MAKNA IDUL FITHRI/ADHA

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
sumber http://www.almanhaj.or.id


Pada setiap kali menjelang Idul Fithri seperti sekarang ini (Ramadhan 1412H) 
atau tepat pada hari rayanya, seringkali kita mendengar dari para Khatib 
(penceramah/muballigh) di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu maknanya 
-menurut persangkaan mereka- ialah "Kembali kepada Fitrah", Yakni : Kita 
kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya 
dosa-dosa kita.

Penjelasan mereka di atas, adalah batil baik ditinjau dari jurusan 
lughoh/bahasa ataupun Syara'/Agama. Kesalahan mana dapat kami maklumi 
-meskipun umat tertipu- karena memang para khatib tersebut (tidak semuanya) 
tidak punya bagian sama sekali dalam bahasan-bahasan ilmiyah. Oleh karena 
itu wajiblah bagi kami untuk menjelaskan yang haq dan yang haq itulah yang 
wajib dituruti Insya Allahu Ta'ala.


Kami berkata :

Pertama :
"Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz Fithru/ 
Ifthaar" artinya menurut bahasa : Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait 
dengan puasa). Jadi Idul Fithri artinya "Hari Raya berbuka Puasa". Yakni 
kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita 
berpuasa. Sedangkan "Fitrah" tulisannya sebagai berikut [Fa-Tha-Ra-] dan [Ta 
marbuthoh] bukan [Fa-Tha-Ra]".

Kedua :
"Adapun kesalahan mereka menurut Syara' telah datang hadits yang menerangkan 
bahwa "Idul Fithri" itu ialah "Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa".

"Artinya :Dari Abi Hurairah (ia berkata) : Bahwasanya Nabi shallallahu 
'alaihi wa sallam telah bersabda. "Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu 
berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) 
Adlha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari 
kamu menyembelih hewan".

[Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 
2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan 
beberapa jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan semua 
sanadnya di kitab saya "Riyadlul Jannah" No. 721. Dan lafadz ini dari 
riwayat Imam Tirmidzi]

Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :

"Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) 
Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka".

Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :

"Artinya : (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adlha 
pada hari kamu menyembelih hewan".

Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:

"Artinya : Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) 
berbuka, sedangkan (Idul) Adlha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih 
hewan".

Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul 
Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi 
setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih 
dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk 
mendirikan shalat I'ed. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai 
dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri 
artinya ! Demikian pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada 
khilaf diantara mereka.

Bukan artinya bukan "kembali kepada fithrah", karena kalau demikian niscaya 
terjemahan hadits menjadi : "Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu 
bersuci". Tidak ada yang menterjemahkan dan memahami demikian kecuali 
orang-orang yang benar-benar jahil tentang dalil-dalil Sunnah dan 
lughoh/bahasa.

Adapun makna sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa puasa itu ialah 
pada hari kamu semuanya berpuasa, demikian juga Idul Fithri dan Adlha, 
maksudnya : Waktu puasa kamu, Idul Fithri dan Idul Adha bersama-sama kaum 
muslimin (berjama'ah), tidak sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok 
sehingga berpecah belah sesama kaum muslimin seperti kejadian pada tahun ini 
(1412H/1992M).

Imam Tirmidzi mengatakan -dalam menafsirkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi 
wa sallam di atas- sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini yang 
maknanya :

"Artinya : Bahwa shaum/puasa dan (Idul) Fithri itu bersama jama'ah dan 
bersama-sama orang banyak".

Semoga kaum muslimin kembali bersatu menjadi satu shaf yang kuat berjalan di 
atas manhaj dan aqidah Salafush Shalih. Amin![1]

[Disalin dari kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah Agama)- Jilid ke satu, 
Penulis Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Terbitan Darul Qolam - 
Jakarta, Cetakan ke III Th 1423/2002M]
_________
Foote Note
[1]. Ditulis akhir Ramadlan 1412H/awal April 1992
http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1149&bagian=0

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke