mohon penjelasan :

Bilamana kalau kita yang terlambat, dan menempati shaf paling belakang sendiri, 
apa yang harus dikerjakan ? karena saya pernah mendengar ada perintah untuk 
memaksakan masuk shaf didepan atau menarik salah seorang di shaf depan untuk 
menemani kita di belakang.


giyan giant <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
LARANGAN KERAS MENYELISIHI SHAF DALAM SHOLAT DAN MEMBIARKAN CELAH SERTA TIDAK 
MENUTUPNYA

Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: Rasululloh biasanya 
mengatur bahu-bahu kami ketika hendak sholat hendak sholat sambil brkata :
astawuu wala takhtalifuu fatah talifa quluu bukum liya niiminkum ulul ahla mi 
wannaha tsammmalladzii na yaluu tahum tsummalladzii na yaluutahum.
artinya: Luruskanlah shaf dan janganlah berselisih hingga membuat hati kalian 
saling berselisih, Hendaklah shaf pertama dibelakangku diisi oleh orang-orang 
pintar dan berakal. Menyusul orang-orang yang dibawah mereka kedudukannya 
mengisi shaf-shaf berikutnya.

Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Umar, bahwasanya Rasululloh bersabda:
Rapatkanlah shaf kalian, rapatkanlah bahu-bahu kalian, tutuplah celah, berlemah 
lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kalian (yang meluruskan shaf), jangan 
biarkan ada celah, untuk syaithon-syaithon, barang siapa menyambung shaf, 
niscaya ALLOH akan menyambungnya ,barang siapa memutus shaf, niscaya ALLOH akan 
memutusnya.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, ia berkata Rasululloh bersabda:
"Jangan sampai kedapatan olehku masih ada celah!yakni dalam sholat."

Kandungan Bab:
1. Haram hukumnya memutus shaf dan menyelisihinya di dalam sholat atau 
membiarkan ada celah untuk syaithon dan tidak memutupnya
2. Merapatkan shaf mendatangkan banyak sekali hikmah, diantaranya,
a.Menyerupai shaf-shaf Malaikat yang mulia sebagaimana mereka bershaf dihadapan 
ALLOH. Dalam hadits Jabir bin Samurah ia berkata: Rasululloh keluar menemui 
kami lalu berkata: "Maukah kalain bershaf seperti para Malaikat bershaf 
dihadapan RABBNYA?" Kami berkata: Wahai Rasululloh bagaimana para malaikat 
bershaf di hadapan Rabbnya? "Rasul bersabda: Mereka menyempurnakan terlebih 
dahulu shaf pertama dan merapatkannya."
HR.Muslim(430)
b.Mempersempit jalan-jalan masuk bagi syaithon. Ssesungguhnya syaithon masuk 
melalui celah dan tempat kosong (shaf).
c.Shaf yang baik, rapat dan lurus merupakan tanda kebaikan dan kesempurnaan 
sholat. banyak sekali hadits yang menjelaskannya, diantaranya hadits Anas, ia 
berkata: Rasululloh bersabda: "Rapatkanlah shaf kalian, karena merapatkan shaf 
termasuk penegakan sholat"
HR, Al-Bukhari(723) dan Muslim(433)
3. Merapatkan shaf disempurnakan dengan saling merapatkan bahu dan mata kaki. 
Dalilnya adalah penerapan yang dilakukan oleh para Sahabat dibelakang 
Rasululloh disebutkan dalam hadits Anas bin Malik "Setiap oang merapatkan 
bahunya ke bahu orang yang disampingnya dan merapatkan kakinya dengan kaki 
orang yang disampingnya."
HR.Al-Bukhari(725)
4. Seorang imam seharusnya merapatkan shaf dengan perkataan maupun perbuatannya 
sehingga para makmum dapat memahaminya. Dalam hadits an Nu'man bin Basyir 
disebutkan bahwa Rasululloh merapatkan shaf kami seolah beliau merapatkan 
batang anak panah. Sehingga aku saksikan sendiri kami telah memahami intruksi 
beliau. Pada suatu hari beliau keluar untuk sholat dan hampir saja bertakbir. 
Beliau melihat seorang makmum tubuhnya agak menjulur ke depan shaf. Beliau 
berkata: "Hai hamba-hamba ALLOH luruskanlah shaf kalian atau ALLOH akan membuat 
wajah-wajah kalian berselisih."
Yaitu dengan mengatur posisi makmum dan memerintahkan mereka untuk merapatkan 
shaf, memeriksa celah an shaf yang masih kosong serta segera memerintahkan agar 
menutupnya.
HR.Al-Bukhari(717)dan Muslim(436/128)
Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud(672)
semoga bermanfaat


Bintang Rehari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh,

Ana mohon bantuannya tentang hadist-hadist Shahih tentang merapatkan shaf2 
ketika shalat berjamaah. soalnya di masjid deket rumah ana, ada beberapa atau 
bahkan mayoritas jemaah shalat berjamaah berusaha "matian2" untuk tidak 
merapatkan shaf. bahkan ada yang ketika ana berusaha rapatkan shaf, orang 
tersebut rela untuk pindah shaf/shaf baru atau shalat sendirian di belakang. 
insya Allah, kalau ada diantara ikhwan yang mau bantu ana, ana mau print dan 
menjelaskan baik2 kepada orang tersebut. semoga hidayah Allah selalu terbuka 
untuknya. Amin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



---------------------------------
Get your email and see which of your friends are online - Right on the  new 
Yahoo.com



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke