Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh, Sekadar tambahan keterangan perihal gelar haji. (1) Kemungkinan sebab-sebabnya: Dahulu begitu sulitnya seseorang untuk menjalankan kewajiban beribadah haji. Sekian lama naik kapal laut bertaruh nyawa. Belum lagi penjajah mencurigai lalu membatasi keberangkatan untuk naik haji. Hal ini dikarenakan sepulangnya dari tanah suci mengobarkan perlawanan rakyat terhadap penjajah. Para haji ini memperoleh banyak informasi dari seluruh penjuru dunia sehingga mereka tercerahkan. Bukankah haji adalah semacam musyawarah kaum muslimin tingkat dunia yang dilaksanakan setahun sekali? Karena terbatasnya jumlah haji dan karena amal baik mereka bagi agama dan masyarakat, masyarakat menghormati dengan memberi gelar haji. Di Jakarta, banyak jalan dan gang yang dinamai Haji XXX. Namun sekarang, jumlah haji sangat banyak. Bahkan ada lingkungan RW-RW yang jumlah hajinya mencapai separuh penduduk. Apakah tidak membingungkan bilamana masyarakat memanggil satu sama lain dengan Pak Haji atau Bu Haji. (2) Sesuai tidaknya sebutan: Haji merupakan salah satu rukun Islam dan bersifat bagi wajib bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya. Apabila telah beribadah haji dipanggil Pak Haji, maka apakah seseorang yang telah melaksanakan iabadah shalat dipanggil Pak Shalat? Dan yang telah berzakat dipanggil Pak Zakat? Tentu tidak demikian, bukan? Demikian tambahan dari saya yang, maaf, tidak mengutip dalil. Wallahu 'alam. Wassalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh, Abu Farhan
--- In [email protected], "w_suroso" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh, > Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berhaji menjelang > meninggalnya. Hanya sekali dalam hidup beliau. Seandainya beliau > mencontohkan panggilan Al Hajj di depan nama beliau, maka akan > dipanggil Al Hajj Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Hal ini > kita tahu tidak pernah terjadi. Oleh karena itu, mereka yang mengaku > salafi tidak menuliskan Haji di depan namanya, kecuali orang lain > yang berusaha menghormatinya. > Wallahu 'alam. > Wassalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh, > Abu Farhan > > ----- Original Message ----- > > From: "mokhamad nasikhi" <siechie@> > > To: <[email protected]> > > Sent: Tuesday, October 31, 2006 9:32 AM > > Subject: [assunnah] Persoalan haji > > > > > Ass.Wr.Wb > > > > > > saya ingin tahu asbabun mengenai label, Haji, saya melihat > hampir semua > > orang terutama di indonesia, setelah pulang dari pergi Haji selalu > > mencantumkan label H didepan namanya.... > > > apakah ini ada contohnya dari Rosululloh? bagaimana hukumnya > mencantumkan > > label tersebut? > > > mohon penjelasannya,??? > > > > > > Wassalam Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
