Assalamu'alaikum,

Maaf akhi Luthfie, ... saya khawatir dengan paradigma
HIDUP ADALAH MENUNGGU WAKTU SHOLAT... Sebab ini sangat
mirip dengan faham fatalistik yang mengajak orang
untuk pasrah tanpa ada motifasi untuk berbuat. Kita
hidup di dunia bukan hanya beribadah sholat, tetapi
juga wajib mencari nafkah, wajib belajar, wajib
menyebarkan da'wah tauhid, wajib berjihad... dan
lain2...

Kalo semangatnya hanya "MENUNGGU WAKTU SHOLAT",...
maka semua kegiatan lain akan dilakukan dengan
sekedarnya...

Saya ingat, ketika Ustadz Hakim menerangkan salah satu
hadits Bukhori... ttg berinfaq ... " berinfaqlah
kalian walaupun dengan syiqqi tamrotin ..."
Berinfaqlah kalian walau dengan sebelah / separo kurma
...!!! ... Dan ternyata yang dituntut oleh Rasululloh
Shalallu alaihi wa sallam .. adalah agar para shohabat
bergiat dalam karya dunia atau kerja. Ini terbukti
dengan bersegeranya para shahabat menjawab seruan Nabi
Shalallu alaihi wa sallam, dengan kerja .....

Demikian, semoga ada yang berkenan memberikan
pencerahan lebih dalam.

Ohya, sekalian saya ingin bertanya, adakah masjid
menjadi salah satu syarat dari sahnya sholat jum'at??

Terimakasih

wassalamualaikum,
Akhukum fi lLah..
=wahid haryadi=



--- luthfie sulistya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'aykum warahmatullahi wabarakatuh
>
> Ana mau nimbrung....
>
> 1. Hidup kita terselenggara asbab kehendak Allah
> SWT,
> manusia dicipta hanya untuk beribadah kepada Allah
> Swt
> dan Sholat adalah ibadah yang sudah ditentukan
> waktunya oleh Allah SWT, maknanya adalah "WAKTU
> HIDUP
> KITA SUDAH TERTENTU HANYA UNTUK SHOLAT, maka
> paradigma
> hidup kita adalah "HANYA MENUNGGU WAKTU SHOLAT",
> jadi
> apabila selesai melakukan sholat subuh dalam benak
> kita adalah menunggu waktu sholat Dzuhur, karena
> waktu
> sholat dzuhur masih lama, maka kita selingi dengan
> ibadah yang lain berupa: mencari nafkah ke kantor/
> dagang, silaturahmi, melakukan perjalanan, dan
> melakukan sunnah2 Rasul SAW, dll. Maka setelah waktu
> Dzuhur tiba, maka "MANDATORY TO BE FOLLOW", untuk
> meninggalkan seluruh aktifitas sunnah untuk diganti
> dengan aktifitas WAJIB berupa sholat Dzuhur, begitu
> juga setelah selesai sholat duzhur, maka kita hanya
> menunggu waktu Ashar, dst."
>
> 2. Sehingga insyaAllah seluruh aktifitas kita akan
> selalu berbanding lurus dengan jalan yang Allah SWT
> tentukan dan sholat-sholat kita akan menghindarkan
> kita dari perbuatan keji dan munkar. Bagaimana
> mungkin
> seseorang yang dalam hidupnya "hanya" menunggu waktu
> sholat akan berbuat dzalim, maksiat, dll. Bahkan
> setelah sholat Isya' kita juga hanya menunggu waktu
> Sholat subuh dengan cara istirahat tidur yang sesuai
> sunnah, insyaAllah akan bernilai ibadah. Sehingga
> kalau dikalkulasi seluruh hidup kita selama 24jam/
> hari juga akan bernilai ibadah sebagaimana tujuan
> kita
> diciptakan Allah SWT.
>
> 3. Sekali lagi, penting bagi kita untuk mengubah
> paradigma, bahwa seluruh aktifitas kita hanyalah
> selingan/BUKAN WAJIB dari aktifitas WAJIB kita
> berupa
> SHOLAT, bukan SEBALIKNYA.
>
> Wallahua'lam, Semoga bermanfaat
>
> Wassalamu'alaykum warah matullahi wabarakatuh
>
> luthfie


_____________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.
http://new.mail.yahoo.com



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke