yang tidak terpuji. Sepak 
terjang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di kota Mekkah merupakan 
sebaik-baik bukti yang nyata dalam masalah ini.

[Disalin dari kitab Muraja'att fi fiqhil waqi' as-sunnah wal fikri 'ala dhauil 
kitabi wa sunnah, edisi Indonesia Koreksi Total Masalah Politik & Pemikiran 
Dalam Perspektif Al-Qur'an & As-Sunnah, hal 24-38 Terbitan Darul Haq, 
penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=739&bagian=0

Jadi ikutlah dan taat kepada keputusan pemerintah tentang penentuan 
ramadhan/Ied dalam ketaatan kepada Allah.


----- Original Message ----
From: Rangga Indianto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, 12 October, 2006 6:13:08 AM
Subject: [assunnah] Penetapan Iedul fitr & iedul adha

Assalamu'alaykum,

Afwan mohon pencerahan,

siapakah yang harus kita ikuti dalam penetapan hari raya ( iedul fitr &
iedul adha ).
Ormas atau kah pemerintah??

Regards

Rangga


____________________________________________
The all-new Yahoo! Mail goes wherever you go - free your email address from 
your Internet provider. http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke