Anisah:
Assalamu'laikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Isal:
Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh
 
Anisah:
1. Ada sebuah wahyu yang menyatakan, "Dan tidaklah kami jadikan seorang 
manusia pun sebelummu abadi," (Al Anbiya':34). Dan ada sebuah 
hadist, "Tidak ada satu jiwa pun yang bernafas pada hari ini yang datang

dari zaman seratus tahun sebelumnya, sedangkan dia saat sekarang ini 
masih hidup," (Hadist Riwayat Ahmad dan Tirmidzi dari Jabir).
Lalu, bagaimana dengan Nabi Isa? Selama ini saya masih mencari jawaban 
ttg kebenaran akan turunnya Nabi Isa ke bumi di Menara Puith di Damaskus

dan akan membunuh Dajjal. Apalagi juga ttg kedatangan Imam Mahdi yang 
akan membunuh babi, dan menghapuskan pajak.
Walaupun sudah banyak artikel yang saya baca ttg turunnya Nabi Isa, tapi

entah kenapa saya masih belum puas atas penjelasan yang dijabarkan dalam

artikel2 tersebut. Walaupun banyak menukil dalil2 wahyu yang shahih. 
Tapi tak ada satu keterangan pun yang menyatakan bahwa Nabi Isa masih 
hidup.
Yang ada hanyalah bahwa roh nabi Isa diangkat ke langit. Dan akan turun 
ke bumi pada hari kiamat nanti.

Isal:
Petikan lengkap ayat " Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang
manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah
mereka akan kekal? "(QS 21:34)
 
Mbak Anisah, masing2 dalil itu tidak akan bertentangan, ini adalah
prinsip Ahlus Sunnah. Dalam arti Quran dan Hadits tidak akan
bertentangan selama2nya. Selama Hadits yang dipakai sah (Shahih dan
Hasan). 
 
Dalil2 yang seolah2 bertentangan tidak boleh dikatakan dalilnya yang
salah, kalo kita melakukan ini maka akal kita telah menjadi hakim bagi
dalil, namun bagaimana cara kita mengkompromikan dalil2 tersebut untuk
ditarik kesimpulan yang benar.
 
Ada buku yang cukup bagus mengenai bagaimana sikap ahlus sunnah dalam
mencari suatu jawaban atas dalil2, buku itu berjudul " 8 kaidah memahami
Sunnah" terbitan pustaka imam syafii. Buku ini cukup bagus sebagai
penjelasan dan metode untuk menarik kesimpulan dari dalil2 yang ada
 
Contoh lain adalah dalam hal penciptaan manusia, dijelaskan memang bahwa
penciptaan manusia dari pertemuan antara sperma laki2 dan perempuan
namun tidak serta merta harus diartikan semua itu lahir melalui proses
seperti itu, ada kekhususan yaitu pada nabi Adam dan nabi Isa.
 
Adapun Nabi Isa, beliau mendapat kekhususan dalam hal ini, namun tidak
hanya nabi Isa, karena ada beberapa individu yang juga di tangguhkan
kematiannya, yaitu Iblis, Dajjal dan Nabi Isa.
 
Nabi Isa dan Dajjal adalah tokoh2 akhir jaman yang menjadi tanda2 besar
kiamat.
 
Ditangguhkannya kematian nabi Isa adalah jelas dari hadits nabi ttg
turunnya beliau, begitu juga keberadaan dajjal yang sudah ada. 
 
Bisa dijelaskan puas seperti apa yang mbak anisah maksud, karena secara
pribadi saya sudah puas dengan nubuwah2 ini?
 
Satu hal lagi, dalil2 yang ada sebetulnya untuk diimani, diamalkan dan
di dakwahkan kepada yang belum mengetahui, bukan untuk hanya sebagai
pemuas akal dan nafsu.
 
 
Anisah:

Mengingat bahwa itu termasuk Prinsip Kaidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, 
maka saya ingin sekali mengimaninya karena saya gk mau dibilang ahlu 
bid'ah.
 
