Assalamu'alaikum,

Buat Ukhti Pipit, saya ikut merasa prihatin, tetapi
... kata kunci untuk anda adalah SABAR ... dan TETAP
THAAT pada suami dalam kebenaran ....

Jangan "memaksa" suami untuk mengikuti pemahaman
tertentu, walau pun pemahaman itu haqq, tetapi ...
ajak dengan lemah lembut ... kepada pemahaman yang
haqq itu ... Sebab Alloh yang membuka hidayah untuk
seseorang, dan membimbingnya ... bukan kita. Kita
hanya bisa berusaha mengajak kepada kebenaran.

Mengajak kepada kebenaran tidak harus dengan diawali
debat yang hebat dan telak, sehingga lawan kita akan
takluk kemudian mengikuti kita... bukan itu cara
satu2nya. Tapi bisa dengan akhlak yang baik pada
suami, tetap beradab, tdk membantah dengan ungkapan
yang keras, ....sekali2 mengajak silaturahim kepada
saudara yang bermanhaj salaf.... dst.... Dan lakukan
semua itu dengan sabar, dan lemah lembut ... Manusia
tidak bisa berubah dalam semalam, kecuali dikehendaki
Alloh.

Saran saya, sediakan di rumah anda bacaan, majalah,
kitab2/buku yang ringan yang berisi ttg ajaran Islam
sesuai manhaj salaf...

sehingga semakin terbuka kesempatan suami anda untuk
mempelajari manhaj salaf.

Ttg pertanyaan berhubunngan dengan MUI, saya kira,
mereka ada kebenaran, dan tentu saja tidak akan lepas
dari kesalahan. Jadi tetap menjadi kewajiban kita
untuk selalu mendengarkan nasehat dari siapa pun,
kemudian kita rujuk kepada AQ wa SUnnah, dan ketidak
jelasan atau keraguan, kita tanyakan pada ahlinya,
sehingga kita fahami sesuai makna sebenarnya.

Ini pendapat saya... semoga ada yang berkenan
meluruskan bila ada kesalahan isi tulisan saya.

wassalam

= wahid haryadi =

NB : untuk mas hery marsanto, solusi yang diharapkan,
bukan mencari sebab musabab, tanpa ada solusi. maaf.


--- hery marsanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> wa'alaykumussalaam,
> Ya ukhti fillah,
> disitulah kenapa Nabi memerintahkan agar mencari
> pasangan yang sekufu atau searah pemikiran dan
> agamanya, atau minimal bisa diajak menjadi sekufu,
> karena meniti rumahtangga bukanlah untuk sehari dua
> hari tetapi untuk waktu yang insyaAllah lama,
> bagaimana rumahtangga dapat tentram dan damai ( biti
> jannati) jika berbeda pemahaman?
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Pipit Arifin <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, 10 November, 2006 10:49:50 AM
> Subject: [assunnah] Bagaimana saya harus menjawab?
>
> Assalamu'alaikum,
>
> Mungkin di bawah ini pertanyaan saya yang begitu
> bodoh. Tapi saya ingin yang haq tetap ada dlm
> pegangan hidup saya.
>
> Beberapa kali saya adu argument dgn calon suami
> saya.
>
> Mungkin saya kurang arif dalam memberitahukan hal2
> yg kurang baik tentang dia disaat kami bertemu
>
> Dan tentang Manhaj ini, maksud saya Assunnah, dia
> punya argument bahwa ajaran Assunnah tidak dapat
> dipertanggungjawabk an keberadaannya, Karena tak
> jelas siapa pemimpinnya, selain itu ajaran di
> Indonesia yg telah disetujui oleh pemerintah dan MUI
> hanyalah Muhammadiyah dan NU. Jadi kita hanya boleh
> mengikuti dua ajaran itu yang bisa dipastikan
> kepemimpinan serta pertanggungjawaban ajarannya.
>
> Ya ALLAH, semoga engkau membukakan pintu hatinya
> untuk mengikuti kebenaran yg telah Engkau tetapkan.
> Berikan Hidayah-Mu kepadanya...
>
> Kemudian dia skat mat saya dengan pernyataan bahwa
> MUI adalah kumpulan para Ulama dari berbagai ajaran.
> Jadi semua keputusan di dlm MUI itu merupakan
> persetujuan yg merupakan penyatuan2 dari berbagai
> macam ajaran.
>
> Saya ingin tanyakan bagaimana saya menyikapi
> pernyataan seperti ini?
>
> Karena menurut saya, pernyataan dia itu sangat logis
> walaupun saya pernah berkata pada dia "Kamu nggak
> akan tau bagaimana Islam itu sebenarnya kalo gak
> mempelajarinya lebih dalam"
>
> tapi dia tetap pada pendiriannya hanya mau mengikuti
> ajaran Islam yg umum, maksudnya nggak terlalu
> fanatik, seperti anggapan dia. Walaupun saya tau
> kefahaman agama bukanlah suatu kefanatikan. Saya
> sungguh sadar bahwa untuk menuju pintu surga tanpa
> melewati neraka itu sungguh amat berat.
>
> Jadi harus banyak belajar tentang kemurnian Islam
> dan mengamalkan ajarannya, agar terhindar dari murka
> ALLAH Subhanahu Wata'ala.
>
> Saya bingung....
>
> Mohon bantuan antum sekalian
>
> Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wa
> maghfiratuh.


______________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke