Jalani aja kondisi yang sekarang dengan sebaik-baiknya, Jangan memikirkan hal2 ghaib. Karena hari akherat atau masa depan termasuk salah satu yang ghaib.
--- mokhamad nasikhi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > yang saya bingung dengan jawaban anda, seakan akan > anda tahu kehendak Alloh. > nah ini yang lebih berbahaya. > > siapa pencipta??? apa yang diciptakan ? apa mungkin > sang pencipta sama sama kekal. kekalnya ciptaan yaa > tergantung penciptanya.... Kan begitu mas...... mau > kekal atau tidak itu urusan Alloh. kita yaaa > mengimani sajaa...... yang maha kekal hanya > satu.....betul nggak mas??? yang jelas kekalnya Sang > pencipta dan kekalnya ciptaan pasti beda. > > Wassalamualaikum > Nasikhi > > > Muhammad Farid <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dalam bukunya Ternyata Akherat Tidak Kekal, Agus > Musthopa mengatakan : > Akherat adalah ciptaan Allah dan semua ciptaan Allah > pasti musnah tidak ada yang abadi. > > Jawabannya sederhana : Akherat dan semua makhluk > yang ada di dalamnya bisa kekal abadi karena Allah > MENGHENDAKI demikian. Semua itu bisa terjadi atas > kehendak Allah. Allah Maha Pelaksana terhadap apa > yang Dia kehendaki. > > Ada banyak ayat yang menyatakan akherat itu kekal > abadi. Kira-kira ada 110 ayat. Namun semua itu > “ditafsirkan lain" oleh Bapak Agus Musthopa karena > kehadiran ayat ini : > > "Adapun orang-orang yang celaka, maka tempatnya > adalah Neraka, di dalamnya mereka menarik dan > mengeluarkan nafas. Mereka kekal di dalamnya selama > ada Langit dan Bumi, kecuali apa-apa yang > dikehendaki Tuhanmu. Sesungguhnya Tuhanmu Maha > Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki" > "Adapun orang-orang yang bahagia tempatnya adalah di > dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada > langit dan bumi, kecuali apa-apa yang dikehendaki > oleh Tuhanmu. Sebagai karunia yang tiada > putus-putusnya. > (QS : Huud (11) : 106 -108 ) > > Berdasarkan ayat ini Bapak Agus Musthopa > menyimpulkan kekekalan surga dan neraka (akherat) > tergantung keberadaan langit dan bumi (alam > semesta). > > Agus Musthopa juga berkeyakinan yang namanya ciptaan > Allah pasti musnah alias tidak kekal. Untuk > memperkuat argumentasinya beliau mengajukan > pertanyaan : "Kekal manakah Alam akherat dengan > Allah?" > > Jawabannya adalah : kedua-duanya kekal. Allah dan > alam akherat (surga dan neraka) sama-sama kekal. > Mengapa alam akherat atau alam semesta bisa kekal, > padahal alam semesta adalah makhluk ciptaan Allah? > Jawabannya seperti di awal tulisan ini, karena Allah > menghendaki demikian. Namun yang harus diperhatikan > adalah kekalnya Allah berbeda dengan kekalnya > makhluk. Alam semesta atau alam akherat bisa kekal > bukan karena dirinya sendiri namun karena Allah > menghendakinya demikian. Allah Maha Berkehendak atas > segala sesuatu. > > Kalau boleh saya menafsirkan ayat surat Huud (11) : > 106-107 berdasarkan pengetahuan yang saya kumpulkan > dari para ulama sebagai berikut : > > "Sesungguhnya orang yang celaka tempatnya di > Neraka...." > "Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan > bumi. Kecuali apa-apa yang Allah kehendaki, > Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa > yang Dia kehendaki." > > Biasanya untuk menegaskan kekekalan neraka dan > surga, Allah mengiringinya dengan kata abadi.. Namun > di dalam ayat ini Allah mengganti kata abadi dengan > kata selama ada langit dan bumi. Kalimat "selama ada > langit dan bumi" sama artinya dengan "abadi > selama-lamanya" . > > Mengapa dalam ayat ini kata abadi yang biasa dipakai > mengiringi kata kekal diganti dengan "selama ada > langit dan bumi". Hal ini untuk menerangkan bahwa > keabadian yang merupakan konsep waktu tergantung > dari keberadaan langit dan bumi (alam semesta). > > Subhanalllah, keterangan ini sejalan dengan > kesimpulan yang diajukan oleh para ilmuan seperti > Prof. Stephen Hawking dalam bukunya yang terkenal > The Brief of Story. Stephen Hawking yang memperoleh > hadiah nobel karena penemuannya itu mengatakan, > sebelum terjadinya alam semesta tidak ada konsep > ruang dan waktu. Waktu tercipta setelah terciptanya > alam semesta (langit dan bumi). Jika alam semesta > lenyap tidak ada lagi yang namanya konsep ruang dan > waktu. 1400 tahun sebelumnya Al-Qur’an telah > mengatakan bahwa kekekalan yang merupakan konsep > waktu tergantung dari keberadaan langit dan bumi > (alam semesta). Subhanalllah, Satu lagi keajaiban > Al-Quran tersingkap. > > Dua kata terakhir dalam ayat tersebut : "Kecuali > apa-apa yang Allah kehendaki, Sesungguhnya Tuhanmu > Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki" > menegaskan bahwa kekalnya kita di surga dan di > neraka karena kehendak dari Allah. Dan Allah Maha > berkendak atas segala sesuatu. __________________________________________________ Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/r-index Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