Isal:
Benar, sebagai ahlus sunnah maka wajib mendahulukan wahyu diatas hawa
nafsu, akal haruslah tunduk pada wahyu. 
Akal yang kuat adalah yang tunduk pada wahyu, akal yang goncang adalah
akal yang berlawanan dengan wahyu. Wahyu itu ma'shum (suci dari dosa)
sedang akal kita tidak ma'shum.
 
Akal yang sehat akan selalu selaras dengan wahyu. Insya Allah.

 
Anisah:
2. Apakah tidak mengapa jika saya tidak mengimani akan datangnya Nabi 
Isa, karena hal tersebut bukanlah termasuk dalam rukun iman? Apakah 
dengan demikian saya adalah termasuk kaum munafiqun, mengimani sebagian 
tetapi mengingkari sebagian yang lain? Sesungguhnya saya berhindar diri 
dari hal-hal yang demikian.

 
Isal:
Ada kecacatan dari akidah mbak anisah kalo tidak mengimani itu, iman
kepada hari akhir termasuk rukun iman, iman kepada hari akhir tidak bisa
dilihat hanya dari iman pada kiamatnya saja, namun harus di lihat secara
komprehensif dari untaian peristiwanya.
 
Dalam arti, apa2 saja yang akan terjadi sebelum kiamat, pada saat kiamat
dan setelah kiamat.
 
Kalo mbak tidak percaya bukan disebut munafiqun, namun kufur terhadap
sebagian yang lain. Karena ini masalah iman, maka ada salah satu cabang
iman yang rusak.
 
Apakah keislaman mbak akan gugur bila tidak percaya pada turunnya nabi
Isa? saya tidak tahu, karena hanya Allah lah yang tahu masalah ini,
namun salah satu pesan dari saya, janganlah karena rasa "ketidak puasan"
mbak anisah, sehingga menolak dalil yang kuat. 
 
Dan juga, kalo kita baca beberapa ayat, bahwa keimanan pada Allah sering
diberitakan berantai dengan iman kepada Hari Kemudian.
 
Yang ditakutkan adalah, bila kita tidak mempercayai ini, dan ketika
kabar ini terjadi, maka sungguh bahaya bagi mereka yang tidak percaya,
karena mereka bisa menjadi target empuk dari dajjal, karena bukankah
diberitakan juga, bahwa dajjal adalah fitnah paling besar dan banyak
mukmin juga yang akan ikut dajjal dan pada saat itu banyak kemurtadan.
 
namun saya memahami, memang kondisi umat sekarang itu sudah jauh dari
sunnah, melupakan hal2 seperti ini, dan benarlah pula bahwa dajjal itu
tidak akan muncul sebelum manusia melupakan dia, dan saat ini pun banyak
yang sudah melupakan hal itu. Sungguh benar nabi dari segala yang beliau
kabarkan.
 
Kita seyogyanya mengambil hikmah dari kabar2 yang telah diberitakan oleh
nabi, karena nabi tidak bicara dengan hawa nafsunya,
 
"Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)"
(QS 53:4)
 
Apabila kita menolak sebagian dan menerima sebagian yang lain, berarti
kita menolak wahyu, pertanyaan nya adalah siapakah hakim thd masalah
ini? tentu saja akal kita. Sungguh telah rusak akal kita karena berani
menjadi hakim dan memilah milah mana wahyu yang cocok dengan akal kita
dan sesuai dengan hawa nafsu, artinya kita telah mendahulukan hawa nafsu
dan akal kita thd wahyu yang suci.
 
Silahkan merenungkan...
 

Mohon lengangkan waktu untuk menjawab pertanyaan ini, dan hanya kepada 
Allah lah saya mengarap pahala kebaikan.

Isal:
Semoga Allah memberikan kemudahan bagi anda
 
Anisah:
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh

 
Isal:
Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh

Kirim email ke