Wa'alaikumsalam wa rahmatullah wa barakaatuh

*
*

*1/ Berisyarat dengan telunjuk, bisa digerakkan bisa tidak*

Selama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir, berisyarat
dengan telunjuk kanan, disunnahkan menggerak-gerakkannya. Kadang pada suatu
sholat digerakkan pada sholat lain boleh juga tidak digerak-gerakkan.

"Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan menaruh
tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan ujung sikunya
diatas paha kanannya, kemudian beliau menggenggam jari-jarinya dan membuat
satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau maka aku lihat beliau
menggerak-gerakkannya berdo'a dengannya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa-i).


"Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa dan tidak
menggerakannya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).

(sumber www.sholat-kita.cjb.net)

Namun, karena tambahan menggerak2an jari itu haditsnya sah, maka yang lebih
utama adalah menggerak2annya.


2/ Tentang mengusap muka, baik setelah bero'a maupun setelah sholat, tidak
ada dalil yang sah yang menyatakan hal demikian.

...
TENTANG MENGUSAP WAJAH SETELAH QUNUT ATAU BERDO'A

Adapun mengusap wajah sesudah qunut atau do'a, maka perinciannya adalah
sebagai berikut :

[1]. Tidak ada satu pun hadits yang shahih tentang mengusap muka dengan
telapak tangan setelah berdo'a. Semua hadits-haditsnya sangat lemah dan
tidak bisa dijadikan hujjah, jadi tidak boleh dijadikan alasan tentang
bolehnya mengusap.

[2]. Karena tidak ada contohnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam, maka mengamalkannya merupakan perbuatan bid'ah[1]

[3]. Begitu juga tidak ada satu pun riwayat yang shahih dari Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak juga dari para Shahabatnya tentang
mengusap muka sesudah qunut nazilah.

[4]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Adapun tentang Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya di waktu berdo'a, maka
sesungguhnya telah datang hadits-hadits yang shahih (lagi) banyak jumlahnya.
Sedangkan tentang mengusap muka, tidak ada satu pun hadits yang shahih, ada
satu dua hadits, tetapi tidak dapat dijadikan hujjah[2]

.....

[6]. Imam An-Nawawy berkata: "Tidak ada sunnahnya mengusap muka."[4]

[6]. Imam Al-Baihaqi juga menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun dari ulama
Salaf yang melakukan pengusapan wajah sesudah do'a qunut dalam shalat. [5]

...
selengkapnya kunjungi ::
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1515&bagian=0

3/ Pertanyaan nomor 3, jawabannya sama dengan nomor 2. Hanya saya artikelnya
belum ketemu, lupa di mana. Mungkin yang lain bisa membantu. Allahu A'lam

On 12/7/06, Agus Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalmu'alaikum
Saya kebetulan sedang berada di luar indonesia, dan sebelumnya saya
mendapatkan pengajian yang membahas masalah sholat dan selesai sholat,
adapun kajian yang dibahas adalah "Cara Sholat Rosululoh SAW" dalam kajian
tersebut diterangkan beberapa tata cara sholat Nabiyuloh Muhamad SAW
diantaranya,

1. Disaat duduk tahyatul awal dan tahyatul ahir pada saat mengacungkan
jari telunjuknya Nabi Muhamad SAW mengerak-gerakkannya
2. Setelah selesai sholat Nabi Muhamad SAW tdk mengusapkan kedua tanganya
ke muka
3. Kemudian setelah salam Nabiyulloh Muhamad SAW tdk bersalam-salaman
dengan para jamaah

yang ingin saya tanyakan, apakah hal tersebut benar dan kalau boleh tau
mohon untuk dalil yang membenarkannya hal tersebut
karena saya selama ini melakukan hal tersebut.

Sebelumnya dan sesudahnya apabila ada kata2 atau pertanyaan yang tdk sesui
saya mohon maaf

Waalaikum salam

Kirim email ke